Editor
KOMPAS.com-Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan ucapan selamat dan doa atas peringatan usia 100 tahun Nahdlatul Ulama (NU).
Haedar Nashir menekankan pentingnya sinergi antara Muhammadiyah dan NU sebagai dua organisasi Islam terbesar di Indonesia dalam mendorong kemajuan bangsa dan peradaban dunia.
Mengawali pernyataannya dengan salam dan ungkapan syukur, Haedar menyampaikan apresiasi atas nama Persyarikatan Muhammadiyah.
“Atas nama keluarga besar Persyarikatan Muhammadiyah, saya menyampaikan tahniah. Selamat atas 100 tahun usia Nahdlatul Ulama,” ujar Haedar Nashir pada Sabtu (31/1/2026), dilansir dari laman Muhammadiyah.
Baca juga: Mengapa Muhammadiyah Menetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 18 Februari 2026? Ini Penjelasannya
Ia berharap Nahdlatul Ulama terus konsisten memperkuat persaudaraan sesama umat Islam serta menjaga prinsip moderasi dalam kehidupan beragama.
“Semoga Nahdatul Ulama menjadi pergerakan Islam yang terus memupuk ukhuwah islamiah yang merekat persatuan dan kesatuan sesama kaum muslimin dengan lebih kokoh sekaligus berpondasikan nilai-nilai Islam yang wasatiah untuk kepentingan umat, bangsa dan kemanusiaan semesta,” tuturnya.
Mengusung tema Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia, Haedar Nashir menyatakan keyakinannya bahwa NU akan tetap menjadi pilar penting dalam mengawal perjalanan bangsa Indonesia.
Ia meyakini Nahdlatul Ulama akan terus berperan dalam mewujudkan cita-cita nasional Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur, baik di tingkat nasional maupun global.
“Kami yakin Nahdlatul Ulama akan semakin bergerak maju untuk terus mengawal Indonesia dengan spirit kemerdekaan menuju pada cita-cita nasional, terwujudnya Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur sekaligus dalam konteks menuju peradaban mulia menjadi Indonesia yang bermartabat, baik dalam kehidupan nasional maupun di kancah global,” ungkapnya.
Baca juga: Ramadhan 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Hitung Mundur Puasa Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
Haedar Nashir juga menilai langkah NU ke depan sejalan dengan misi keislaman yang membawa rahmat bagi seluruh alam.
Ia merujuk pada spirit keislaman wa mā arsalnāka illā raḥmatan lil-‘ālamīn sebagai landasan penyebaran nilai-nilai kebaikan dan kemanusiaan universal.
Menutup pernyataannya, Haedar Nashir menegaskan komitmen Muhammadiyah untuk terus berjalan beriringan dengan Nahdlatul Ulama dalam membangun peradaban yang mulia.
“Dan kami dengan semangat persaudaraan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama akan terus bergandengan tangan mewujudkan kehidupan keumatan, kebangsaan dan kemanusiaan semesta yang menebar nilai-nilai keadaban utama dan mulia membawa kemajuan yang menebar berkah dan rahmat bagi semesta,” jelasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang