Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Al Jabbar: Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya

Kompas.com, 28 Agustus 2026, 20:34 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Doa Al Jabbar merupakan salah satu amalan yang menggunakan nama Allah dalam Asmaul Husna.

Al Jabbar memiliki makna Yang Maha Perkasa, sehingga nama ini dapat disebut dalam doa sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT.

Baca juga: Al Jabbar dalam Asmaul Husna: Arti, Dalil, dan Doa Lengkap

Anjuran berdoa dengan menyebut Asmaul Husna terdapat dalam Surat Al-A'raf ayat 180:

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا، وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ، سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Artinya, “Allah memiliki Asmaul Husna maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna (nama-nama terbaik) itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang mereka kerjakan” (QS. Al-Araf : 180)

Baca juga: Asmaul Husna: 99 Nama Indah Allah dan Maknanya

Pengertian Doa Al Jabbar

Pembahasan mengenai doa Al Jabbar berkaitan dengan makna salah satu Asmaul Husna yang dapat disebut ketika memohon pertolongan Allah. Berikut penjelasan mengenai arti Al Jabbar dan maknanya dalam kehidupan umat Islam.

Apa Itu Al Jabbar dalam Asmaul Husna

Al-Jabbar (الْجَبَّارُ) merupakan salah satu nama Allah SWT yang termasuk dalam 99 Asmaul Husna. Nama tersebut memiliki arti Yang Maha Perkasa atau Yang Maha Kuat.

Allah SWT menyebut nama Al Jabbar dalam Al-Qur’an Surah Al-Hasyr:

هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِي لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡمَلِكُ ٱلۡقُدُّوسُ ٱلسَّلَٰمُ ٱلۡمُؤۡمِنُ ٱلۡمُهَيۡمِنُ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡجَبَّارُ ٱلۡمُتَكَبِّرُۚ سُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يُشۡرِكُونَ

“Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. Al-Hasyr: 23)

Mengutip Tafsir As-Sa’di karangan Asy-Syaikh As-Sadi rahimahullah, makna nama Al Jabbar secara ringkas adalah Yang Maha Tinggi, Yang Memaksa, Yang Memperbaiki Kalbu, dan Yang Memperbaiki yang Lemah.

Makna Doa Al Jabbar dalam Kehidupan

Sebagian umat muslim meyakini bahwa doa Al Jabbar yang diamalkan dapat “mengirimkan balasan” terhadap orang-orang yang telah menyakiti. Hal tersebut berkaitan dengan permohonan kepada Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Memaksa melalui doa yang dipanjatkan dengan khusyuk.

Bacaan Doa Al Jabbar

Bacaan doa dengan Asmaul Husna Al Jabbar dapat disimak dalam bentuk tulisan Arab sebelum melihat latin dan artinya. Bagian berikut dapat menjadi panduan untuk mengenali bacaan serta memahami makna yang terkandung di dalamnya. 

Doa Al Jabbar Arab

Doa Pertama

هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْمَلِكُ ٱلْقُدُّوسُ ٱلسَّلَٰمُ ٱلْمُؤْمِنُ ٱلْمُهَيْمِنُ ٱلْعَزِيزُ ٱلْجَبَّارُ ٱلْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Doa Kedua

تَكُونُ الأَرْضُ يَوْمَ القِيَامَةِ خُبْزَةً وَاحِدَةً يَتَكَفَّؤُهَا الجَبَّارُ بِيَدِهِ كَمَا يَكْفَأُ أَحَدُكُمْ خُبْزَتَهُ فِى السَّفَرِ نُزُلًا لِأَهْلِ الجَنَّةِ .

Doa Al Jabbar Latin dan Artinya

Doa Pertama

Latin: “Huwallāhullażī lā ilāha illā huw, al-malikul-quddụsus-salāmul-mu'minul-muhaiminul-‘azīzul-jabbārul-mutakabbir, sub-ḥānallāhi ‘ammā yusyrikụn”

Artinya: “Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.”

Doa Kedua

Latin: Takūnu al-arḍu yawma al-qiyāmati khubzah wāḥidah yatakaffauhu al-jabbāru biyadihi kamā yakfa’u aḥadukum khubzatahu fī al-safari nuzulan li’ahli al-jannah.”

Artinya: “Pada Hari Kiamat nanti, bumi ini bagaikan sebuah roti yang diperlakukan oleh Allah Al-Jabbar (Yang Maha Kuasa sesuka-Nya) sebagaimana salah seorang diantara kamu yang memperlakukan rotinya ketika sedang dalam safar (perjalanan), sebagai hidangan bagi Ahli surga.”

Keutamaan Mengamalkan Doa Al Jabbar

Pengamalan doa Al Jabbar dapat diarahkan sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT dalam menghadapi berbagai keadaan. Beberapa keutamaan yang dikaitkan dengan amalan ini dapat dipahami melalui tujuan doa dan dzikir yang dilakukan.

Menenangkan Hati yang Gelisah

Membaca doa dengan menyebut Al Jabbar dapat menjadi salah satu bentuk ikhtiar untuk memohon ketenangan ketika hati sedang diliputi kegelisahan. Pengamalannya dapat dilakukan sambil menghayati makna Al Jabbar sebagai nama Allah Yang Maha Perkasa.

Mendapat Perlindungan dari Kezaliman

Doa Al Jabbar juga dapat diamalkan ketika seseorang memohon perlindungan Allah dari kezaliman atau perlakuan yang menyakiti. Permohonan tersebut diarahkan kepada Allah SWT sebagai Zat Yang Maha Perkasa dan memiliki kekuasaan atas segala sesuatu.

Mendekatkan Diri kepada Allah

Menyebut Asmaul Husna dalam doa dapat menjadi bagian dari upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pengamalan tersebut dilakukan dengan menyadari kebesaran dan kekuasaan Allah melalui nama Al Jabbar.

Bacaan Dzikir Ya Jabbar

Al Jabbar sebagai Asmaul Husna dapat diamalkan sebagai dzikir. Saat membacanya, hilangkan kata "Al" dan dibaca seperti Ya Jabbar.

Dzikir Ya Jabbar Arab

يَا جَبَّارُ مُتَكَبِّرُ

Dzikir Ya Jabbar Latin dan Artinya

Latin: Ya Jabbar Mutakabbir

Artinya: Wahai yang perkasa dan memiliki segala kebesaran

Manfaat Dzikir Ya Jabbar

Dzikir Ya Jabbar dapat diamalkan dengan memperhatikan niat serta makna yang terkandung di dalam bacaannya. Berikut beberapa manfaat yang dikaitkan dengan pengamalan dzikir Ya Jabbar dalam kehidupan sehari-hari.

Menguatkan Mental dan Emosi

Dzikir Ya Jabbar dapat menjadi sarana untuk memohon kekuatan kepada Allah SWT ketika menghadapi tekanan dalam kehidupan. Mengingat kebesaran Allah diharapkan dapat membantu seseorang menghadapi keadaan dengan lebih tenang.

Membuka Jalan Rezeki

Dzikir Ya Jabbar juga dapat diamalkan sebagai bentuk ikhtiar batin sambil memohon kemudahan dalam urusan rezeki. Pengamalannya tetap disertai usaha dalam menjalani berbagai kebutuhan kehidupan.

Menumbuhkan Rasa Tawakal

Menyebut Ya Jabbar dapat mengingatkan seorang muslim bahwa Allah SWT memiliki kekuasaan atas segala sesuatu. Kesadaran tersebut dapat menumbuhkan sikap tawakal setelah seseorang melakukan ikhtiar.

Waktu Terbaik Membaca Doa Al Jabbar

Doa Al Jabbar dapat diamalkan pada waktu yang dianggap baik untuk berdoa dan berdzikir. Beberapa waktu berikut dapat menjadi pilihan bagi umat Islam untuk mengamalkannya sesuai kebutuhan dan kebiasaan.

Setelah Sholat Fardhu

Doa Al Jabbar dapat dibaca setelah melaksanakan sholat fardhu sebagai bagian dari rangkaian dzikir dan doa. Waktu tersebut dapat digunakan untuk memanjatkan permohonan kepada Allah SWT dengan khusyuk.

Sepertiga Malam Terakhir

Sepertiga malam terakhir menjadi salah satu waktu yang dapat digunakan untuk memperbanyak doa dan dzikir. Pada waktu ini, doa Al Jabbar dapat diamalkan sambil memohon pertolongan dan kekuatan kepada Allah SWT.

Saat Sedang Mengalami Kesulitan

Doa Al Jabbar dapat dibaca ketika seseorang sedang menghadapi kesulitan, kegelisahan, atau persoalan dalam kehidupan. Pengamalannya menjadi bentuk ikhtiar untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT.

Cara Mengamalkan Doa Al Jabbar

Pengamalan doa Al Jabbar dapat dilakukan dengan memperhatikan niat, keteraturan, dan pemahaman terhadap bacaan. Hal tersebut membantu agar aktivitas doa dan dzikir tidak sekadar dilakukan secara lisan, tetapi juga dihayati maknanya.

Membaca dengan Niat Ikhlas

Doa Al Jabbar sebaiknya diamalkan dengan niat yang ikhlas untuk memohon pertolongan dan ridha Allah SWT. Niat tersebut menjadi bagian penting dalam menjalankan amalan doa dan dzikir.

Istiqamah dalam Dzikir

Dzikir Ya Jabbar dapat dilakukan secara istiqamah sesuai kemampuan dan kebiasaan masing-masing. Konsistensi dalam berdzikir dapat membantu menjadikan amalan tersebut sebagai bagian dari rutinitas ibadah.

Memahami Makna Bacaan

Memahami arti bacaan doa dan dzikir Al Jabbar penting agar setiap lafal yang diucapkan dapat dihayati. Dengan memahami maknanya, seseorang dapat lebih menyadari kebesaran, kekuatan, dan kekuasaan Allah SWT.

Kesimpulan

Doa Al Jabbar merupakan amalan yang menyebut salah satu nama Allah dalam Asmaul Husna. Al Jabbar memiliki arti Yang Maha Perkasa atau Yang Maha Kuat dan disebutkan dalam Surah Al-Hasyr ayat 23.

Bacaan Al Jabbar dapat diamalkan dalam doa maupun dzikir dengan memahami arti dari setiap lafal yang dibaca.

Pengamalannya dapat dilakukan setelah sholat fardhu, pada sepertiga malam terakhir, atau ketika sedang menghadapi kesulitan.

Niat yang ikhlas, istiqamah dalam berdzikir, dan pemahaman terhadap makna bacaan menjadi hal yang dapat diperhatikan saat mengamalkannya.

Dengan demikian, doa dan dzikir Al Jabbar dapat menjadi bagian dari ikhtiar seorang muslim untuk memohon pertolongan serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

FAQ Seputar Doa Al Jabbar

Apa itu doa Al Jabbar?

Doa Al Jabbar adalah amalan dzikir yang memohon pertolongan Allah dengan menyebut salah satu Asmaul Husna, yaitu Al Jabbar, yang berarti Maha Perkasa.

Apa manfaat membaca Ya Jabbar?

Membaca Ya Jabbar dapat membantu menenangkan hati, menguatkan mental, serta memohon perlindungan dari kesulitan dan kezaliman. 

Kapan waktu terbaik membaca doa ini?

Waktu terbaik adalah setelah sholat, sepertiga malam terakhir, atau saat sedang mengalami kesedihan dan kesulitan.

Apakah doa Al Jabbar bisa dibaca setiap hari?

Ya, doa ini sangat dianjurkan dibaca secara rutin sebagai dzikir harian.

Apakah harus membaca dalam bahasa Arab?

Lebih utama membaca dalam bahasa Arab, tetapi memahami arti dan maknanya juga sangat penting

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Sholat di Kendaraan Saat Perjalanan, Kapan Diperbolehkan?
Sholat di Kendaraan Saat Perjalanan, Kapan Diperbolehkan?
Aktual
Orang Tua Kesulitan Ekonomi, Zakat Anak Tak Bisa Sembarangan Diberikan
Orang Tua Kesulitan Ekonomi, Zakat Anak Tak Bisa Sembarangan Diberikan
Aktual
Sholat Berjamaah Dimulai, Bolehkah Menyelesaikan Sholat Sunnah?
Sholat Berjamaah Dimulai, Bolehkah Menyelesaikan Sholat Sunnah?
Aktual
Tak Harus Menunggu Orang Tua Tiada, Ini Cara Berbakti Lewat Sedekah
Tak Harus Menunggu Orang Tua Tiada, Ini Cara Berbakti Lewat Sedekah
Aktual
Mengapa Bunuh Diri Dilarang dalam Islam? Ini Dalil Larangannya dalam Al-Qur'an dan Hadis
Mengapa Bunuh Diri Dilarang dalam Islam? Ini Dalil Larangannya dalam Al-Qur'an dan Hadis
Aktual
Dana Haji Rp185,73 Triliun, BPKH Soroti Tantangan Pengelolaan Jangka Panjang
Dana Haji Rp185,73 Triliun, BPKH Soroti Tantangan Pengelolaan Jangka Panjang
Aktual
Perbedaan Fajar Shadiq dan Fajar Kadzib yang Terkait dengan Awal Waktu Subuh
Perbedaan Fajar Shadiq dan Fajar Kadzib yang Terkait dengan Awal Waktu Subuh
Aktual
Apakah Ahli Waris Wajib Membayar Utang Orang yang Meninggal? Ini Penjelasannya
Apakah Ahli Waris Wajib Membayar Utang Orang yang Meninggal? Ini Penjelasannya
Aktual
Adzan Sebelum Masuk Waktu Subuh Disebut Apa? Ini Penjelasan Fungsi, Dalil, dan Hukumnya
Adzan Sebelum Masuk Waktu Subuh Disebut Apa? Ini Penjelasan Fungsi, Dalil, dan Hukumnya
Aktual
Mengapa Memuliakan Kaum Duafa Bisa Menjadi Jalan Pertolongan Allah?
Mengapa Memuliakan Kaum Duafa Bisa Menjadi Jalan Pertolongan Allah?
Aktual
3 Amalan Terpuji yang Justru Berujung Siksaan di Akhirat, Waspadai Riya
3 Amalan Terpuji yang Justru Berujung Siksaan di Akhirat, Waspadai Riya
Aktual
PUI Kecam Serangan Houthi di Arab Saudi, Minta Pemerintah RI Lindungi Jemaah Umrah
PUI Kecam Serangan Houthi di Arab Saudi, Minta Pemerintah RI Lindungi Jemaah Umrah
Aktual
Rajin Beribadah, tetapi Mengganggu Tetangga? Ini Pesan Majelis Tabligh Muhammadiyah
Rajin Beribadah, tetapi Mengganggu Tetangga? Ini Pesan Majelis Tabligh Muhammadiyah
Aktual
Lukman Hakim Bicara Dakwah Damai di Ngruki, Apa Maksudnya?
Lukman Hakim Bicara Dakwah Damai di Ngruki, Apa Maksudnya?
Aktual
Menag Soroti Legalitas Ijazah Pesantren, Pastikan Pengakuan Lulusan
Menag Soroti Legalitas Ijazah Pesantren, Pastikan Pengakuan Lulusan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar