JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memperkuat sinergi pemberdayaan ekonomi keluarga melalui program Zakat Community Development (ZCD) dan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA).
Sinergi tersebut menyasar kelompok UPPKA yang tersebar di berbagai daerah. Saat ini, terdapat sekitar 37.000 kelompok UPPKA di Indonesia yang menjalankan berbagai kegiatan usaha untuk membantu meningkatkan pendapatan keluarga.
Kepala BKKBN Wihaji mengatakan, dukungan terhadap kelompok UPPKA diperkuat melalui program ZCD milik Baznas.
"Di Baznas ada Zakat Community Development. Kebetulan kita punya UPPKA, namanya Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor," ujar Wihaji di Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Baca juga: Baznas dan Warga Binaan Lapas Bangun Rumah Penggembala Kambing dalam 12 Hari
ZCD merupakan program pemberdayaan masyarakat berbasis zakat yang dijalankan Baznas. Sementara UPPKA merupakan kelompok usaha yang beranggotakan keluarga akseptor atau peserta program keluarga berencana (KB).
Melalui sinergi kedua program tersebut, Baznas memberikan dukungan kepada kelompok UPPKA untuk mengembangkan kegiatan usaha dan meningkatkan perekonomian keluarga.
Wihaji mengatakan, dukungan tersebut telah diberikan kepada sejumlah kelompok UPPKA di berbagai daerah.
Salah satunya kelompok UPPKA di Sumatera Selatan yang mendapatkan bantuan modal Rp87 juta. Menurut dia, usaha kelompok tersebut kemudian mampu mencatat omzet lebih dari Rp100 juta.
"Di Sumatera Selatan dikasih modal Rp87 juta. Kemudian lumayan, omzetnya sudah di atas Rp100 juta. Di Jawa Tengah juga di atas Rp100 juta," tutur Wihaji yang juga Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.
Baca juga: Baznas: Zakat ASN Sukarela, Bukan Pungutan Wajib Negara
Menurut Wihaji, satu kelompok UPPKA umumnya beranggotakan sekitar tujuh hingga delapan orang yang bersama-sama menjalankan dan mengembangkan usaha.
Ia berharap dukungan yang diberikan dapat membuat usaha kelompok keluarga akseptor semakin berkembang.
"Sehingga ke depan para kelompok-kelompok usaha, peserta KB dalam unit Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor semakin baik," ujarnya.
Menurut dia, pemberdayaan ekonomi tersebut bermuara pada satu tujuan, yakni meningkatkan kesejahteraan sekaligus kualitas keluarga.
"Semangatnya cuma satu, peningkatan ekonomi keluarga dan keluarga yang berkualitas," kata Wihaji.
Dukungan kepada kelompok UPPKA tidak hanya diberikan dalam bentuk modal. Baznas dan BKKBN juga menyiapkan pendampingan dan penguatan teknis untuk membantu penerima manfaat mengembangkan usahanya.
Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid mengatakan, pihaknya bersama BKKBN telah mempersiapkan skema pendampingan tersebut.
"Untuk pendampingan ini BKKBN dan Baznas juga sudah mempersiapkan, termasuk bekerja sama dengan BSI dan Kementerian Koperasi untuk memenuhi salah satu permintaan mereka saat ini, selain modal dan pimpinan teknis dan pendampingan," kata Sodik.
Pendampingan diperlukan agar bantuan yang diberikan tidak berhenti pada pemberian modal, tetapi mampu mendorong kelompok penerima manfaat membangun usaha yang berkelanjutan.
Pemberdayaan juga diarahkan pada pemanfaatan potensi lokal. Dengan demikian, masyarakat dapat mengembangkan usaha sesuai dengan kondisi dan sumber daya yang tersedia di daerah masing-masing.
Sinergi ZCD dan UPPKA juga diarahkan untuk mendorong pembangunan ekonomi masyarakat dari tingkat bawah.
Upaya tersebut sejalan dengan Asta Cita keenam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan.
Melalui dukungan modal, pendampingan, dan penguatan teknis, kelompok UPPKA diharapkan mampu meningkatkan skala usahanya sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.
Pimpinan Baznas RI Bidang Distribusi dan Pemberdayaan Idy Muzayyad mengatakan, program ZCD sebelumnya telah berjalan. Sinergi dengan BKKBN menjadi bagian dari penguatan pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi kedua lembaga.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT