Editor
KOMPAS.com - Setiap orang rmenggunakan waktunya beberapa jam sehari untuk beristirahat, termasuk untuk tidur.
Karena durasinya cukup panjang, waktu tidur dapat menjadi bagian dari rutinitas yang bernilai ibadah dengan membiasakan diri membaca doa sebelum tidur dan setelah bangun.
Kebiasaan tersebut juga dapat dilengkapi dengan dzikir, bacaan Al-Quran, serta adab tidur yang dianjurkan dalam Islam.
Dirangkum dari laman Muhammadiyah, MUI, dan sumber lainnya, berikut ulasan lengkap terkait doa dan dzikir sebelum dan sesudah tidur.
Baca juga: Doa Setelah Sholat Fardhu Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa sebelum tidur dapat dibaca sebagai penutup aktivitas sebelum seseorang beristirahat. Berikut bacaan doa sebelum tidur dalam tulisan Arab, Latin, beserta artinya.
بِسْمِكَ اللّهُمَّ اَحْيَا وَ بِسْمِكَ اَمُوْتُ
"Bismika allahumma ahyaa wa bismika amuut."
Artinya: "Dengan namaMu ya Allah, aku hidup dan aku mati."
Baca juga: Niat Shalat Subuh Sendiri dan Berjamaah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Setelah terbangun, seorang Muslim dapat mengawali kembali aktivitas dengan mengingat Allah melalui doa bangun tidur. Bacaan berikut dapat digunakan sebagai panduan dalam tulisan Arab, Latin, dan terjemahannya.
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
Al-hamdu li l-lahi al-ladhi ahyana ba'da ma amatana wa ilaihi-nnushur
Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah mengembalikan kehidupan, mematikan kami, dan hanya kepadaNyalah kami kembali."
Bacaan doa sebelum tidur tidak hanya menjadi ucapan yang dibaca menjelang terlelap. Setiap bagian dari doa tersebut dapat menjadi pengingat bagi seorang Muslim tentang hubungan dirinya dengan Allah sebelum mengakhiri aktivitas harian.
Membaca doa sebelum tidur menjadi bentuk penyerahan diri kepada Allah sebelum seseorang beristirahat. Waktu tidur membuat manusia berhenti dari berbagai aktivitas sehingga doa dapat menjadi pengingat bahwa kehidupan dan kematian berada dalam kehendak Allah.
Doa sebelum tidur membantu membiasakan diri mengingat Allah pada penghujung aktivitas harian. Kebiasaan tersebut membuat waktu beristirahat tidak hanya menjadi jeda dari kegiatan sehari-hari, tetapi juga diisi dengan mengingat dan memohon kepada Allah.
Kalimat dalam doa tidur mengandung pengakuan bahwa hidup dan mati berada dalam kekuasaan Allah. Karena itu, doa tersebut mengingatkan seorang Muslim untuk memasrahkan diri kepada Allah ketika akan beristirahat.
Selain membaca doa, waktu menjelang tidur dapat diisi dengan beberapa amalan yang membantu mempersiapkan diri untuk beristirahat. Beberapa kebiasaan berikut dapat dilakukan sebelum membaca doa dan memejamkan mata.
Berwudhu sebelum tidur dapat dilakukan sebagai bagian dari persiapan diri sebelum beristirahat. Dengan membersihkan diri dan berwudhu, seseorang dapat menutup aktivitas hariannya dalam keadaan bersih sebelum tidur.
Tempat tidur juga perlu dipastikan dalam keadaan bersih sebelum digunakan. Membersihkan atau mengibaskan tempat tidur menjadi salah satu persiapan yang dapat dilakukan sebelum berbaring.
Saat mulai tidur, posisi berbaring miring ke kanan menjadi salah satu adab yang dianjurkan. Posisi tersebut dapat diterapkan sejak seseorang mulai berbaring untuk beristirahat.
Setelah mempersiapkan diri, seorang Muslim dapat membaca doa sebelum tidur. Bacaan "Bismika allahumma ahyaa wa bismika amuut" menjadi doa yang dapat diamalkan sebelum memejamkan mata.
Waktu sebelum tidur juga dapat diisi dengan berdzikir dan mengingat Allah. Dzikir dapat menjadi bagian dari kebiasaan sebelum tidur setelah seseorang menyelesaikan aktivitas hariannya.
Selain doa dan dzikir, bacaan Al-Quran juga dapat menjadi bagian dari amalan sebelum tidur. Beberapa surat dan ayat berikut dapat dibaca ketika seseorang hendak beristirahat.
Siapa yang membaca ayat Kursi sebelum tidur, maka ia akan terus dijaga oleh Allah dan terlindungi dari gangguan setan hingga pagi hari.
Surat Al-Ikhlas dapat dibaca sebagai bagian dari bacaan Al-Quran sebelum tidur. Membaca surat ini dapat dilakukan bersama dengan Surat Al-Falaq dan Surat An-Nas menjelang beristirahat.
Surat Al-Falaq termasuk bacaan yang dapat diamalkan sebelum tidur. Surat ini dapat dibaca bersama Surat Al-Ikhlas dan Surat An-Nas sebagai rangkaian bacaan sebelum beristirahat.
Surat An-Nas juga dapat dibaca sebelum tidur. Pembacaannya dapat dilakukan bersama Surat Al-Ikhlas dan Al-Falaq sebelum seseorang mengakhiri aktivitas dan beristirahat.
Selain surat-surat tersebut, seorang Muslim dapat membaca ayat atau surat Al-Quran lainnya sebelum tidur. Salah satunya adalah dua ayat terakhir Surat Al Baqarah.
Siapa yang membaca dua ayat Surat Al Baqarah ayat 285-286 pada malam hari, maka dua ayat tersebut telah memberi kecukupan baginya
Sebelum membaca, mengumpulkan dua telapak tangan. Lalu ditiup dan dibacakan surat Kemudian dua telapak tangan tersebut mengusap tubuh yang dapat dijangkau, dimulai dari kepala, wajah dan tubuh bagian depan.
Dzikir menjelang tidur dapat menjadi waktu untuk menenangkan diri setelah menyelesaikan berbagai aktivitas. Berikut beberapa bentuk dzikir yang dapat dibaca sebelum beristirahat, termasuk tasbih, tahmid, takbir, dan istighfar.
سُبْحَانَ اللهِ (Subhanallah)
Artinya: Maha Suci Allah.
Tasbih dapat dibaca sebelum tidur sebagai bentuk mengingat dan menyucikan Allah. Bacaan ini menjadi salah satu dzikir yang dapat dilakukan ketika seseorang bersiap mengakhiri aktivitas hariannya.
الْحَمْدُ لِلَّهِ (Alhamdulillah)
Artinya: Segala puji bagi Allah.
Tahmid merupakan dzikir berupa pujian kepada Allah. Membacanya sebelum tidur dapat menjadi bentuk rasa syukur setelah menjalani aktivitas sepanjang hari.
اللَّهُ أَكْبَرُ (Allahu akbar)
Artinya: Allah Maha Besar
Takbir juga dapat menjadi bagian dari dzikir sebelum tidur. Membaca takbir mengingatkan seorang Muslim akan kebesaran Allah sebelum memasuki waktu istirahat.
Istighfar dapat dibaca sebelum tidur sebagai bentuk memohon ampun kepada Allah. Salah satu bacaan yang disebutkan adalah sebagai berikut.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَالَ حِينَ يَأْوِي إِلَى فِرَاشِهِ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ ذُنُوبَهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ رَمْلٍ عَالِجٍ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ عَدَدِ وَرَقِ الشَّجَر
Astaghfirullahal ladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaihi)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Barangsiapa ketika akan tidur ia mengucapkan: (aku memohon ampun kepada Allah yang tidak ada Tuhan yang patut di sembah selain Dia, Yang Maha Hidup dan Maha Benar, dan aku bertaubat kepada-Nya) sebanyak tiga kali, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan, sebanyak gunung pasir, dan sebanyak jumlah daun di pepohonan (HR Ahmad: 19625).
Adab tidur dalam Islam dapat diterapkan sejak seseorang mempersiapkan diri hingga berbaring. Beberapa kebiasaan berikut dapat menjadi panduan untuk mengakhiri aktivitas harian sebelum memasuki waktu istirahat.
Sebelum tidur, seseorang dapat membersihkan diri terlebih dahulu dan memastikan tempat tidur dalam keadaan bersih. Persiapan tersebut dilakukan sebelum berbaring agar waktu istirahat dimulai dalam kondisi yang lebih nyaman.
Posisi miring ke kanan dapat diterapkan ketika mulai berbaring. Kebiasaan ini menjadi salah satu adab tidur yang dapat dilakukan sebelum seseorang terlelap.
Membaca doa dan berdzikir sebelum tidur membantu mengisi penghujung aktivitas dengan mengingat Allah. Doa sebelum tidur dapat dibaca setelah berbagai persiapan selesai dilakukan.
Istirahat pada malam hari juga dapat disertai dengan niat dan persiapan untuk bangun ketika waktu Subuh tiba. Dengan demikian, tidur tidak membuat seseorang mengabaikan kewajiban untuk melaksanakan sholat Subuh.
Membaca doa sebelum tidur dapat menjadi kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap malam. Berikut beberapa hal yang dapat menjadi bagian dari makna dan manfaat membiasakan doa sebelum beristirahat.
Doa sebelum tidur membuat aktivitas mengingat Allah menjadi bagian dari rutinitas sebelum beristirahat. Kebiasaan tersebut dapat dilakukan secara konsisten setiap malam.
Membaca doa dan melakukan amalan sebelum tidur menjadi bagian dari upaya mengikuti tuntunan Rasulullah SAW. Kebiasaan tersebut dapat diterapkan dalam rutinitas sehari-hari sebelum beristirahat.
Doa sebelum tidur juga menjadi pengingat untuk menyerahkan diri kepada Allah. Sikap tersebut dapat menumbuhkan rasa tawakal setelah seluruh aktivitas harian selesai dilakukan.
Doa dan dzikir dapat menjadi penutup sebelum seseorang beristirahat. Dengan membacanya, aktivitas harian diakhiri dengan mengingat Allah sebelum memasuki waktu tidur.
Bangun tidur menjadi awal untuk kembali menjalankan aktivitas setelah beristirahat. Beberapa amalan sederhana dapat dilakukan sejak membuka mata hingga mempersiapkan diri untuk menjalankan kewajiban berikutnya.
Doa bangun tidur dapat dibaca setelah terjaga sebagai bentuk pujian dan rasa syukur kepada Allah. Bacaan tersebut menjadi doa yang mengawali aktivitas setelah seseorang kembali bangun dari tidur.
Setelah bangun, seorang Muslim dapat mengingat Allah dan bersyukur atas kesempatan untuk kembali menjalani aktivitas. Rasa syukur tersebut dapat diwujudkan melalui doa, dzikir, dan menjalankan aktivitas dengan baik.
Apabila waktu sholat telah masuk, seseorang dapat segera mempersiapkan diri untuk melaksanakannya. Pada pagi hari, persiapan tersebut dilakukan untuk melaksanakan sholat Subuh.
Pertanyaan tentang doa sebelum tidur umumnya berkaitan dengan bacaan, arti, surat Al-Quran, hingga adab ketika hendak beristirahat. Berikut jawaban singkat untuk beberapa pertanyaan yang sering muncul mengenai doa tidur.
Bacaan doa sebelum tidur adalah:
بِسْمِكَ اللّهُمَّ اَحْيَا وَ بِسْمِكَ اَمُوْتُ
Latin: "Bismika allahumma ahyaa wa bismika amuut."
"Bismika Allahumma Ahya wa Bismika Amut" berarti, "Dengan namaMu ya Allah, aku hidup dan aku mati."
Doa ketika bangun tidur adalah:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
Latin: Al-hamdu li l-lahi al-ladhi ahyana ba'da ma amatana wa ilaihi-nnushur.
Beberapa bacaan Al-Quran yang dapat dibaca sebelum tidur antara lain Ayat Kursi, Surat Al-Ikhlas, Surat Al-Falaq, dan Surat An-Nas. Dua ayat terakhir Surat Al Baqarah ayat 285-286 juga disebutkan sebagai bacaan yang dapat dibaca pada malam hari.
Berwudhu dapat dilakukan sebelum tidur sebagai bagian dari persiapan diri sebelum beristirahat. Kebiasaan tersebut dapat dilakukan setelah membersihkan diri dan sebelum membaca doa serta dzikir.
Posisi tidur yang dianjurkan dalam poin amalan sebelum tidur adalah berbaring dengan posisi miring ke kanan ketika mulai tidur.
Dzikir sebelum tidur dapat berupa tasbih, tahmid, takbir, dan istighfar. Selain itu, waktu sebelum tidur juga dapat diisi dengan membaca doa serta bacaan Al-Quran.
Doa tidur dan bangun tidur menjadi bagian dari kebiasaan seorang Muslim untuk mengingat Allah sebelum beristirahat dan setelah kembali bangun, disertai berbagai adab dan amalan yang dianjurkan
Membaca doa sebelum tidur dan setelah bangun dapat menjadi kebiasaan sederhana untuk mengingat Allah dalam keseharian.
Rutinitas tersebut dapat dilengkapi dengan dzikir, membaca Al-Quran, menjaga kebersihan diri dan tempat tidur, serta menerapkan posisi tidur yang dianjurkan.
Setelah bangun, doa dan rasa syukur dapat dilanjutkan dengan mempersiapkan diri untuk menjalankan aktivitas dan kewajiban, termasuk sholat Subuh.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.