Penulis
KOMPAS.com - Malam Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu momentum yang banyak dimanfaatkan umat Islam untuk kembali mengenang perjalanan hidup, perjuangan, dan keteladanan Rasulullah SAW.
Di berbagai daerah, malam Maulid biasanya diisi dengan pembacaan bacaan Maulid Nabi, pengajian, dzikir, serta sholawat Maulid Nabi. Ada pula umat Islam yang mengisinya secara sederhana di rumah bersama keluarga dengan memperbanyak doa dan sholawat.
Lantas, adakah doa malam Maulid Nabi yang secara khusus dianjurkan? Apa saja bacaan dan sholawat yang dapat diamalkan?
Pada dasarnya, tidak ada doa khusus yang ditetapkan secara spesifik untuk malam Maulid Nabi Muhammad SAW. Karena itu, umat Islam dapat mengisi malam tersebut dengan berbagai doa kebaikan, dzikir, membaca Al-Qur'an, serta memperbanyak sholawat kepada Rasulullah SAW.
Salah satu doa yang dapat dibaca adalah:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا، وَارْحَمْنَا، وَاهْدِنَا، وَعَافِنَا، وَارْزُقْنَا حُبَّ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَاتِّبَاعَ سُنَّتِهِ
Allahummaghfir lana dzunubana, warhamna, wahdina, wa 'afina, warzuqna hubba nabiyyika Muhammadin shallallahu 'alaihi wa sallam, wattiba'a sunnatihi.
Artinya:
"Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, rahmatilah kami, berilah kami petunjuk dan kesehatan, serta karuniakanlah kepada kami kecintaan kepada Nabi-Mu Muhammad SAW dan kemampuan untuk mengikuti sunnahnya."
Baca juga: Puasa Sunnah Maulid Nabi 12 Rabiul Awal: Niat, Hukum, Tata Cara, dan Manfaat
Doa tersebut dapat dilanjutkan dengan permohonan untuk diri sendiri, orang tua, keluarga, guru, serta seluruh umat Islam.
Tradisi membaca bacaan Maulid Nabi telah berkembang di berbagai daerah dengan bentuk dan kitab yang beragam.
Di Indonesia, beberapa kitab Maulid yang populer di tengah masyarakat antara lain Maulid Al-Barzanji, Maulid Ad-Diba'i, Simtuddurar, dan Maulid Al-Burdah.
Pembacaan kitab-kitab tersebut umumnya berisi kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW, perjalanan kehidupan beliau, sifat-sifat mulia Rasulullah, serta ungkapan kecintaan kepada Nabi.
Dalam tradisi masyarakat, pembacaan Maulid juga sering diselingi dengan pembacaan sholawat dan doa. Tujuannya bukan sekadar mengenang sejarah kelahiran Rasulullah, tetapi juga menumbuhkan kecintaan kepada beliau sekaligus mengingat kembali akhlak dan perjuangannya.
Salah satu amalan yang sangat identik dengan peringatan Maulid Nabi adalah membaca sholawat.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Innallaha wa mala'ikatahu yushalluna 'alan-nabiyy, ya ayyuhalladzina amanu shallu 'alaihi wa sallimu taslima.
Artinya:
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." (QS Al-Ahzab: 56).
Salah satu sholawat Maulid Nabi yang dapat dibaca adalah:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ
Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad.
Artinya:
"Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad."
Selain itu, umat Islam dapat membaca Sholawat Ibrahimiyah yang biasa dibaca dalam tahiyat akhir.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Allahumma shalli 'ala Muhammadin wa 'ala ali Muhammad, kama shallaita 'ala Ibrahima wa 'ala ali Ibrahim, innaka hamidum majid.
Artinya:
"Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah melimpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia."
Sholawat dapat dibaca sebanyak yang mampu. Tidak harus menunggu malam Maulid, sebab bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW dapat dilakukan kapan saja.
Setelah membaca Maulid dan sholawat, umat Islam dapat menutupnya dengan doa.
Berikut contoh doa yang dapat diamalkan:
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ حُبَّكَ، وَحُبَّ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَيُحِبُّ نَبِيَّكَ.
Allahumma inna nas'aluka hubbaka, wa hubba nabiyyika Muhammadin shallallahu 'alaihi wa sallam, wa hubba man yuhibbuka wa yuhibbu nabiyyak.
Artinya:
"Ya Allah, kami memohon kepada-Mu cinta kepada-Mu, cinta kepada Nabi-Mu Muhammad SAW, serta cinta kepada orang-orang yang mencintai-Mu dan mencintai Nabi-Mu."
Setelah itu, doa dapat diteruskan dengan memohon ampunan, kesehatan, keberkahan rezeki, keselamatan keluarga, serta kebaikan dunia dan akhirat.
Selain membaca bacaan Maulid Nabi, ada sejumlah amalan yang dapat dilakukan untuk mengisi malam Maulid, antara lain:
1. Memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.
2. Membaca Al-Qur'an dan memahami kandungannya.
3. Membaca sejarah atau sirah Nabi Muhammad SAW.
4. Mempelajari hadis-hadis Rasulullah SAW.
5. Memperbanyak istighfar dan dzikir.
6. Bersedekah dan membantu orang yang membutuhkan.
7. Berdoa untuk kebaikan diri, keluarga, bangsa, dan umat Islam.
8. Meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, peringatan Maulid tidak berhenti pada acara seremonial. Momentum tersebut dapat menjadi kesempatan untuk menghidupkan kembali kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui sholawat, ilmu, sedekah, dan keteladanan akhlak.
Baca juga: 50 Twibbon Maulid Nabi 2026 Gratis, Lengkap dengan Link dan Cara Pasangnya
Maulid Nabi pada akhirnya bukan hanya tentang seberapa banyak sholawat yang dibaca atau seberapa meriah acara yang diselenggarakan.
Yang lebih penting adalah bagaimana kecintaan kepada Rasulullah SAW memberikan perubahan dalam kehidupan sehari-hari.
Allah SWT berfirman:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
"Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu." (QS Al-Ahzab: 21).
Karena itu, malam Maulid dapat menjadi momentum untuk kembali bertanya kepada diri sendiri: sudah sejauh mana kita mengenal Rasulullah, mencintai beliau, membaca sunnahnya, dan meneladani akhlaknya?
Baca juga: 8 Tradisi Maulid Nabi di Berbagai Daerah di Indonesia dan Ciri Khasnya
Membaca doa malam Maulid Nabi, bacaan Maulid Nabi, dan sholawat Maulid Nabi dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk menumbuhkan kecintaan tersebut. Namun, kecintaan yang paling bermakna adalah ketika sholawat dan doa tersebut berlanjut menjadi akhlak serta perilaku yang mencerminkan keteladanan Rasulullah SAW.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT