Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Keutamaan Bulan Ramadhan: Memahami Tarhib Ramadhan, Makna “Marhaban Ya Ramadhan”, dan Meluruskan Istilah “Tahrib Ramadhan”

Kompas.com, 11 Februari 2026, 08:52 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Bulan suci Ramadhan selalu datang membawa suasana yang berbeda. Umat Islam di seluruh dunia menyambutnya dengan suka cita, persiapan batin, dan tradisi yang sarat makna.

Dari masjid hingga rumah, dari pengajian hingga lini masa media sosial, ucapan “Marhaban ya Ramadhan” menggema sebagai tanda kerinduan pada bulan penuh ampunan ini.

Namun di balik tradisi tersebut, ada istilah-istilah yang sering muncul dan belum tentu dipahami secara utuh, seperti tarhib Ramadhan, bahkan salah kaprah penulisan tahrib Ramadhan.

Lalu, apa sebenarnya makna istilah-istilah itu? Dan mengapa keutamaan bulan Ramadhan begitu ditekankan dalam banyak sumber ajaran Islam?

Baca juga: Pemerintah Gelontorkan Paket Stimulus Ekonomi Jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026

Berikut ulasan Ramadhan yang dirangkum dari sumber-sumber otoritatif keislaman seperti Kementerian Agama Republik Indonesia, NU, dan Muhammadiyah.

Keutamaan Bulan Ramadhan dalam Ajaran Islam

Dalam Al Quran, Ramadhan disebut sebagai bulan diturunkannya wahyu pertama. Hal ini menjadi landasan utama mengapa Ramadhan memiliki kedudukan istimewa.

Beberapa keutamaan bulan Ramadhan yang sering dijelaskan para ulama antara lain:

1. Bulan diturunkannya Al-Qur’an (QS. Al-Baqarah: 185)

2. Pintu ampunan dibuka seluas-luasnya

3. Setan dibelenggu, sehingga peluang berbuat maksiat berkurang

4. Terdapat malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan

5. Setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya

Sumber kajian dari Kemenag dan NU Online kerap menekankan bahwa Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan haus, tetapi momentum transformasi spiritual.

Tarhib Ramadhan Adalah Tradisi Menyambut dengan Kegembiraan

Istilah tarhib Ramadhan sering terdengar menjelang datangnya bulan puasa. Secara bahasa, tarhib berasal dari kata Arab rahhaba–yurahhibu yang berarti menyambut dengan lapang dada, kegembiraan, dan penghormatan.

Artinya, tarhib Ramadhan adalah rangkaian kegiatan, ucapan, dan persiapan untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan dengan suka cita.

Bentuk tarhib ini bisa berupa:

  • Pengajian menyambut Ramadhan
  • Pawai obor anak-anak
  • Tradisi bersih-bersih masjid
  • Saling mengucapkan maaf
  • Memasang spanduk ucapan Ramadhan

Para ulama menjelaskan bahwa tarhib bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk kesiapan hati menyambut bulan ibadah.

Tahrib Ramadhan: Istilah yang Sering Keliru

Di masyarakat, kadang muncul penulisan atau penyebutan tahrib Ramadhan. Padahal, dalam bahasa Arab, tahrib berarti merusak atau menghancurkan.

Karena itu, istilah yang benar adalah tarhib, bukan tahrib. Kekeliruan ini biasanya terjadi karena salah dengar atau salah tulis.

Para penulis di NU Online dan Kemenag beberapa kali meluruskan bahwa istilah yang tepat dalam tradisi Islam adalah tarhib Ramadhan.

Marhaban Ya Ramadhan Artinya Apa?

Ucapan “Marhaban ya Ramadhan” hampir selalu terdengar menjelang puasa. Secara bahasa: Marhaban berarti selamat datang/sambutan hangat dan Ya Ramadhan berarti wahai Ramadhan

Sehingga, marhaban ya Ramadhan artinya “Selamat datang wahai bulan Ramadhan”.

Ucapan ini bukan sekadar formalitas, tetapi doa dan harapan agar dapat memanfaatkan Ramadhan dengan sebaik-baiknya.

Ramadhan sebagai Momentum Perubahan Diri

Banyak kajian dari Muhammadiyah dan Kemenag menekankan bahwa keistimewaan Ramadhan terletak pada peluang memperbaiki diri:

  • Melatih kesabaran
  • Mengendalikan hawa nafsu
  • Memperbanyak sedekah
  • Meningkatkan kualitas shalat dan tilawah

Ramadhan menjadi “madrasah ruhani” selama 30 hari.

Tradisi Tarhib di Berbagai Daerah Indonesia

Di Indonesia, tarhib Ramadhan hadir dalam ragam budaya:

  • Pawai obor di kampung-kampung
  • Tradisi megengan di Jawa
  • Bersih makam keluarga
  • Kenduri kecil menjelang puasa

Semua tradisi ini memiliki benang merah: menyambut Ramadhan dengan bahagia.

Mengapa Tarhib Penting Secara Psikologis dan Spiritual?

Tarhib membuat umat Islam tidak “kaget” memasuki Ramadhan. Ada proses transisi mental:

  • Dari rutinitas biasa ke rutinitas ibadah
  • Dari pola makan biasa ke pola sahur-buka
  • Dari aktivitas duniawi ke fokus ukhrawi

Inilah hikmah tarhib yang jarang disadari.

Menyambut Ramadhan Bukan Hanya Ucapan

Para ulama mengingatkan, menyambut Ramadhan tidak cukup dengan ucapan marhaban ya Ramadhan, tetapi harus diikuti:

  • Taubat
  • Melunasi hutang puasa
  • Meminta maaf
  • Menata niat

Karena esensi Ramadhan adalah kesiapan hati.

Penutup: Ramadhan, Tamu Agung yang Dinanti

Ramadhan diibaratkan tamu agung. Maka cara menyambutnya pun tidak boleh biasa. Dengan memahami keutamaan bulan Ramadhan, mengetahui bahwa tarhib Ramadhan adalah tradisi menyambut dengan kegembiraan, meluruskan kekeliruan istilah tahrib Ramadhan, serta memahami marhaban ya Ramadhan artinya, umat Islam diharapkan lebih siap secara ilmu dan hati.

Baca juga: Awal Ramadhan 2026 Berpotensi Berbeda, Kemenag Jelaskan Penyebabnya

Semoga Ramadhan kali ini bukan sekadar lewat, tetapi benar-benar membekas dalam perubahan diri.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar