Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Robbisrohli Sodri Wayassirli Amri: Arab, Latin, Arti, dan Kapan Dibaca

Kompas.com, 7 Oktober 2026, 08:45 WIB
Farid Assifa

Penulis

Sumber Kemenag

KOMPAS.com - Doa “Robbisrohli sodri wayassirli amri” merupakan doa yang dipanjatkan Nabi Musa AS ketika mendapat perintah Allah SWT untuk menghadapi Fir'aun. Doa ini terdapat dalam QS Thaha ayat 25-28.

Secara umum, doa tersebut berisi permohonan agar Allah SWT melapangkan hati, memudahkan urusan, melancarkan kemampuan berbicara, dan membuat perkataan dapat dipahami orang lain.

Karena maknanya sangat luas, doa Nabi Musa AS ini kerap diamalkan ketika seseorang menghadapi tugas, ujian, pekerjaan, pertemuan penting, berbicara di depan orang lain, atau situasi yang membutuhkan ketenangan dan kelancaran.

Baca juga: Doa Setelah Sholat Dhuha Lengkap dengan Arti, Niat, dan Tata Caranya

Bacaan Doa Robbisrohli Sodri Wayassirli Amri

Berikut bacaan lengkap doa Nabi Musa AS sebagaimana terdapat dalam QS Thaha ayat 25-28:

Arab:

رَبِّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْ ۙ
وَيَسِّرْ لِيْٓ اَمْرِيْ ۙ
وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّنْ لِّسَانِيْ ۙ
يَفْقَهُوْا قَوْلِيْ ۖ

Latin:

Rabbisyrah lii shadrii, wa yassir lii amrii, wahlul 'uqdatan min lisaanii, yafqahuu qaulii.

Artinya:

"Dia (Musa) berkata, 'Wahai Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.'"

Dalam transliterasi populer di Indonesia, bacaan ini juga sering ditulis “Robbisrohli sodri wa yassirli amri, wahlul 'uqdatan min lisani yafqahu qauli.” Perbedaan penulisan tersebut merupakan bentuk transliterasi, sedangkan teks Al-Qur'annya tetap merujuk pada QS Thaha ayat 25-28.

Doa Robbisrohli Sodri untuk Apa?

Doa ini pada dasarnya merupakan permohonan Nabi Musa AS kepada Allah SWT sebelum menjalankan tugas berat. Karena itu, kandungannya dapat diamalkan dalam berbagai keadaan yang membutuhkan pertolongan Allah.

1. Memohon kelapangan hati

Kalimat “Rabbisyrah lii shadrii” berarti “Wahai Tuhanku, lapangkanlah dadaku.”

Permohonan ini berkaitan dengan kesiapan hati dalam menghadapi tugas dan tantangan. Seseorang dapat mengamalkannya ketika sedang merasa cemas, takut, tertekan, atau menghadapi persoalan yang berat.

Konteks ayat menunjukkan bahwa Nabi Musa AS sendiri menghadapi tugas besar ketika Allah memerintahkannya untuk berhadapan dengan Fir'aun. Dalam penjelasan Tafsir Kemenag pada ayat terkait, Musa digambarkan menyadari beratnya tugas tersebut dan memohon kepada Allah agar dilapangkan dadanya.

2. Memohon kemudahan dalam urusan

Kalimat “Wa yassir lii amrii” berarti “dan mudahkanlah untukku urusanku.”

Bagian ini menjadi permohonan agar Allah memberikan kemudahan dalam menjalankan suatu urusan.

Karena itu, doa ini dapat dibaca ketika hendak menghadapi pekerjaan penting, ujian, perjalanan, rapat, presentasi, atau persoalan lain yang dirasakan berat.

Namun, doa ini bukan berarti seseorang cukup berdoa tanpa berusaha. Doa Nabi Musa justru menunjukkan bahwa permohonan kepada Allah berjalan bersama dengan pelaksanaan tugas yang diberikan-Nya.

3. Memohon kelancaran berbicara

Selanjutnya Nabi Musa AS berdoa:

“Wahlul 'uqdatan min lisaanii”

yang berarti “lepaskanlah kekakuan dari lidahku.”

Kemudian dilanjutkan:

“Yafqahuu qaulii”

atau “agar mereka mengerti perkataanku.”

Dengan demikian, salah satu kandungan utama doa ini adalah permohonan agar seseorang dapat menyampaikan sesuatu dengan baik dan mudah dipahami.

Inilah sebabnya doa tersebut sangat relevan diamalkan sebelum berbicara di depan banyak orang, menyampaikan presentasi, memberikan ceramah, mengajar, mengikuti wawancara, atau melakukan komunikasi penting.

Yang perlu ditekankan, Al-Qur'an tidak secara khusus menyebut doa ini sebagai “doa sebelum presentasi”, “doa sebelum ujian”, atau “doa sebelum wawancara kerja”. Penggunaan dalam situasi tersebut merupakan bentuk pengamalan kandungan doa untuk memohon kelapangan, kemudahan, dan kelancaran berbicara.

Doa Nabi Musa Sebelum Menghadapi Fir'aun

Doa ini tidak dapat dilepaskan dari kisah Nabi Musa AS.

Allah SWT memerintahkan Musa untuk menyampaikan risalah kepada Fir'aun. Dalam rangkaian ayat sebelum dan sesudah doa tersebut, Musa memohon agar Allah memberikan kemampuan menjalankan tugas itu.

Setelah memohon kelapangan dada, kemudahan urusan, dan kelancaran berbicara, Nabi Musa AS juga memohon agar Allah menjadikan Harun sebagai pembantunya:

“Waj'al lii waziiran min ahlii, Haaruuna akhii.”

Artinya, “Dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, (yaitu) Harun, saudaraku.”

Konteks ini menunjukkan bahwa doa tersebut bukan semata-mata permohonan agar persoalan menjadi mudah, tetapi juga permohonan kesiapan diri untuk menjalankan amanah yang berat.

Tafsir Kemenag menjelaskan bahwa Nabi Musa AS menyadari kekhawatiran menghadapi Fir'aun dan kaumnya. Musa juga merasa kemampuan lisannya tidak sefasih Harun, sehingga ia memohon agar Harun membantunya dalam menyampaikan risalah.

Kapan Doa Robbisrohli Sodri Dibaca?

Tidak terdapat keterangan dalam QS Thaha ayat 25-28 yang menetapkan waktu khusus atau jumlah tertentu untuk membaca doa tersebut.

Karena itu, umat Islam dapat mengamalkannya ketika membutuhkan pertolongan Allah, terutama ketika menghadapi suatu urusan yang membutuhkan ketenangan, kemudahan, dan kemampuan menyampaikan sesuatu dengan baik.

Beberapa keadaan yang relevan, antara lain:

- sebelum berbicara di depan banyak orang;
- sebelum mengajar atau memberikan ceramah;
- sebelum presentasi;
- sebelum mengikuti ujian;
- sebelum wawancara kerja;
- ketika menghadapi pekerjaan atau tugas yang berat;
- ketika merasa gugup atau tidak percaya diri;
- ketika menghadapi pertemuan atau pembicaraan penting;
- ketika hendak menyampaikan nasihat atau dakwah.

Yang perlu dibedakan adalah contoh penggunaan dengan ketentuan syariat. Al-Qur'an memberikan doa tersebut melalui kisah Nabi Musa, tetapi tidak menetapkan bahwa doa itu hanya boleh dibaca pada keadaan-keadaan di atas.

Doa Robbisrohli untuk Belajar dan Ujian

Doa ini juga sangat populer di kalangan pelajar karena salah satu kandungannya adalah memohon kelapangan hati dan kemudahan dalam urusan.

Seseorang dapat membacanya sebelum belajar atau menghadapi ujian sebagai bentuk permohonan kepada Allah agar diberikan ketenangan dan kemudahan.

Namun, tidak tepat jika dikatakan bahwa QS Thaha ayat 25-28 adalah doa khusus yang ditetapkan Nabi Muhammad SAW untuk ujian. Yang secara jelas terdapat dalam Al-Qur'an adalah bahwa doa tersebut merupakan doa Nabi Musa AS ketika menghadapi tugas yang berat.

Dengan demikian, membaca doa ini sebelum belajar atau ujian dapat dipahami sebagai pengamalan doa Al-Qur'an untuk memohon pertolongan Allah, bukan sebagai ritual wajib sebelum ujian.

Doa Robbisrohli untuk Kelancaran Berbicara

Bagian yang paling jelas berkaitan dengan komunikasi adalah:

وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّنْ لِّسَانِيْ ۙ يَفْقَهُوْا قَوْلِيْ

“Wahlul 'uqdatan min lisaanii, yafqahuu qaulii.”

Artinya, “Lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.”

Karena itu, doa ini sangat tepat dari sisi makna ketika seseorang hendak berbicara dan berharap dapat menyampaikan maksudnya secara jelas.

Misalnya, seorang guru sebelum mengajar dapat berdoa agar penjelasannya mudah dipahami. Seorang pembicara dapat memohon agar lisannya lancar. Demikian pula seseorang yang hendak menyampaikan pesan penting dapat memohon agar perkataannya dipahami dengan baik.

Makna “Lapangkan Dadaku” dalam Doa Nabi Musa

Kalimat “Rabbisyrah lii shadrii” tidak sekadar berkaitan dengan kondisi fisik dada.

Dalam konteks kisah Nabi Musa, permohonan tersebut berkaitan dengan kesiapan menghadapi tugas dan tantangan besar. Tafsir Kemenag menggambarkan kekhawatiran Musa ketika harus menghadapi Fir'aun dan kaumnya serta kekhawatirannya ketika menyampaikan hujah.

Karena itu, makna “lapangkanlah dadaku” dapat dipahami sebagai permohonan agar Allah memberikan keteguhan, ketenangan, kesiapan, dan keluasan dalam menghadapi tugas.

Apakah Doa Ini Boleh Dibaca untuk Berbagai Keperluan?

Boleh, selama dipahami sebagai doa yang bersumber dari Al-Qur'an dan dibaca untuk memohon pertolongan Allah dalam perkara yang baik.

Doa ini tidak dibatasi hanya untuk menghadapi Fir'aun. Al-Qur'an memuat doa Nabi Musa sebagai pelajaran bagi umat manusia.

Meski demikian, penting untuk tidak mengaitkan doa tersebut dengan klaim-klaim khusus yang tidak memiliki dasar, misalnya harus dibaca dalam jumlah tertentu agar pasti mendapatkan pekerjaan, pasti lulus ujian, atau pasti berhasil dalam suatu urusan.

Doa adalah permohonan kepada Allah, bukan formula yang menjamin hasil tertentu.

Baca juga: Doa Sebelum Tidur dan Bangun Tidur: Arab, Latin, Arti, dan Adabnya

Kesimpulan

“Robbisrohli sodri wa yassirli amri” adalah bagian dari doa Nabi Musa AS dalam QS Thaha ayat 25-28.

Doa tersebut berisi empat permohonan utama:

1. Kelapangan hati — Rabbisyrah lii shadrii.
2. Kemudahan urusan — Wa yassir lii amrii.
3. Kelancaran berbicara — Wahlul 'uqdatan min lisaanii.
4. Agar perkataan dipahami — Yafqahuu qaulii. 

Dengan kandungan tersebut, doa ini dapat diamalkan ketika seseorang menghadapi ujian, pekerjaan, presentasi, wawancara, ceramah, mengajar, pertemuan penting, atau persoalan hidup yang membutuhkan ketenangan dan kemudahan.

Yang paling penting, pengamalan doa tersebut tetap disertai ikhtiar, persiapan, dan tawakal kepada Allah SWT.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Apa Itu Dakwah Ekonomi dalam Islam? Ini Konsep dan Contohnya
Apa Itu Dakwah Ekonomi dalam Islam? Ini Konsep dan Contohnya
Aktual
PBNU dan Qatar Jajaki Beasiswa Santri hingga Pemasaran Produk Pesantren
PBNU dan Qatar Jajaki Beasiswa Santri hingga Pemasaran Produk Pesantren
Aktual
Doa Robbisrohli Sodri Wayassirli Amri: Arab, Latin, Arti, dan Kapan Dibaca
Doa Robbisrohli Sodri Wayassirli Amri: Arab, Latin, Arti, dan Kapan Dibaca
Doa dan Niat
Doa Sebelum Tidur dan Bangun Tidur: Arab, Latin, Arti, dan Adabnya
Doa Sebelum Tidur dan Bangun Tidur: Arab, Latin, Arti, dan Adabnya
Doa Harian
Menag Libatkan Tokoh Lintas Agama untuk Perkuat Tata Kelola Dana Umat
Menag Libatkan Tokoh Lintas Agama untuk Perkuat Tata Kelola Dana Umat
Aktual
Niat Mandi Wajib Setelah Berhubungan: Arab, Latin, Arti, dan Tata Caranya
Niat Mandi Wajib Setelah Berhubungan: Arab, Latin, Arti, dan Tata Caranya
Doa dan Niat
Muhaimin: Pesantren Harus Cetak Santri Mandiri dan Ciptakan Peluang
Muhaimin: Pesantren Harus Cetak Santri Mandiri dan Ciptakan Peluang
Aktual
Kemenag Siapkan Edukasi Halal lewat Khutbah Jumat dan Bimbingan Calon Pengantin
Kemenag Siapkan Edukasi Halal lewat Khutbah Jumat dan Bimbingan Calon Pengantin
Aktual
Stres Skripsi? Riset Temukan Kaitan Sholat Dhuha dan Ketenangan Jiwa
Stres Skripsi? Riset Temukan Kaitan Sholat Dhuha dan Ketenangan Jiwa
Aktual
Doa Setelah Sholat Dhuha Lengkap dengan Arti, Niat, dan Tata Caranya
Doa Setelah Sholat Dhuha Lengkap dengan Arti, Niat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Doa Masuk Rumah: Arab, Latin, Arti, Adab, dan Doa Keluar Rumah
Doa Masuk Rumah: Arab, Latin, Arti, Adab, dan Doa Keluar Rumah
Doa dan Niat
Doa agar Hujan Berhenti: Arab, Latin, Arti, dan Adab Saat Hujan
Doa agar Hujan Berhenti: Arab, Latin, Arti, dan Adab Saat Hujan
Doa dan Niat
Muhaimin Kunjungi Pesan Trend, Santri Belajar Bertani hingga Mengolah Limbah
Muhaimin Kunjungi Pesan Trend, Santri Belajar Bertani hingga Mengolah Limbah
Aktual
Doa Masuk Kamar Mandi dan Keluar: Arab, Latin, Arti, dan Adabnya
Doa Masuk Kamar Mandi dan Keluar: Arab, Latin, Arti, dan Adabnya
Doa Harian
Kemenhaj Bahas Peluang Jemaah Haji-Umrah Indonesia Wisata ke Yordania
Kemenhaj Bahas Peluang Jemaah Haji-Umrah Indonesia Wisata ke Yordania
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar