Editor
KOMPAS.com - Hari Jumat memiliki kedudukan istimewa dalam Islam dan dikenal sebagai sayyidul ayyam atau penghulu segala hari.
Pada hari yang penuh keberkahan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak berbagai amalan sunnah, termasuk berdzikir kepada Allah SWT.
Dzikir pada hari Jumat memiliki keutamaan tersendiri karena bertepatan dengan hari paling mulia dalam sepekan.
Baca juga: Khutbah Jumat 31 Juli 2026: Mengatasi Kecemasan karena Mitos di Bulan Safar
Selain mendekatkan diri kepada Allah, memperbanyak dzikir juga menjadi salah satu bentuk meraih pahala dan keberuntungan sebagaimana dianjurkan dalam Al-Qur'an dan hadis.
Allah SWT berfirman:
فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Artinya: “Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS. Al Jumu'ah [62]: 10)
Baca juga: Bacaan Wirid Harian Setelah Sholat Fardhu: Arab, Latin dan Artinya
Imam An Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa seluruh dzikir yang disunnahkan pada hari-hari biasa tetap dianjurkan dibaca pada hari Jumat, bahkan anjurannya menjadi lebih kuat. An Nawawi berkata:
“Ketahuialah bahwa apa yang dibaca pada selain hari Jum’at, bisa diucapkan pada hari Jum’at, sunnahnya memperbanyak dzikir di dalam hari Jum’at lebih bertambah dari pada (hari) lainnya.” (Al Adzkar: 71)
Waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak dzikir adalah sejak pagi hingga sore hari.
Selain itu, Rasulullah SAW juga menganjurkan umatnya memperbanyak shalawat pada hari Jumat.
Dari Aus bin Aus, Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ: فِيهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيهِ قُبِضَ، وَفِيهِ النَّفْخَةُ، وَفِيهِ الصَّعْقَةُ، فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ فِيهِ، فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ...
Artinya: “Sungguh di antara hari-hari kalian yang paling utama adalah hari Jum’at, pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu juga beliau diwafatkan, pada hari itu juga terjadi tiupan sangkakala, pada hari itu juga terjadi dentuman (hari kiamat), maka perbanyaklah oleh kalian bershalawat kepadaku pada hari tersebut, sungguh shalawat kalian akan diperlihatkan kepadaku.” (HR. Abu Daud: 1048, An Nasa’i: 1374, Ibnu Majah: 1085 dan telah ditashih oleh Albani dalam Shahih Sunan Abu Daud (4/214) dan berkata: Sanadnya shahih sesuai dengan syarat Muslim dan telah ditashih juga oleh Ibnu Hibban juga dan Nawawi)
Berikut sejumlah bacaan dzikir dan amalan yang dianjurkan untuk diamalkan pada hari maupun malam Jumat.
Memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu amalan utama pada hari Jumat. Shalawat merupakan bentuk penghormatan sekaligus ungkapan cinta umat Islam kepada Rasulullah SAW.
Berikut bacaan shalawat yang dapat diamalkan:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى (إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى) آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ اللَّهُمَّ بَارِكْ (فِي رِوَايَةٍ: وَ بَارِكْ) عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى (إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى) آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Latin: Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad kama shallaita ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim innaka hamid majid Allahumma barik ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad kama barakta ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim innaka hamid majid.
Artinya: “Ya, Allah. Berilah (yakni, tambahkanlah) selawat (sanjungan) kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi sholawat kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia. Ya, Allah. Berilah berkah (tambahan kebaikan) kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi berkah kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia.”
Surat Yasin dikenal sebagai jantung Al-Qur'an sebagaimana disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan Al-Bazzar.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya segala sesuatu itu ada jantungnya, dan jantung Al-Qur’an adalah Yasin. Aku ingin surah Yasin itu ada di hati setiap umatku.” (HR. Al-Bazzar)
Surat Yasin lazim dibaca tiga kali pada malam Jumat setelah salat Magrib. Amalan ini diyakini membawa berbagai keutamaan, mulai dari memohon ampunan hingga berharap kelapangan rezeki.
Keutamaan membaca Yasin pada malam Jumat juga disebutkan dalam hadis berikut:
وروي عنه رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم من قرأ سورة يس في ليلة الجمعة غفر له رواه الأصبهاني
Artinya: “Barangsiapa membaca Yasin di hari dan malam Jumat dengan mengharap rida Allah, diampuni dosanya.” (HR Asbahaani) [At-Targhiib wa at-Tarhiib I/298].
Membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنْ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ
Artinya: “Barang siapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, maka Allah memberinya sinar cahaya di antara dua Jumat.”
Karena surat ini cukup panjang, pembacaannya dapat dilakukan secara bertahap. Misalnya, sebagian dibaca pada malam Jumat, kemudian dilanjutkan setelah salat Subuh dan setelah salat Zuhur atau Salat Jumat.
Tasbih merupakan salah satu kalimat thayyibah yang berisi pengagungan kepada Allah SWT. Bacaannya:
Subhaanal malikil qudduus
Artinya: “Maha Suci Engkau yang Maha Merajai lagi Maha Suci dari berbagai kekurangan.” (HR. Abu Daud)
Tahmid diucapkan sebagai bentuk syukur atas seluruh nikmat yang diberikan Allah SWT. Bacaannya:
Alhamdulillah
Artinya: “Segala puji bagi Allah.”
Takbir merupakan ungkapan pengakuan atas kebesaran Allah SWT. Bacaannya:
Allahu akbar
Artinya: “Allah Maha Besar.”
Tahlil menjadi bagian dari kalimat tauhid yang menegaskan keesaan Allah SWT. Bacaannya:
Laailaaha Illallah
Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah.”
Istigfar merupakan doa memohon ampun kepada Allah SWT. Bacaan istigfar terdiri atas beberapa bentuk.
Istigfar singkat
Astaghfirullah Al Adzim
Artinya: “Aku memohon ampunan kepada Allah yang Maha Agung.”
Istigfar panjang
Astaghfirullohal azhim alladzi la ilaha illa huwal hayyul qoyyum wa atubu ilaih
Artinya: “Aku memohon ampunan kepada Allah yang Maha Agung, tiada tuhan selain Dia yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat pada-Nya.”
Sayyidul istighfar
Allahumma anta rabbii laa ilaaha illa anta khalaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika maastatha’tu a’uudzubika min syaramaa shana’tu abuu-u laka bini’matika ‘alayya wa abuu-u bidzanbii faaghfirlii fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta
Artinya: “Ya Allah, Engkaulah Tuhanku tiada tuhan selain Engkau yang menciptakan aku. Dan aku adalah hamba-Mu, dan aku akan setia pada janjiku kepada-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang aku perbuat. Kuakui segala nikmat-Mu atasku dan aku akui segala dosaku. Maka ampunilah aku karena sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali Engkau.”
Memperbanyak dzikir pada hari Jumat merupakan salah satu sunnah yang dianjurkan dalam Islam.
Selain membaca shalawat, Surat Yasin, Surat Al-Kahfi, tasbih, tahmid, takbir, tahlil, dan istigfar, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak mengingat Allah sepanjang hari.
Dengan mengamalkan berbagai dzikir tersebut, seorang Muslim diharapkan dapat meraih keberkahan, meningkatkan ketakwaan, serta menghidupkan hari Jumat dengan ibadah yang bernilai pahala.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang