Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hak Anak dan Tanggung Jawab Orang Tua dalam Perspektif Iman

Kompas.com, 12 Januari 2026, 11:21 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Gugatan seorang anak kepada ibunya, sebagaimana ramai diberitakan dalam kasus Denada, menyentak kesadaran publik bahwa relasi orang tua dan anak tidak hanya diikat oleh hukum positif, tetapi juga oleh ikatan moral dan spiritual yang jauh lebih dalam.

Di balik proses hukum yang berjalan, peristiwa ini menghadirkan ruang refleksi keagamaan tentang makna amanah, keadilan, dan tanggung jawab orang tua dalam perspektif iman.

Anak sebagai Amanah yang Dipertanggungjawabkan

Dalam Islam, anak dipahami bukan sekadar keturunan biologis, melainkan amanah langsung dari Allah SWT. Al-Qur’an menegaskan dimensi tanggung jawab ini dengan sangat jelas.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ ۝٦

yâ ayyuhalladzîna âmanû qû anfusakum wa ahlîkum nâraw wa qûduhan-nâsu wal-ḫijâratu ‘alaihâ malâ'ikatun ghilâdhun syidâdul lâ ya‘shûnallâha mâ amarahum wa yaf‘alûna mâ yu'marûn

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras. Mereka tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."

Ayat ini menunjukkan bahwa tanggung jawab orang tua melampaui pemenuhan kebutuhan materi.

Ia mencakup perlindungan moral, pendidikan iman, dan pembinaan akhlak. Orang tua bukan hanya pengasuh, tetapi penjaga nilai dan arah hidup anak.

Pemikiran ini sejalan dengan yang disampaikan dalam buku Pendidikan Anak dalam Islam karya Abdullah Nashih Ulwan, bahwa mendidik dan merawat anak adalah kewajiban syar’i yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Tuhan.

Pengabaian terhadap anak, menurut Ulwan, bukan sekadar kelalaian sosial, tetapi bentuk pengkhianatan terhadap amanah ilahi.

Baca juga: Rahasia Hidup Berkah: Meraih Ridha Allah SWT dengan Ridha Orang Tua

Kewajiban Nafkah dan Kasih Sayang Orang Tua

Al-Qur’an juga menempatkan kewajiban nafkah dan pemeliharaan anak sebagai tanggung jawab yang tidak dapat ditawar.

“Ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Kewajiban ayah menanggung makan dan pakaian mereka dengan cara yang patut.” (QS. Al-Baqarah [2]: 233)

Ayat ini sering dibaca dalam konteks relasi suami-istri, tetapi para mufasir menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan anak merupakan bagian melekat dari tanggung jawab orang tua.

Nafkah tidak hanya dimaknai sebagai kebutuhan fisik, tetapi juga perhatian, pengakuan, dan kehadiran emosional.

Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menekankan bahwa hati anak adalah “mutiara yang suci”. Jika orang tua lalai, maka kelalaian itu akan membentuk luka batin dan karakter yang rapuh.

Pandangan ini relevan ketika melihat dampak jangka panjang penelantaran anak yang bukan hanya menyisakan kesulitan ekonomi, tetapi juga krisis identitas dan spiritual.

Baca juga: Parenting Islami: Rahasia Mendidik Anak Agar Tidak Lemah Menurut Al Quran

Hadis tentang Pertanggungjawaban Orang Tua

Nabi Muhammad SAW secara tegas mengingatkan bahwa setiap individu memikul tanggung jawab moral atas amanah yang diembannya.

“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Orang tua, dalam hadis ini, ditempatkan sebagai pemimpin dalam keluarga. Kepemimpinan tersebut bukan soal kuasa, melainkan tanggung jawab dan perlindungan.

Ketika anak merasa ditelantarkan yang dipersoalkan bukan hanya kegagalan relasi personal, tetapi kegagalan menjalankan amanah kepemimpinan moral.

Dalam konteks ini, gugatan anak terhadap orang tua dapat dipahami sebagai ekspresi pencarian keadilan dan pengakuan, bukan semata perlawanan.

Literatur fikih keluarga Islam menegaskan bahwa menuntut hak bukanlah bentuk kedurhakaan, selama dilakukan dengan cara yang beradab dan bertujuan menegakkan keadilan.

Hak Anak dan Etika Menuntut Keadilan

Islam mengajarkan keseimbangan antara kewajiban berbakti kepada orang tua dan hak anak untuk diperlakukan secara adil. 

Dalam kajian hukum keluarga Islam, keadilan dipahami sebagai prinsip fundamental relasi orang tua dan anak.

Buku Fikih Keluarga karya Wahbah az-Zuhaili menjelaskan bahwa orang tua yang lalai terhadap hak anak dapat dimintai pertanggungjawaban secara moral dan sosial, karena keadilan adalah nilai utama yang dijunjung syariat.

Baca juga: Doa untuk Orang Tua Sakit agar Diberi Kesembuhan: Arab, Latin, dan Artinya

Refleksi Keagamaan bagi Masyarakat

Kasus yang mencuat ke ruang publik ini sejatinya merupakan cermin dari persoalan yang lebih luas.

Banyak anak di masyarakat tumbuh tanpa kehadiran orang tua secara utuh, baik secara fisik maupun emosional.

Agama, dalam konteks ini, hadir sebagai suara nurani yang mengingatkan bahwa kesalehan tidak berhenti pada ibadah ritual, tetapi terwujud nyata dalam tanggung jawab terhadap anak.

Kasih sayang kepada anak bukan pilihan, melainkan ukuran keimanan. Ketika tanggung jawab orang tua diabaikan yang terluka bukan hanya relasi keluarga, tetapi juga nilai kemanusiaan itu sendiri.

Pada akhirnya, peristiwa ini mengajak masyarakat untuk kembali memaknai keluarga sebagai ruang amanah, keadilan, dan kasih sayang.

Bukan untuk menghakimi, melainkan untuk belajar bahwa setiap anak berhak atas pengakuan, perlindungan, dan cinta sebagaimana yang diajarkan agama sejak awal.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar