Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

“Darah Juang” Bergema di Bukber Filsafat UGM, Kenangan John Tobing Menyatukan Alumni Lintas Generasi

Kompas.com, 1 Maret 2026, 15:03 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Suasana haru menyelimuti acara Buka Puasa Bersama (Bukber) Alumni Filsafat Universitas Gadjah Mada di Aroem Resto & Ballroom, Jakarta, Sabtu (28/1/2026) malam.

Ratusan alumni lintas angkatan berkumpul, bukan hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga mengenang sosok yang jejaknya begitu lekat dalam sejarah gerakan mahasiswa: Johnsony Maharsak Lumban Tobing atau John Tobing.

Malam itu, lagu “Darah Juang” yang diciptakannya menggema dengan khidmat. Sebelum dinyanyikan bersama, para alumni menggelar doa untuk almarhum yang merupakan alumni Filsafat UGM tahun 1986.

Lirik-lirik yang selama puluhan tahun menjadi nyala semangat aksi mahasiswa, kini terdengar lebih dalam—penuh kehilangan sekaligus kebanggaan.

Lagu yang Melintasi Generasi

Dekan Fakultas Filsafat Prof Dr Rr Siti Murtiningsih SS MHum saat menyampaikan testimoni John Tobing, pencipta Lagu Darah Juang dalam acara Bukber Filsafat UGM di Aroem Resto & Ballrom Jakarta, Sabtu (28/1/2026) malam. KOMPAS.com/ FARID ASSIFA Dekan Fakultas Filsafat Prof Dr Rr Siti Murtiningsih SS MHum saat menyampaikan testimoni John Tobing, pencipta Lagu Darah Juang dalam acara Bukber Filsafat UGM di Aroem Resto & Ballrom Jakarta, Sabtu (28/1/2026) malam.

Dekan Fakultas Filsafat UGM, Siti Murtiningsih, yang juga alumni angkatan 1990, menyebut Fakultas Filsafat memiliki warisan kontribusi yang sering luput dari perhatian publik.

Ia mengingatkan bahwa "Himne Gadjah Mada" pun diciptakan oleh alumni Filsafat. “Tidak banyak yang tahu,” ujarnya dalam testimoni. Namun malam itu, sorotan utama tentu tertuju pada John Tobing—atau yang akrab disapa Bang Jon.

Baca juga: MUI Desak RI Keluar dari Board of Peace Usai Serangan AS-Israel ke Iran

Menurut Siti, hampir tak ada generasi mahasiswa dari Aceh hingga Papua yang tak mengenal “Darah Juang”. Lagu itu hadir dalam aksi, orientasi kampus, hingga ruang-ruang diskusi.

“Liriknya selalu menyentuh. Itu kekuatan kita, melihat dunia dari perspektif yang positif dan menarasikannya,” tuturnya.

Kehilangan yang Personal

Di antara para hadirin, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Nezar Patria, turut berbagi kenangan. Alumni Filsafat 1990 itu menyebut John Tobing sebagai salah satu alumni terbaik UGM—gelar yang diberikan kampus pada 2024.

“Sulit berkata-kata karena terlalu dekat,” ungkap Nezar. Ia mengenang John bukan semata sebagai sosok intelektual, melainkan pribadi dengan ketajaman hati yang luar biasa.

“Dia mungkin bukan akademisi yang banyak menulis jurnal. Tapi dia menangkap kegelisahan zaman dengan sangat tajam. Itu yang membuat ‘Darah Juang’ terus relevan dari akhir 80-an, 90-an, hingga hari ini,” katanya.

Bagi Nezar, lagu tersebut bukan sekadar komposisi nada dan kata. Ia adalah cermin keresahan, keberanian, dan harapan generasi.

Filsafat yang Kian Relevan

Malam itu bukan hanya tentang nostalgia. Para alumni juga berbicara tentang masa depan. Nezar menilai, di tengah derasnya arus kecerdasan buatan dan perubahan teknologi, filsafat justru menemukan relevansi baru.

“Filsafat sekarang dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan fundamental tentang kesadaran, etika, dan kecerdasan buatan,” ujarnya. Ia menyebut bidang etika AI kini menjadi ruang kontribusi penting bagi para pemikir filsafat.

Fakultas Filsafat UGM sendiri, menurut laporan dekanat, kini semakin diminati. Banyak calon mahasiswa menjadikannya pilihan pertama, sebuah perubahan signifikan dibandingkan masa lalu ketika studi filsafat kerap dipandang sebelah mata.

Malam itu juga dihadiri Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM periode 2022–2027, Arie Sujito.

Dalam sambutannya, Arie menegaskan bahwa sejak awal, Filsafat termasuk fakultas yang memiliki pengaruh kuat di UGM, bersama Fisipol dan Sastra. Ia melihat Filsafat bukan sekadar ruang akademik, tetapi pusat diskursus yang memberi warna bagi komunitas Yogyakarta.

“Saya selalu ingat, sejak SMA saya melewati Fakultas Filsafat. Fakultas ini punya peran penting dalam berbagai hal,” ujarnya.

Menurut Arie, di tengah percepatan teknologi dan pembangunan, kerap muncul anggapan bahwa Filsafat tak punya hubungan langsung dengan industri atau teknologi. Namun kenyataannya, banyak alumni Filsafat yang justru berperan penting di berbagai sektor, termasuk industri dan teknologi.

“Kita harus terus mengingat nilai (value) dalam setiap kemajuan teknologi—tentang keadilan, kesejahteraan, dan bagaimana universitas tidak hanya memproduksi pengetahuan, tetapi menerjemahkannya dalam praksis untuk masyarakat,” tegasnya.

Ia pun mengapresiasi para alumni yang terus menjaga budaya kebersamaan dan kontribusi nyata bagi bangsa.

Silaturahmi yang Menguatkan

Bukber malam itu terasa istimewa. Untuk pertama kalinya, acara alumni Filsafat dihadiri Wakil Rektor UGM. Kehadiran para tokoh—termasuk sastrawan Eka Kurniawan—menambah hangat suasana.

Kemudian hadir juga alumni lainnya, Ajar Edi yang menjabat sebagai Senior Vice President, Regulatory & Government Affairs PT Indosat Tbk dan Aryaning Arya Kesra sebagai Ketua Kagama Filsafat serta tokoh alumni lainnya.

Baca juga: Polemik Meninggalkan Zakat dan Permintaan Maaf Menag Nasaruddin Umar

Namun yang paling membekas adalah momen ketika seluruh ruangan berdiri dan menyanyikan “Darah Juang” bersama. Tak ada panggung megah, tak ada sorotan lampu berlebihan—hanya suara yang menyatu, mengalirkan kenangan dan semangat yang tak lekang oleh waktu.

Di ujung acara, para alumni sepakat satu hal: silaturahmi bukan sekadar temu kangen. Ia adalah ruang merawat ingatan, memperkuat kohesi, dan menyalakan kembali api kontribusi untuk Indonesia.

Dan malam itu, lewat “Darah Juang”, mereka merayakan warisan yang tak hanya milik Fakultas Filsafat, tetapi milik sejarah bangsa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
10 Doa Tolak Bala Rebo Wekasan di Akhir Bulan Safar: Arab, Latin dan Artinya
10 Doa Tolak Bala Rebo Wekasan di Akhir Bulan Safar: Arab, Latin dan Artinya
Doa dan Niat
Lomba Kemerdekaan 17 Agustus dalam Pandangan Islam: Antara Tradisi, Mubah, dan Sunnah
Lomba Kemerdekaan 17 Agustus dalam Pandangan Islam: Antara Tradisi, Mubah, dan Sunnah
Aktual
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Aktual
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Aktual
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Doa dan Niat
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
Aktual
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
Aktual
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Aktual
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Aktual
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Aktual
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Aktual
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar