Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hubungan Antara Hakikat Martabat dan Tanggung Jawab Manusia

Kompas.com, 7 November 2025, 11:01 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Dalam pandangan Islam, manusia bukanlah makhluk biasa — ia diberi hakikat spesial: ciptaan Allah SWT yang memiliki akal, roh, tanggung jawab dan martabat mulia.

Pada saat yang sama, martabat tersebut tidak menjadikan manusia bebas dari tanggung jawab — justru sebaliknya: tanggung jawab lah yang meneguhkan dan menjaga martabat kita.

Hakikat dan Martabat Manusia

Dilansir dari Jurnal ARIPAFI, hakikat manusia menurut ajaran Islam adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah, diberi akal dan roh, dan ditugaskan sebagai khalifah di bumi.

Martabat manusia (kemuliaan, harkat) diberikan secara intrinsik — bukan semata karena status sosial, kekayaan atau latar belakang— namun karena Allah menciptakan manusia dengan kemuliaan. Dalam Al-Qur’an disebut:

Baca juga: Ayat Seribu Dinar: Bacaan Arab, Latin, dan Terjemahannya

“Hai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku‐suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu…” (QS Al-Hujurat 49:13)

Dengan demikian, martabat manusia sangat terkait dengan takwa dan ketaatan terhadap Allah. 

Tanggung Jawab sebagai Peneguh Martabat

Karena manusia diciptakan dengan martabat, maka muncul tanggung jawab besar: terhadap Allah, terhadap diri sendiri, terhadap sesama manusia, dan terhadap alam.

Sebagaimana dikemukakan dalam kajian Islam bahwa tanggung jawab manusia adalah kesadaran atas perbuatan dan akibatnya.

Bila manusia menolak tanggung jawab, maka martabatnya bisa terdegradasi — karena kemuliaan bukan hanya diberikan, tapi juga dijaga melalui tindakan.

Hubungan Antara Keduanya

Martabat manusia dan tanggung jawab berjalan beriringan. Tanpa tanggung jawab, martabat bisa menjadi semu; tanpa martabat, tanggung jawab bisa dijalankan tanpa makna. Dalam Islam:

  • Martabat manusia mengandung dimensi potensi tinggi: akal, ruhani, kebebasan memilih.
  • Tanggung jawab adalah pengaktifan potensi itu: memilih kebaikan, menegakkan keadilan, menunaikan amanah.

Dalam makalah berjudul "Hubungan Antara Hakikat Martabat dan Tanggung Jawab Manusia" Polteknik Kesehatan Surabaya, disebutkan bahwa martabat manusia “tidak dapat direndahkan oleh kondisi fisik atau status sosialnya”.

Sedangkan tanggung jawab membuat martabat itu nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Mengapa Ini Penting untuk Kita?

Di tengah dunia modern yang penuh tekanan sosial, ekonomi dan budaya, banyak orang mengalami keraguan akan kemuliaan dirinya atau bingung akan apa yang harus dilakukan dengan kemuliaan itu. Dengan memahami bahwa kemuliaan (martabat) adalah milik kita sebagai manusia, dan tanggung jawab adalah jalan agar kemuliaan itu terwujud, kita bisa:

  • Meningkatkan rasa percaya diri yang positif (karena mengerti hakikat kemuliaan).
  • Memikul amanah hidup: sebagai manusia bermoral, bertanggung jawab kepada Tuhan, keluarga, masyarakat.
  • Menjadi agen kebaikan: bukan hanya menuntut hak, tapi juga menjalankan tanggung jawab.

Penutup

Hakikat manusia sebagai makhluk mulia dan martabat yang melekat pada manusia adalah karunia Allah SWT.

Baca juga: 8 Amalan Hari Jumat yang Dianjurkan Rasulullah SAW, Penuh Keberkahan dan Pahala

Namun karunia itu membutuhkan tindakan — tanggung jawab — agar tidak sia-sia. Ketika kita menerima kemuliaan itu dan menjalankan tanggung jawab kita (kepada Allah, diri sendiri, sesama, dan alam), maka martabat kita akan bersinar nyata.

Sebaliknya, jika kita mengabaikannya, maka kemuliaan itu bisa sirna dalam kehidupan praktis. Mari bersama-sama menjadikan kemuliaan manusia menurut Islam bukan hanya konsep, tapi realitas dalam setiap langkah kita sehari-hari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
10 Doa Tolak Bala Rebo Wekasan di Akhir Bulan Safar: Arab, Latin dan Artinya
10 Doa Tolak Bala Rebo Wekasan di Akhir Bulan Safar: Arab, Latin dan Artinya
Doa dan Niat
Lomba Kemerdekaan 17 Agustus dalam Pandangan Islam: Antara Tradisi, Mubah, dan Sunnah
Lomba Kemerdekaan 17 Agustus dalam Pandangan Islam: Antara Tradisi, Mubah, dan Sunnah
Aktual
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Aktual
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Aktual
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Doa dan Niat
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
Aktual
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
Aktual
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Aktual
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Aktual
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Aktual
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Aktual
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar