Editor
KOMPAS.com - Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh adalah ucapan salam yang menjadi identitas khas umat Islam di seluruh dunia.
Kalimat ini bukan sekadar sapaan pembuka percakapan, melainkan doa yang mengandung harapan keselamatan bagi orang yang disapa. Berikut penjelasan lengkap mengenai arti, tulisan, dan adab mengucapkan salam.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh secara harfiah bermakna "semoga keselamatan, rahmat Allah, dan keberkahan-Nya terlimpah kepadamu".
Baca juga: Tata Cara Sholat Hajat Lidaf’il Bala’ untuk Tolak Bala dan Doa Rebo Wekasan Lengkap
Ucapan ini merupakan bentuk lengkap dari salam yang diajarkan Rasulullah SAW, sebagaimana disebutkan dalam Kitab Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi, yang menganjurkan lafal salam lengkap: As-salamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ketika seseorang mengucapkan salam ini, ia sesungguhnya sedang mendoakan tiga hal sekaligus bagi lawan bicaranya: keselamatan, rahmat, dan keberkahan dari Allah SWT. Karena itu, salam bukan sekadar basa-basi, melainkan doa tulus yang mengalir dari satu Muslim kepada Muslim lainnya.
Untuk memahami makna salam secara utuh, penting mengetahui arti dari setiap kata penyusunnya:
• As-salamu — berasal dari kata as-salam yang berarti keselamatan, kedamaian, atau terhindar dari bahaya, baik urusan dunia maupun akhirat. Kata ini juga merupakan salah satu nama Allah SWT (Al-Asma’ul Husna), yaitu Al-Salam yang bermakna Maha Pemberi Kesejahteraan.
• 'Alaikum — berarti "atas kalian" atau "kepadamu", menunjukkan bahwa doa keselamatan tersebut diarahkan kepada orang yang disapa.
• Warahmatullahi — gabungan dari wa (dan), rahmat (kasih sayang), dan Allah, sehingga bermakna "dan rahmat/kasih sayang Allah".
• Wabarakatuh — gabungan dari wa (dan) dan barakah (keberkahan), bermakna "dan keberkahan-Nya".
Jika digabungkan, seluruh rangkaian kata ini membentuk doa yang utuh: permohonan keselamatan, kasih sayang, dan keberkahan Allah bagi orang yang disapa.
Baca juga: Contoh Teks Doa Upacara HUT RI ke-81 pada 17 Agustus 2026
Berikut penulisan salam lengkap dalam huruf Arab beserta transliterasi Latinnya:
ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Penulisan Latin yang umum digunakan sehari-hari terkadang disingkat menjadi "assalamualaikum" tanpa memisahkan huruf hamzah dan 'ain, namun secara kaidah transliterasi yang lebih tepat adalah as-salamu 'alaikum untuk menunjukkan pemisahan kata as-salam dan 'alaikum.
Menjawab salam hukumnya wajib bagi yang mendengarnya, baik secara individu maupun kolektif.
Jika salam ditujukan kepada satu orang, maka wajib bagi orang tersebut untuk menjawabnya.
Jika salam ditujukan kepada sekelompok orang, maka menjawabnya menjadi fardhu kifayah, cukup diwakili oleh salah seorang saja, meski lebih utama jika seluruhnya menjawab.
Jawaban salam yang dianjurkan adalah:
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh (وَعَلَيْكُمُ السَّلَامُ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ)
yang berarti "dan semoga keselamatan, rahmat, serta keberkahan Allah juga terlimpah kepadamu".
Dengan menjawab salam, seorang Muslim mengembalikan doa kebaikan yang sama kepada orang yang telah mendoakannya lebih dulu.
Terkait tata cara menjawab salam, ulama juga menjelaskan adab-adab teknis, misalnya orang yang menunggang kendaraan dianjurkan memberi salam lebih dulu kepada orang yang berjalan kaki, orang yang berjalan memberi salam kepada yang duduk, dan kelompok kecil memberi salam kepada kelompok yang lebih besar.
Hal ini termuat dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim yang dibahas dalam kitab Bulughul Maram.
Salam memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar sapaan formal. Beberapa tujuan dan hikmah di balik ucapan salam antara lain:
1. Sebagai doa, setiap ucapan salam adalah permohonan keselamatan, rahmat, dan keberkahan bagi orang yang disapa.
2. Menumbuhkan rasa cinta dan persaudaraan, Rasulullah SAW bersabda bahwa seseorang tidak akan masuk surga sampai ia beriman, dan tidak akan sempurna imannya sampai ia saling mencintai sesama Muslim. Beliau menunjukkan salah satu caranya adalah dengan menyebarkan salam.
3. Menghilangkan permusuhan, kebiasaan saling memberi salam dapat meredam kesalahpahaman dan menumbuhkan sikap rendah hati (tawadhu') antarsesama.
4. Bentuk syiar Islam, salam menjadi identitas dan penanda persaudaraan sesama Muslim di mana pun berada, baik kepada orang yang dikenal maupun tidak dikenal.
Mengucapkan salam termasuk amal yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) dalam Islam, sementara menjawabnya bersifat wajib. Beberapa adab dan keutamaan yang berkaitan dengan salam antara lain:
• Dianjurkan memulai salam kepada siapa saja, baik yang dikenal maupun tidak dikenal, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim tentang amalan Islam yang paling baik, yaitu memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang dikenal maupun tidak dikenal.
• Mengucapkan salam saat masuk rumah, baik ada penghuni maupun tidak, karena salam ini mendatangkan keberkahan bagi penghuninya dan menjadi sebab setan tidak turut menginap di rumah tersebut.
• Setiap kata dalam salam bernilai pahala. Semakin lengkap lafal salam yang diucapkan (assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh), semakin besar pula pahala yang didapat, karena masing-masing lafal membawa ganjaran kebaikan tersendiri.
• Salam kepada anak-anak juga dianjurkan sebagai bentuk pengajaran adab sejak dini, meskipun anak kecil belum terkena kewajiban syariat untuk menjawabnya.
• Mengucapkan salam sebelum berbicara dianjurkan agar komunikasi dimulai dengan doa dan niat baik, bukan sekadar basa-basi.
Dengan memahami arti, adab, dan keutamaan di balik ucapan assalamualaikum, seorang Muslim diharapkan tidak hanya mengucapkannya sebagai kebiasaan lisan semata, tetapi juga menghayati makna doa dan persaudaraan yang terkandung di dalamnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang