KOMPAS.com - Surah Al-Fatihah menjadi bacaan yang tidak terpisahkan dari sholat. Dalam setiap rakaat, umat Islam membaca surah yang terdiri dari tujuh ayat tersebut. Lantas, mengapa Al-Fatihah memiliki kedudukan khusus hingga dibaca dalam setiap rakaat sholat?
Al-Fatihah merupakan surah pertama dalam Al-Qur'an. Surah ini juga dikenal dengan nama Ummul Qur'an atau Ummul Kitab, yang berarti induk atau pokok Al-Qur'an. Penyebutan tersebut berkaitan dengan kandungan Al-Fatihah yang mencakup pokok-pokok ajaran Islam, mulai dari pujian kepada Allah SWT, pengakuan atas kekuasaan-Nya, penghambaan kepada-Nya, hingga permohonan petunjuk menuju jalan yang lurus.
Baca juga: Bacaaan Dzikir Setelah Sholat Fardhu Lengkap Sesuai Sunnah
Ketika seorang hamba membaca Alhamdulillahi Rabbil 'alamin, Allah menyebut bahwa hamba-Nya telah memuji-Nya. Kemudian ketika membaca Ar-Rahmanir-Rahim dan Maliki yaumiddin, bacaan tersebut disebut sebagai pujian dan pengagungan kepada Allah.
Sementara ketika seorang Muslim membaca Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in, Allah menyebut bagian tersebut sebagai hubungan antara Allah dan hamba-Nya. Pada bagian akhir, seorang hamba memohon agar diberikan petunjuk menuju jalan yang lurus.
Hal tersebut menunjukkan bahwa Al-Fatihah tidak hanya berisi pujian, tetapi juga menjadi rangkaian doa dan pengakuan seorang hamba kepada Allah.
Baca juga: Bacaan Wirid Harian Setelah Sholat Fardhu: Arab, Latin dan Artinya
Dilansir dari NU Online, Imam Syafi'i, Imam Malik, dan Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa membaca Al-Fatihah merupakan syarat sah sholat bagi orang yang mampu membacanya. Pendapat tersebut didasarkan pada hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan pentingnya membaca Fatihatul Kitab dalam sholat.
Hadis lain yang diriwayatkan Muslim dari Abu Hurairah juga menjelaskan kedudukan Al-Fatihah. Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW menyampaikan bahwa orang yang melaksanakan sholat tanpa membaca Ummul Qur'an dinilai belum menyempurnakan sholatnya.
Hadis tersebut juga menggambarkan hubungan antara seorang hamba dengan Allah melalui bacaan Al-Fatihah. Ketika seorang hamba membaca ayat yang berisi pujian kepada Allah SWT, Allah menyebut bahwa hamba tersebut telah memuji-Nya. Begitu pula ketika hamba mengagungkan Allah, bacaan tersebut mendapat jawaban dari-Nya.
Baca juga: Bacaaan Dzikir Setelah Sholat Fardhu Lengkap Sesuai Sunnah
Sementara pada bagian Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in, seorang Muslim menyatakan bahwa hanya kepada Allah ia menyembah dan memohon pertolongan. Kemudian pada akhir surah, ia memohon agar Allah menunjukkan jalan yang lurus.
Dengan kandungan tersebut, Al-Fatihah tidak hanya menjadi bacaan dalam sholat, tetapi juga memuat rangkaian pujian, penghambaan, dan doa seorang Muslim kepada Allah SWT.
Al-Fatihah tidak hanya dibaca sekali ketika memulai sholat, tetapi kembali dibaca pada setiap rakaat. Hal ini berkaitan dengan kedudukannya sebagai bagian dari bacaan sholat.
Dalam hadis yang diriwayatkan Abu Qatadah, disebutkan bahwa Rasulullah SAW membaca Al-Fatihah pada dua rakaat pertama sholat Zuhur dan Ashar, kemudian membaca Al-Fatihah pada dua rakaat terakhir. Dengan demikian, pembacaan Al-Fatihah dalam setiap rakaat memiliki dasar dari praktik Rasulullah SAW.
Namun, terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai kewajiban membaca Al-Fatihah dalam sholat. Imam Abu Hanifah dan Imam Tsauri berpendapat bahwa sholat tetap sah tanpa membaca Al-Fatihah selama seseorang membaca ayat Al-Qur'an lainnya.
Baca juga: Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Perbedaan pendapat juga muncul mengenai bacaan Al-Fatihah bagi makmum yang mengikuti mazhab imam. Imam Syafi'i dan Imam Ahmad mewajibkan makmum membaca Al-Fatihah, sedangkan Imam Malik membedakan antara sholat yang bacaannya dilirihkan dan dikeraskan. Sementara Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa makmum tidak perlu membaca Al-Fatihah ketika mengikuti imam.
Al-Fatihah yang dibaca berulang kali dalam sholat terkadang dapat terasa seperti bacaan yang otomatis diucapkan. Padahal, di dalamnya terdapat rangkaian makna yang menggambarkan hubungan seorang hamba dengan Allah.
Seorang Muslim memuji Allah, mengakui bahwa hanya kepada-Nya ia menyembah dan meminta pertolongan, kemudian memohon agar diberikan petunjuk menuju jalan yang lurus.
Karena itu, membaca Al-Fatihah dalam setiap rakaat bukan hanya berkaitan dengan bacaan dalam sholat. Memahami maknanya juga dapat membantu seorang Muslim menghayati kembali doa dan pengakuan yang diucapkannya di hadapan Allah SWT.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT