Editor
KOMPAS.com-Arab Saudi memasang sensor pintar di Masjidil Haram sebagai bagian dari upaya mengendalikan arus jamaah dan meningkatkan keselamatan ibadah.
Penerapan teknologi sensor pintar ini memungkinkan pemantauan pergerakan jamaah secara real-time di seluruh pintu masuk, pintu keluar, serta koridor internal Masjidil Haram.
Sistem tersebut membantu pengelola mendeteksi perubahan kepadatan jamaah secara cepat sehingga langkah pengaturan dapat segera dilakukan.
Baca juga: Arab Saudi Siapkan Relawan Medis di Masjidil Haram dan Nabawi
Dilansir dari Islamic Information, menurut Otoritas Umum Pengelola Dua Masjid Suci, data pemantauan real-time menjadi kunci penting dalam mendukung koordinasi lapangan selama operasional ibadah.
Informasi yang diperoleh dari sistem sensor memungkinkan petugas mengambil keputusan lebih cepat dan tepat untuk mengatur pergerakan jamaah.
Penerapan sistem pengelolaan kerumunan berbasis teknologi ini juga berperan dalam menjaga distribusi jamaah tetap merata di berbagai area Masjidil Haram.
Jalur perlintasan, lantai utama, hingga pelataran masjid dapat dipantau agar tidak terjadi penumpukan berlebihan.
Salah satu keunggulan utama dari sensor pintar Masjidil Haram adalah kemampuan mendeteksi potensi kemacetan sejak dini.
Baca juga: Masjidil Haram Sediakan Layanan Tahalul Gratis di Pelataran
Ketika sistem membaca peningkatan kepadatan jamaah, petugas dapat segera melakukan intervensi sebelum kondisi memburuk.
Langkah ini dinilai efektif dalam mencegah risiko keselamatan yang dapat timbul akibat kerumunan berlebih.
Pengelolaan berbasis teknologi tersebut dijalankan secara terpadu dengan kesiapsiagaan petugas di lapangan.
Sinergi antara teknologi pengelolaan jamaah dan sumber daya manusia disebut menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran ibadah.
Baca juga: Masjidil Haram Terapkan Gelang Identitas untuk Cegah Anak Tersesat Saat Umrah dan Haji
Otoritas menegaskan bahwa sistem ini dirancang untuk menekan risiko kepadatan sekaligus meningkatkan keselamatan jamaah.
Selain aspek keamanan, penerapan teknologi ini juga bertujuan meningkatkan kenyamanan ibadah bagi para jamaah.
Lingkungan ibadah yang lebih tertata dan terkendali diharapkan mampu mendukung pengalaman spiritual jamaah selama berada di Masjidil Haram.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.