Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ramadhan 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Hitung Mundur Puasa Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Kompas.com, 27 Januari 2026, 08:10 WIB
Add on Google
Khairina

Editor

KOMPAS.com - Antusiasme umat Islam menyambut Ramadhan 2026 mulai terasa meskipun kalender masih berada di bulan Januari 2026.

Di berbagai platform media sosial dan mesin pencari, pertanyaan Ramadhan 2026 berapa hari lagi kembali ramai dicari oleh masyarakat.

Fenomena ini tidak sekadar berkaitan dengan penentuan tanggal, tetapi mencerminkan kerinduan kolektif umat Islam terhadap bulan yang identik dengan pahala berlipat, ampunan, dan pembinaan spiritual.

Ramadhan selalu dipandang sebagai momentum perubahan diri, sehingga mengetahui waktu kedatangannya menjadi langkah awal dalam menyiapkan ibadah secara lebih terarah dan matang.

Baca juga: Kapan Puasa 2026? Yuk Kenali Ramadhan, Bulan Penuh Ampunan

Ramadhan 2026 Berapa Hari Lagi?

Berdasarkan kalender resmi Kementerian Agama Republik Indonesia, awal Ramadhan 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Jika dihitung dari Senin, 26 Januari 2026, maka jarak menuju hari pertama puasa tersisa sekitar 24 hari.

Kendati demikian, penetapan resmi awal Ramadhan tetap menunggu hasil sidang isbat yang digelar pemerintah pada akhir bulan Syaban.

Sidang isbat tersebut menggabungkan metode hisab astronomi dan rukyatul hilal yang dilakukan di berbagai titik pemantauan di Indonesia.

Baca juga: Puasa Tanggal Berapa 2026? Ini Perkiraan 1 Ramadhan dan Lebaran Versi Pemerintah & Muhammadiyah

Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Kalender Hijriah Global Tunggal telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Jika merujuk pada ketetapan Muhammadiyah, maka waktu menuju puasa Ramadhan 2026 tersisa sekitar 23 hari.

Perbedaan satu hari antara versi pemerintah dan Muhammadiyah merupakan konsekuensi dari perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah.

Meski berbeda pendekatan, tujuan keduanya sama, yakni memastikan umat Islam menjalankan ibadah sesuai syariat dan dasar ilmiah yang kuat.

Perkiraan Idul Fitri 2026

Dengan asumsi Ramadhan berlangsung selama 30 hari, Idul Fitri 1447 Hijriah versi pemerintah diperkirakan jatuh pada 21 atau 22 Maret 2026.

Muhammadiyah memprediksi Idul Fitri 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Lebaran menjadi penutup Ramadhan yang dimaknai sebagai kemenangan spiritual setelah sebulan penuh menahan diri, memperbaiki akhlak, dan meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT.

Baca juga: Kapan Puasa 2026 Tiba? Jadwal Lengkap Ramadhan hingga Idul Adha

Jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersama Lebaran 2026

Pemerintah telah menetapkan jadwal libur Idul Fitri 2026 melalui Surat Keputusan Bersama tiga menteri.

Rangkaian libur Lebaran 2026 meliputi cuti bersama pada Jumat, 20 Maret 2026, libur nasional Idul Fitri pada Sabtu dan Minggu, 21–22 Maret 2026, serta cuti bersama pada Senin dan Selasa, 23–24 Maret 2026.

Rangkaian hari libur ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk mudik, bersilaturahmi, dan memperkuat ikatan keluarga.

Ramadhan dalam Perspektif Al Quran

Al Quran menegaskan Ramadhan sebagai bulan istimewa yang menjadi titik balik spiritual umat Islam.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 185:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ

Artinya, bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia serta pembeda antara yang benar dan yang batil.

Ayat ini menegaskan bahwa Ramadhan bukan hanya bulan ibadah ritual, tetapi juga fase pendidikan ruhani yang membentuk karakter, kesabaran, dan kepedulian sosial.

Mengapa Persiapan Ramadhan Perlu Dilakukan sejak Dini?

Dalam buku Ushul Fiqh Al Islami Wa Adillatuhu, Wahbah az-Zuhaily menjelaskan bahwa kesiapan sebelum menjalankan ibadah wajib merupakan bagian dari adab beragama.

Persiapan mencakup kesiapan fisik, mental, dan spiritual agar ibadah tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga bernilai secara makna.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menegaskan kualitas puasa tidak diukur dari rasa lapar semata, melainkan dari kemampuan menjaga diri dari perbuatan sia-sia dan memperbaiki akhlak.

Amalan Penting Menjelang Ramadhan

Para ulama dan generasi salaf dikenal mempersiapkan Ramadhan jauh sebelum bulan tersebut tiba.

Menyelesaikan utang puasa menjadi prioritas bagi umat yang masih memiliki kewajiban qadha sebagai bentuk tanggung jawab ibadah.

Puasa sunnah di bulan Syaban dianjurkan sebagai latihan fisik dan spiritual, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Aisyah RA.

Membiasakan tilawah dan tadabbur Al Quran penting dilakukan karena Ramadhan dikenal sebagai bulan Al Quran.

Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah menjelaskan bahwa interaksi intensif dengan Al-Qur’an dapat memperhalus jiwa dan memperkuat kesadaran moral.

Mempelajari kembali rukun dan ketentuan puasa membantu umat menjalankan ibadah dengan benar, sebagaimana ditegaskan Abu Bakar Jabir Al-Jazairi dalam Minhajul Muslim.

Membersihkan hati melalui taubat, memaafkan sesama, dan memperbaiki hubungan sosial menjadi bagian penting dari persiapan Ramadhan.

Ulama juga menganjurkan memperbanyak doa agar dipertemukan kembali dengan Ramadhan dalam keadaan sehat dan diberi kemampuan menjalankan ibadah secara optimal.

Baca juga: Qadha Puasa Ramadhan: Bolehkah Tidak Berurutan dan Bagaimana Jika Tertunda?

Ramadhan 2026 Semakin Dekat

Hitung mundur menuju Ramadhan 2026 sejatinya bukan hanya soal angka hari, melainkan kesiapan jiwa.

Setiap hari yang tersisa menjadi kesempatan memperbaiki niat, memperkuat ibadah, dan membangun kebiasaan baik sebelum bulan suci tiba.

Ramadhan datang setiap tahun, tetapi tidak semua orang diberi kesempatan untuk kembali menjumpainya.

Karena itu, mempersiapkan diri sejak sekarang menjadi investasi spiritual yang nilainya melampaui sekadar hitungan waktu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kisah Al-Jazari: Bapak Robotika Muslim, Pencipta Cikal Bakal Robot Modern
Kisah Al-Jazari: Bapak Robotika Muslim, Pencipta Cikal Bakal Robot Modern
Aktual
Hari ke-8 Haji 2026: 40.796 Jemaah Berangkat, Layanan Kesehatan Diperkuat
Hari ke-8 Haji 2026: 40.796 Jemaah Berangkat, Layanan Kesehatan Diperkuat
Aktual
Saat Duka Mendalam, Ini Doa untuk Ketenangan dan Keikhlasan Hati
Saat Duka Mendalam, Ini Doa untuk Ketenangan dan Keikhlasan Hati
Doa dan Niat
Benarkah Korban Kecelakaan Termasuk Syahid? Ini Kata Ulama
Benarkah Korban Kecelakaan Termasuk Syahid? Ini Kata Ulama
Aktual
Arab Saudi Tambah 566.000 Tempat Tidur Baru untuk Jemaah Haji 2026
Arab Saudi Tambah 566.000 Tempat Tidur Baru untuk Jemaah Haji 2026
Aktual
Bahaya Jika Lupa! Jemaah Haji Wajib Bawa Kartu Nusuk Saat Keluar Hotel
Bahaya Jika Lupa! Jemaah Haji Wajib Bawa Kartu Nusuk Saat Keluar Hotel
Aktual
Waktu Mustajab! Doa di Antara Adzan dan Iqamah Tak Tertolak
Waktu Mustajab! Doa di Antara Adzan dan Iqamah Tak Tertolak
Aktual
Gus Ipul Respons Desakan PWNU: Muktamar NU Agustus, Panitia Sudah Rampung
Gus Ipul Respons Desakan PWNU: Muktamar NU Agustus, Panitia Sudah Rampung
Aktual
5 Doa Pelunas Utang dan Pembuka Pintu Rezeki Halal
5 Doa Pelunas Utang dan Pembuka Pintu Rezeki Halal
Doa dan Niat
Proyek Kereta Saudi–Turki: Hubungkan Makkah, Madinah hingga Istanbul
Proyek Kereta Saudi–Turki: Hubungkan Makkah, Madinah hingga Istanbul
Aktual
2 Pesawat Haji Tertunda Akibat Kendala Teknis, Ratusan Jemaah Terdampak
2 Pesawat Haji Tertunda Akibat Kendala Teknis, Ratusan Jemaah Terdampak
Aktual
Cuti Bersama Idul Adha 2026: Cek Jadwal Libur & Potensi Long Weekend 6 Hari
Cuti Bersama Idul Adha 2026: Cek Jadwal Libur & Potensi Long Weekend 6 Hari
Aktual
Forum Ketua PWNU Desak PBNU Gelar Muktamar Juli-Agustus 2026 atau Hadapi Mosi Tidak Percaya
Forum Ketua PWNU Desak PBNU Gelar Muktamar Juli-Agustus 2026 atau Hadapi Mosi Tidak Percaya
Aktual
Gelisah dan Overthinking? Baca Doa Ini, Amalan Sunnah Penenang Hati
Gelisah dan Overthinking? Baca Doa Ini, Amalan Sunnah Penenang Hati
Doa dan Niat
Amalan Sebelum Tidur: Dzikir & Doa Malam Sunnah yang Menenangkan Hati
Amalan Sebelum Tidur: Dzikir & Doa Malam Sunnah yang Menenangkan Hati
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com