Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Waktu Mustajab untuk Berdoa di Hari Jumat, Jangan Sampai Dilewatkan

Kompas.com, 23 Oktober 2026, 13:51 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com - Hari Jumat menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperbanyak doa karena terdapat waktu istimewa ketika permohonan kepada Allah SWT berpeluang dikabulkan.

Pada hari ini, kaum muslimin dianjurkan memperbanyak berbagai amalan, seperti membaca Alquran, berdzikir, bershalawat, bersedekah, serta melakukan ibadah lainnya.

Baca juga: Meninggal Hari Jumat, Benarkah Memiliki Keutamaan dalam Islam? Simak Penjelasan Hadistnya

Hadist Waktu Mustajab untuk Berdoa pada Hari Jumat

Dilansir dari laman MUI, sejumlah riwayat hadis menyebutkan adanya waktu istimewa pada hari Jumat yang sangat diharapkan menjadi waktu terkabulnya doa.

Baca juga: Manfaat Baca Shalawat Hari Jumat, Benarkah Dilipatgandakan 10 Kali?

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menjelaskan keutamaan waktu tersebut sebagai berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَالَ فِيْهِ سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا

Artinya: “Dari Sahabat Abi Hurairah r.a, sungguh Rasulullah SAW menyebut hari Jumat kemudian berkomentar perihal Jumat: ‘Pada hari itu terdapat waktu yang tidaklah seorang muslim menemuinya dalam kondisi beribadah seraya ia memohon kepada Allah suatu hajat, kecuali Allah mengabulkan permintaannya.’ Rasulullah lantas memberi isyarat dengan tangannya bahwa waktu tersebut sangat sebentar.” (HR Bukhari)

Hadis tersebut menunjukkan adanya waktu istimewa pada hari Jumat yang berlangsung singkat.

Namun, Rasulullah SAW tidak menjelaskan secara tegas kapan waktu tersebut terjadi sehingga umat Islam dianjurkan memperbanyak doa sepanjang hari Jumat.

Kapan Waktu Mustajab untuk Berdoa pada Hari Jumat?

Para ulama memiliki sejumlah pendapat mengenai waktu ijabah doa pada hari Jumat.

Mayoritas kalangan Syafi’iyyah berpendapat bahwa waktu yang paling diharapkan adalah sejak khatib duduk di mimbar sebelum menyampaikan khutbah hingga imam selesai melaksanakan shalat Jumat dengan salam.

Pendapat ini dijelaskan oleh Syekh Zakariya al-Anshari (wafat 926 H) dalam kitabnya sebagai berikut:

وَسُنَّ إكْثَارُ دُعَاءٍ يَوْمِهَا وَلَيْلَتَهَا أَمَّا يَوْمُهَا فَلِرَجَاءِ أَنْ يُصَادِفَ سَاعَةَ الْإِجَابَةِ وَهِيَ سَاعَةٌ خَفِيْفَةٌ وَأَرْجَاهَا مِنْ جُلُوْسِ الْخَطِيْبِ إلَى آخِرِ الصَّلَاةِ كَمَا فِيْ خَبَرِ مُسْلِمٍ

Artinya: “Disunnahkan memperbanyak doa pada hari Jumat dan malam Jumat. Adapun anjuran memperbanyak doa pada siang hari Jumat adalah karena adanya harapan supaya doa itu bertepatan dengan waktu mustajab, yaitu waktu yang sangat singkat. Waktu yang paling diharapkan sebagai saat dikabulkannya doa ialah sejak khatib duduk di mimbar hingga selesainya pelaksanaan shalat Jumat, sebagaimana disebutkan dalam riwayat Imam Muslim.” (Fath al-Wahab bi Syarhi Minhaj at-Thullab [Beirut: Dar al-Fikr], vol. 1, h. 91)

Berdasarkan penjelasan tersebut, rentang waktu sejak khatib duduk di mimbar hingga shalat Jumat berakhir menjadi salah satu waktu yang paling diharapkan sebagai saat ijabah doa.

Bagaimana Cara Berdoa saat Khutbah Jumat Berlangsung?

Anjuran memanfaatkan waktu mustajab ketika khutbah berlangsung menimbulkan pertanyaan mengenai adab jamaah. Sebab, umat Islam diperintahkan untuk diam dan menyimak khutbah dengan saksama.

Para ulama menjelaskan bahwa doa tidak harus selalu diucapkan melalui lisan. Seseorang dapat menghadirkan permohonannya di dalam hati sehingga tetap menjaga adab mendengarkan khutbah.

Syekh Sulaiman al-Bujairami (wafat 1221 H) menerangkan persoalan tersebut dalam kitabnya:

فَانْدَفَعَ مَا قِيْلَ كَيْفَ يَأْتِي بِالدُّعَاءِ فِيْ حَالِ الْخُطْبَةِ وَهُوَ مَأْمُوْرٌ بِالْإِنْصَاتِ. وَأَجَابَ الْبُلْقِيْنِيُّ بِأَنَّهُ لَيْسَ مِنْ شُرُوْطِ الدُّعَاءِ التَّلَفُّظُ بَلْ اسْتِحْضَارُ ذَلِكَ فِيْ قَلْبِهِ كَافٍ

Artinya: “Dengan begitu, maka terjawablah pertanyaan: ‘Bagaimana mungkin seseorang berdoa tatkala khutbah berlangsung, padahal ia diperintahkan untuk diam dan menyimaknya? Syekh Sirajuddin al-Bulqini menjelaskan bahwa berdoa tidak disyaratkan harus dilafazkan. Cukup menghadirkan permohonan tersebut di dalam hati.” (Hasyiyah al-Bujairami ‘ala Syarh al-Minhaj [Beirut: Dar al-Fikr], vol. 1, h. 401)

Penjelasan tersebut menegaskan bahwa jamaah dapat memanjatkan doa di dalam hati ketika khutbah berlangsung tanpa melafalkannya. Dengan begitu, jamaah tetap dapat menyimak khutbah sekaligus memohon kepada Allah SWT.

Amalan yang Dianjurkan agar Tidak Melewatkan Waktu Mustajab

Waktu ijabah pada hari Jumat tidak diketahui secara pasti. Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa sejak malam Jumat hingga sepanjang hari Jumat, bukan hanya pada rentang waktu antara khatib duduk di mimbar dan berakhirnya shalat Jumat.

Selain berdoa, ada sejumlah amalan yang dapat dilakukan untuk mengisi hari Jumat dengan ibadah dan kebaikan, di antaranya:

- Membaca Alquran.
- Memperbanyak dzikir.
- Bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
- Bersedekah.
- Melakukan berbagai amal kebaikan lainnya.

Dengan memperbanyak doa dan amalan tersebut, umat Islam dapat memanfaatkan keutamaan hari Jumat sebaik-baiknya.

Meskipun waktu antara khatib duduk di mimbar hingga shalat Jumat selesai menjadi salah satu waktu yang paling diharapkan sebagai saat ijabah, doa tetap dianjurkan sepanjang hari karena tidak ada seorang pun yang mengetahui secara pasti kapan waktu mustajab itu berlangsung.

Jangan sampai kesempatan berharga pada hari Jumat berlalu begitu saja tanpa doa, dzikir, shalawat, dan amal kebaikan lainnya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Sumpah Pemuda 1928: Sosok Johan Machmoed Tjaja dan Peran Jong Islamieten Bond
Sumpah Pemuda 1928: Sosok Johan Machmoed Tjaja dan Peran Jong Islamieten Bond
Aktual
Jadwal TKA Pesantren dan Madrasah Aliyah 2026 untuk Mapel Wajib, Pilihan, serta Ujian Susulan
Jadwal TKA Pesantren dan Madrasah Aliyah 2026 untuk Mapel Wajib, Pilihan, serta Ujian Susulan
Aktual
Legislator Minta Ditjen Pesantren Perkuat 5 Aspek, dari Anggaran hingga Keamanan Santri
Legislator Minta Ditjen Pesantren Perkuat 5 Aspek, dari Anggaran hingga Keamanan Santri
Aktual
Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Jejak Santri dalam Sejarah Persatuan Indonesia
Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Jejak Santri dalam Sejarah Persatuan Indonesia
Aktual
Hari Santri 2026, Menag Ajak ASN Kemenag Pakai Sarung dan Peci Seminggu Sekali
Hari Santri 2026, Menag Ajak ASN Kemenag Pakai Sarung dan Peci Seminggu Sekali
Aktual
Zakat Akhir Tahun: Cara Menghitung, Nisab, dan Golongan Penerimanya
Zakat Akhir Tahun: Cara Menghitung, Nisab, dan Golongan Penerimanya
Aktual
Alasan Shalat Istisqa Tetap Disunahkan Meski Hujan Telah Turun
Alasan Shalat Istisqa Tetap Disunahkan Meski Hujan Telah Turun
Aktual
Doa Saat Hujan Turun dan Setelah Hujan Reda, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Saat Hujan Turun dan Setelah Hujan Reda, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Doa Saat Hujan yang Diajarkan Rasulullah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Saat Hujan yang Diajarkan Rasulullah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Wisata Ramah Muslim di Jepang, dari Menikmati Ramen Halal hingga Berendam di Onsen
Wisata Ramah Muslim di Jepang, dari Menikmati Ramen Halal hingga Berendam di Onsen
Aktual
Menag Ajak Tradisikan Bersarung dan Berpeci sebagai Identitas Kebangsaan
Menag Ajak Tradisikan Bersarung dan Berpeci sebagai Identitas Kebangsaan
Aktual
Kemenag Gandeng Gus, Ning, dan Influencer dalam 5 Program Quick Win Pesantren
Kemenag Gandeng Gus, Ning, dan Influencer dalam 5 Program Quick Win Pesantren
Aktual
Ka'b bin Malik Sahabat yang Kisah Tobatnya Diabadikan dalam Al-Qur'an
Ka'b bin Malik Sahabat yang Kisah Tobatnya Diabadikan dalam Al-Qur'an
Aktual
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Ini Dalil dan Pengecualiannya
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Ini Dalil dan Pengecualiannya
Aktual
Insentif Dosen Ma’had Aly 2026 Naik Lebih dari 200 Persen, Cair Akhir November
Insentif Dosen Ma’had Aly 2026 Naik Lebih dari 200 Persen, Cair Akhir November
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar