Editor
KOMPAS.com - Pergantian tahun dalam kalender Hijriah selalu menjadi momen istimewa bagi umat Islam. Tidak seperti malam pergantian tahun Masehi yang identik dengan pesta dan kembang api, Tahun Baru Islam lebih banyak diisi dengan refleksi, doa, dan harapan agar kehidupan di masa mendatang menjadi lebih baik.
Karena itu, pencarian tentang "tahun baru Islam doa" selalu meningkat menjelang 1 Muharram. Banyak umat Muslim yang ingin mengetahui bacaan doa akhir tahun dan doa awal tahun yang biasa diamalkan untuk menutup lembaran lama sekaligus membuka tahun baru dengan penuh keberkahan.
Pada Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada 16 Juni 2026, umat Islam dianjurkan memperbanyak istighfar, berdoa, dan melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Tradisi membaca doa akhir tahun dan doa awal tahun telah lama diamalkan oleh para ulama sebagai bentuk pengharapan kepada Allah SWT.
Baca juga: 30 Prompt AI Kartu Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 H untuk Dibagikan di Media Sosial
Doa pada Tahun Baru Islam bukan sekadar rangkaian kalimat yang dibaca saat pergantian tahun. Doa tersebut mengandung pesan mendalam tentang taubat, pengharapan, dan tekad untuk memperbaiki diri.
Doa akhir tahun berisi permohonan ampun atas dosa dan kesalahan yang dilakukan selama setahun terakhir. Sementara doa awal tahun berisi harapan agar Allah SWT memberikan perlindungan dari godaan setan, membantu mengendalikan hawa nafsu, dan membimbing hamba-Nya menuju amal saleh.
Tradisi ini sejalan dengan semangat hijrah yang menjadi dasar penanggalan Hijriah. Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah mengajarkan pentingnya perubahan menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih dekat kepada Allah.
Doa akhir tahun dibaca pada hari terakhir bulan Dzulhijjah, yaitu setelah shalat Ashar hingga sebelum masuk waktu Maghrib. Para ulama menganjurkan doa ini dibaca sebanyak tiga kali.
Teks Arab:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي السَّنَةِ الْمَاضِيَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ، وَنَسِيتُهُ وَلَمْ تَنْسَهُ، وَحَلُمْتَ عَنِّي مَعَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي، وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جَرَاءَتِي عَلَيْكَ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ مِنْهُ فَاغْفِرْ لِي. اللَّهُمَّ وَمَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ وَالْغُفْرَانَ فَتَقَبَّلْهُ مِنِّي، وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِي مِنْكَ يَا كَرِيمُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Teks Latin:
Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm. Wa shallallāhu ta'ālā 'alā sayyidinā Muḥammadin wa 'alā ālihī wa shaḥbihī wa sallam. Allāhumma mā 'amiltu min 'amalin fī as-sanah al-mādliyah mimmā nahaitanī 'anhu falam atub minhu wa lam tardlahu, wa nasītuhu wa lam tansahu, wa ḥalumta 'annī ma'a qudratika 'alā 'uqūbatī, wa da'autanī ilā at-taubati ba'da jarā'atī 'alaika. Allāhumma innī astaghfiruka minhu faghfir lī. Allāhumma wa mā 'amiltu min 'amalin tardhāhu wa wa'adtanī 'alaihi ats-tsawāba wal-ghufrāna fataqabbalhu minnī, wa lā taqtha' rajā'ī minka yā Karīmu yā Arḥamar-Rāḥimīn. Wa shallallāhu ta'ālā 'alā sayyidinā Muḥammadin wa 'alā ālihī wa shaḥbihī wa sallam.
Artinya:
"Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Allah mencurahkan rahmat dan salam kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, beserta keluarga dan para sahabat beliau. Ya Allah, apa saja amalan yang telah aku lakukan sepanjang tahun yang lalu, yang Engkau larang aku melakukannya, namun aku belum bertobat darinya dan Engkau pun tidak meridhainya, dan aku telah melupakannya, tetapi Engkau tidak lupa. Engkau masih berlembut kepadaku meskipun Engkau mampu menghukumku, dan Engkau telah menyeruku untuk bertobat setelah aku berani melakukan maksiat kepada-Mu. Ya Allah, aku memohon ampun kepada-Mu darinya, maka ampunilah aku. Ya Allah, dan apa pun amal yang telah aku lakukan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan untukku pahala dan ampunan, maka terimalah amal itu dariku, dan jangan putuskan harapanku kepada-Mu, wahai Yang Maha Mulia, wahai Yang Maha Penyayang dari para penyayang. Semoga Allah mencurahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, serta keluarga dan sahabat beliau."
Setelah matahari terbenam dan masuk malam 1 Muharram, umat Islam dianjurkan membaca doa awal tahun. Waktu yang umum dilakukan adalah setelah melaksanakan shalat Maghrib, sebanyak tiga kali.
Doa ini menjadi simbol harapan agar tahun yang baru diisi dengan kebaikan, keberkahan, dan perlindungan dari segala keburukan.
Teks Arab:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةٌ تَمْلأُ خَزَائِنَ اللَّهِ نُوراً، وَتَكُونُ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِينَ فَرَجًا وَفَرَحًا وَسرُورًا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ تَسْلِيمًا كَثِيرًا. اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيمُ الْأَوَّلُ، وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيمِ وَكَرِيمِ جُودِكَ الْعَمِيمِ الْمُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوءِ، وَالْإِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ زُلْفَىٰ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Teks Latin:
Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm. Allāhumma ṣalli 'alā sayyidinā Muḥammadin shalātan tamla'u khazā'inallāhi nūran, wa takūnu lanā walil-mu'minīna farajan wa faraḥan wa surūran, wa 'alā ālihī wa shaḥbihī wa sallim taslīman katsīrān. Allāhumma antal-abadiyyul-qadīmul-awwal, wa 'alā fadllikal-'adhīmi wa karīmi jūdikal-'amīm al-mu'awwal, wa hādzā 'āmun jadīdun qad aqbala. As'alukal-'ishmata fīhi minasy-syaiṭāni wa auliyā'ihī, wal-'auna 'alā hādzihin-nafsil-ammārati bis-sū', wal-isytighāla bimā yuqarribunī ilaika zulfā, yā Dzal-jalāli wal-ikrām. Wa shallallāhu ta'ālā 'alā sayyidinā Muḥammadin wa 'alā ālihī wa shaḥbihī wa sallam.
Artinya:
"Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas junjungan kami, Nabi Muhammad, shalawat yang memenuhi khazanah-Mu dengan cahaya, dan menjadi bagi kami dan kaum mukminin jalan keluar, kebahagiaan, dan kesenangan. Dan (limpahkan pula) kepada keluarganya dan para sahabatnya, serta berilah salam sebanyak-banyaknya. Ya Allah, Engkaulah Yang Abadi, Yang Dahulu, Yang Pertama. Kepada anugerah-Mu yang agung dan karunia-Mu yang luas tempat kami menggantungkan harapan. Tahun baru ini telah datang, maka aku memohon kepada-Mu penjagaan padanya dari setan dan para pengikutnya, bantuan untuk mengendalikan jiwa yang selalu memerintahkan kepada keburukan, dan kesibukan dengan hal-hal yang mendekatkan aku kepada-Mu dalam kedekatan. Wahai Dzat Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan. Semoga shalawat Allah senantiasa tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarganya dan para sahabatnya, dan semoga keselamatan tercurah atas mereka."
Baca juga: Pentingnya Shalat dalam Islam: Kunci Kesuksesan Abadi di Akhirat
Selain membaca doa tahun baru Islam, bulan Muharram juga menjadi kesempatan memperbanyak amal saleh. Beberapa amalan yang dianjurkan antara lain:
Pergantian tahun Hijriah sejatinya menjadi pengingat bahwa setiap manusia terus bergerak menuju perjalanan hidup yang baru. Dengan membaca doa akhir tahun dan doa awal tahun Islam, umat Muslim berharap dapat menutup masa lalu dengan ampunan serta menyambut masa depan dengan keberkahan dan pertolongan Allah SWT.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang