Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Danantara Targetkan Bangun Kompleks Haji di Makkah: Kapasitas 22.000 Jamaah

Kompas.com, 8 Januari 2026, 05:11 WIB
Khairina

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com-Danantara Indonesia, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, melaporkan perkembangan signifikan dalam pengembangan Kompleks Haji (Hajj Complex) di Makkah, Arab Saudi.

Proyek besar ini dimulai dengan pengembangan Kawasan Thakher, yang menjadi fondasi utama bagi kompleks yang ditargetkan untuk mendukung layanan haji Indonesia secara berkelanjutan.

Baca juga: RI Sukses Punya Kampung Haji di Mekkah, Poin Baru Pelayanan Haji

Kawasan Thakher: Fondasi Awal Pengembangan Kompleks Haji

Kawasan Thakher, yang telah beroperasi dengan fasilitas seperti Novotel Thakher Makkah, mencakup lahan seluas 4,4 hektare dan berjarak sekitar 2-3 kilometer dari Masjidil Haram.

Saat ini, kawasan ini memiliki 1.461 kamar yang tersebar di tiga menara, serta 14 plot lahan tambahan yang direncanakan untuk pengembangan lebih lanjut. Kawasan ini juga akan dilengkapi dengan area komersial dan pusat ritel.

Proyek Strategis untuk Jamaah Haji Indonesia

Menurut Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, kawasan ini direncanakan untuk berkembang secara bertahap hingga mencapai 6.000 kamar.

Dengan kapasitas mencapai sekitar 22.000 jamaah, kawasan ini diperkirakan dapat menampung 10 persen dari total jemaah haji Indonesia setiap tahunnya.

Fokus utama pengembangan ini adalah penyediaan akomodasi dan layanan yang terintegrasi untuk jamaah, termasuk fasilitas ritel, logistik, dan layanan penunjang lainnya.

"Kami ingin membangun ekosistem layanan yang berkelanjutan dan lebih terintegrasi, bukan hanya hotel. Kawasan Thakher adalah bagian dari visi jangka panjang kami untuk mendukung jamaah Indonesia dengan cara yang lebih terorganisir dan efisien," ujar Pandu, Rabu (7/1/2026), dilansir dari Antara.

Baca juga: Kemenhaj Tegaskan Tiga Syarat PK Haji Khusus Tahun 2026

Mengikuti Proses Lelang RCMC untuk Pengembangan Lanjutan

Selain pengembangan Kawasan Thakher, Danantara Indonesia juga aktif mengikuti proses lelang yang diselenggarakan oleh Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC).

RCMC adalah otoritas pengembangan Kota Makkah yang mengatur kebijakan, tata kawasan, dan skema pengembangan untuk proyek-proyek strategis.

Dalam proses ini, Danantara berusaha untuk mengambil bagian dalam proyek-proyek pengembangan lain yang lebih dekat dengan Masjidil Haram.

RCMC menawarkan beberapa plot kawasan dengan karakteristik lokasi yang berbeda, yang akan dievaluasi berdasarkan penawaran, teknis, dan aspek finansial.

Pandu Sjahrir menambahkan bahwa Danantara sangat selektif dalam proses ini, dengan pendekatan berbasis kajian menyeluruh.

Dua Jalur Strategis untuk Pengembangan Kompleks Haji

Danantara mengimplementasikan dua jalur strategis secara paralel dalam pengembangan Kompleks Haji.

Jalur pertama adalah penguatan Kawasan Thakher sebagai fondasi utama, sementara jalur kedua melibatkan partisipasi aktif dalam mekanisme lelang yang diselenggarakan oleh RCMC untuk mengembangkan kawasan lain di sekitar Masjidil Haram.

"Kawasan Thakher menjadi fondasi penting karena asetnya sudah ada dan siap dikembangkan. Namun, kami juga mengikuti proses lelang untuk peluang kawasan lain yang lebih dekat dengan pusat aktivitas haji dan umrah," tambah Pandu.

Baca juga: Kemenhaj Pastikan Pelunasan dan PK Haji Khusus Tuntas Sesuai Tenggat Arab Saudi

Proyeksi Pengembangan dan Rencana Investasi Jangka Panjang

Danantara Indonesia menargetkan tahapan groundbreaking untuk pengembangan lanjutan Kawasan Thakher pada 2026, dengan operasional hotel tambahan direncanakan pada 2029. Proyek ini diharapkan dapat berjalan sesuai dengan perizinan dan kesiapan proyek.

"Fokus kami adalah memastikan setiap langkah dilakukan dengan hati-hati, terukur, dan memberikan manfaat jangka panjang. Kami berkomitmen untuk membangun Kompleks Haji sebagai proyek strategis yang akan berdampak lintas generasi," tutup Pandu.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar