Penulis
KOMPAS.com — Kabar hilang kontaknya sebuah kapal cepat yang membawa rombongan jurnalis di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, mengundang keprihatinan. Dalam situasi seperti ini, selain upaya pencarian oleh tim SAR, umat Islam dapat memanjatkan doa memohon keselamatan, perlindungan, serta pertolongan Allah SWT.
Memang belum ada satu doa khusus yang secara eksplisit untuk mencari orang hilang. Namun, terdapat sejumlah doa yang relevan untuk diamalkan ketika menghadapi musibah, kesulitan, marabahaya, dan memohon keselamatan.
Buku Kumpulan Do’a Sehari-hari yang diterbitkan Direktorat Penerangan Agama Islam, Ditjen Bimas Islam, Kementerian Agama RI, menjelaskan bahwa berdoa merupakan bentuk memohon pertolongan kepada Allah SWT dan menjadi bagian penting dalam ibadah.
Salah satu doa yang dapat diamalkan ketika menghadapi persoalan berat adalah doa yang dalam buku Kumpulan Doa Harian disebut sebagai doa mohon ketenangan dan jalan keluar ketika menghadapi masalah.
Doanya:
لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu minadldlolimin.
Artinya:
“Tiada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.”
Baca juga: Dzikir dan Doa Pagi Pembuka Pintu Rezeki, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa tersebut merupakan doa Nabi Yunus AS yang bersumber dari QS Al-Anbiya ayat 87. Dalam buku Kumpulan Doa Harian, doa ini ditempatkan sebagai doa untuk memohon ketenangan dan jalan keluar ketika menghadapi masalah.
Doa ini dapat diamalkan oleh keluarga dan masyarakat ketika menghadapi situasi penuh ketidakpastian, termasuk saat menunggu kabar orang yang belum diketahui keberadaannya.
Buku terbitan Kementerian Agama juga memiliki bagian khusus berjudul "Do’a Selamat Dari Segala Marabahaya". Bagian tersebut berisi amalan perlindungan yang dapat dibaca pada waktu-waktu tertentu.
Salah satu amalan yang disebutkan adalah membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas masing-masing tiga kali pada pagi dan sore hari.
Dalam konteks orang yang sedang dalam pencarian, keluarga dapat memperbanyak doa perlindungan tersebut sembari tetap mengikuti proses pencarian yang dilakukan oleh pihak berwenang.
Buku Kumpulan Doa Harian juga memuat doa penjaga diri:
Allohumma innii a'udzubika min syarri nafsii wa min syarri kulli daabbatin anta aakhidzun binaashiyatihaa inna robbii 'alaa shirotim mustaqim.
Artinya:
“Wahai Allah, saya berlindung kepada-Mu dari kejahatan diri saya dan dari kejahatan tiap-tiap makhluk. Engkaulah yang mengendalikannya. Sesungguhnya Tuhanku atas jalan yang lurus.”
Doa tersebut dapat menjadi bagian dari doa memohon perlindungan ketika seseorang berada dalam kondisi yang tidak diketahui atau menghadapi bahaya.
Dalam Kumpulan Do’a Sehari-hari Kementerian Agama juga terdapat doa mohon keselamatan yang bersumber dari Al-Quran, yakni:
رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Dalam terjemahan yang dicantumkan buku tersebut:
“Ya Tuhan, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim, dan selamatkanlah kami dengan curahan rahmat-Mu dari tipu daya orang-orang yang kafir.” (QS Yunus: 85-86).
Doa tersebut mengandung permohonan keselamatan dan pertolongan Allah SWT ketika menghadapi keadaan yang membahayakan.
Doa lainnya yang dapat diamalkan adalah:
Allohumma lakal-hamdu wa ilaikal musytaka wa antal musta'aan.
Artinya:
“Ya Allah, segala puji bagi-Mu, kepada-Mu-lah tempat mengadu dan Engkau adalah Dzat Yang Maha Penolong.”
Dalam buku Kumpulan Doa Harian, doa tersebut ditempatkan sebagai doa terbebas dari jeratan masalah.
Dalam situasi pencarian orang hilang, doa ini dapat menjadi ungkapan kepasrahan kepada Allah sekaligus permohonan agar diberikan jalan keluar dari keadaan yang sulit.
Buku kedua yang disediakan juga memuat doa keselamatan dunia dan akhirat:
Allohumma inna nas-aluka salamatan fiddin wa'afiyatan fil jasad, wa ziyadatan fil 'ilmi, wa barokatan firrizqi, wa taubatan qoblal maut, wa rohmatan 'indal maut, wa maghfirotam ba'dal maut.
Artinya:
“Ya Allah, kami memohon keselamatan agama, kesejahteraan badan, penambahan ilmu, keberkahan rezeki, taubat sebelum mati, rahmat di waktu mati, dan ampunan setelah mati.”
Doa tersebut tercantum dalam Kumpulan Doa Harian sebagai doa untuk keselamatan dunia dan akhirat.
Bagi keluarga yang sedang menunggu kabar orang yang hilang, doa dapat menjadi ikhtiar batin untuk memohon ketenangan sekaligus pertolongan Allah.
Dalam buku Kementerian Agama disebutkan bahwa doa tidak hanya dipanjatkan ketika seseorang tertimpa musibah. Seorang Muslim dianjurkan berdoa baik dalam keadaan lapang maupun ketika menghadapi kesulitan.
Tata cara berdoa yang dijelaskan dalam buku tersebut antara lain menghadap kiblat, membaca pujian kepada Allah, istighfar dan shalawat sebelum berdoa. Doa juga dianjurkan disampaikan dengan suara lembut, penuh rasa takut sekaligus harapan kepada Allah SWT.
Buku tersebut juga mencantumkan beberapa waktu yang dinilai baik untuk berdoa, antara lain antara azan dan iqamat, sepertiga malam terakhir, ketika turun hujan, serta waktu-waktu lainnya. Doa juga dianjurkan untuk diulang tiga kali.
Doa-doa tersebut relevan dengan situasi pencarian kapal cepat yang membawa rombongan jurnalis di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Kapal tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Komunikasi terakhir tercatat pada pukul 15.04 WIB. Sebelumnya, salah seorang penumpang sempat membagikan lokasi terkini kepada rekan jurnalis di Lampung pada pukul 14.42 WIB.
Lokasi dugaan terakhir kapal berada di sekitar koordinat 6°14'40.52"S 105°40'49.48"T.
Basarnas kemudian mengerahkan tim SAR gabungan untuk melakukan pencarian. Hingga pencarian pada Selasa sore, tim telah menjangkau kawasan Pulau Krakatau dan Pulau Panjang, tetapi belum menemukan rombongan tersebut.
Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso menyampaikan bahwa pencarian akan dilanjutkan. Proses pencarian membutuhkan kehati-hatian karena berlangsung di sekitar Gunung Anak Krakatau yang masih aktif dan aktivitasnya dapat berubah.
Sementara itu, data sementara Basarnas mencatat sedikitnya tujuh orang masuk dalam daftar pencarian, termasuk pewarta foto LKBN ANTARA M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, Donal yang merupakan pewarta lepas, serta dua orang lainnya yang masih dalam proses pendataan.
Baca juga: Doa Qunut Subuh Lengkap dengan Tata Cara Membaca saat Shalat Sendiri dan Berjamaah
Dalam kondisi seperti ini, doa menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual. Namun, doa tetap berjalan bersama ikhtiar nyata, termasuk operasi pencarian dan penyelamatan yang dilakukan tim SAR.
Semoga Allah SWT memberikan keselamatan kepada seluruh jurnalis yang masih dalam pencarian, memberikan kemudahan kepada tim SAR, serta memberikan ketabahan kepada keluarga dan rekan-rekan mereka yang sedang menanti kabar. Aamiin.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT