Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Badai Petir Landa Saudi, NCM Peringatkan Cuaca Ekstrem Hingga Akhir Pekan

Kompas.com, 17 April 2026, 16:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Otoritas meteorologi Arab Saudi melalui National Center for Meteorology (NCM) memperingatkan potensi cuaca tidak stabil yang akan berlangsung di berbagai wilayah Kerajaan hingga akhir pekan ini dilansir dari Saudi Gazette.

Fenomena ini ditandai dengan badai petir berintensitas variatif, disertai angin kencang, hujan es, hingga potensi banjir bandang di sejumlah titik rawan.

Dalam laporan resminya, NCM menyebut kondisi atmosfer dipengaruhi oleh arus udara turun yang cukup aktif, membawa debu dan pasir dengan kecepatan angin yang dapat melampaui 60 kilometer per jam.

Situasi ini turut meningkatkan risiko gangguan visibilitas, terutama di jalur transportasi darat dan wilayah terbuka.

Riyadh dan Sekitarnya Terdampak Hujan Lebat

Salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus adalah Riyadh dan sejumlah wilayah administratif di sekitarnya.

Curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan terjadi secara tidak merata, meliputi kawasan permukiman hingga daerah perbukitan.

Beberapa wilayah seperti Diriyah, Al-Kharj, hingga daerah pedesaan seperti Al-Dilam, Al-Hariq, dan Al-Rayn diprediksi mengalami hujan disertai angin kencang.

NCM juga mencatat potensi hujan ringan hingga sedang yang masih dapat berlangsung hingga akhir pekan.

Sementara itu, wilayah lain seperti Wadi Al-Dawasir dan As-Sulayyil juga diperkirakan menghadapi hujan dengan intensitas lebih tinggi, yang berpotensi memicu genangan air di area rendah.

Baca juga: Lomba Sastra Anak Bahasa Arab 2026 Digelar di Italia, Total Hadiah Rp 5 Miliar

Wilayah Barat dan Pusat Arab Saudi Ikut Terdampak

Tidak hanya Riyadh, kondisi cuaca ekstrem juga meluas ke wilayah barat Kerajaan. Di kawasan Makkah, hujan diperkirakan mengguyur sejumlah titik penting seperti Taif, Maysan, Adham, hingga Turabah.

Di beberapa wilayah tersebut, hujan diperkirakan bersifat sedang hingga lebat, terutama pada puncak aktivitas atmosfer di pertengahan pekan.

Kondisi ini meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir bandang di lembah dan daerah aliran sungai kering (wadi).

Sementara di wilayah lain seperti Al-Baha dan sebagian kawasan pegunungan Asir, hujan dengan intensitas sedang diperkirakan terus berlangsung hingga beberapa hari ke depan.

Dampak Hingga Wilayah Utara dan Timur

Laporan NCM juga menunjukkan bahwa cuaca tidak stabil meluas hingga wilayah utara seperti Al-Jouf dan Tabuk, serta kawasan tengah seperti Hail dan Qassim.

Di wilayah ini, hujan diperkirakan datang dengan intensitas sedang hingga lebat secara sporadis.

Di sisi timur, daerah seperti Hafr Al-Batin dan Al-Khafji juga berpotensi mengalami hujan deras disertai angin kencang.

Kondisi ini membuat sebagian wilayah pesisir turut waspada terhadap gelombang laut tinggi yang dapat mengganggu aktivitas pelayaran.

Baca juga: Arab Saudi Hijaukan 1 Juta Hektare Gurun dan Tanam 159 Juta Pohon

Angin Kencang dan Debu Jadi Ancaman Tambahan

Selain hujan, fenomena angin turun (downdraft) menjadi perhatian utama dalam laporan NCM. Angin ini membawa partikel debu dan pasir dalam jumlah besar, menyebabkan badai debu lokal di sejumlah wilayah terbuka.

Dalam kajian meteorologi, fenomena ini dikenal sebagai outflow wind, yang sering muncul bersamaan dengan awan cumulonimbus, awan pembawa hujan lebat dan petir.

Dalam buku Meteorology Today karya C. Donald Ahrens, dijelaskan bahwa kombinasi antara kelembaban tinggi dan ketidakstabilan atmosfer di wilayah gurun dapat memicu badai konvektif yang intens, terutama saat perubahan musim.

Imbauan Keselamatan dari Otoritas Cuaca

NCM mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi, termasuk situs web, media sosial, serta aplikasi peringatan cuaca “Anwaa”.

Warga juga diminta menghindari aktivitas di luar ruangan saat badai berlangsung, terutama di daerah terbuka, lembah, dan jalur wadi yang rawan banjir bandang.

Instruksi ini menjadi penting mengingat karakteristik hujan di wilayah Arab Saudi yang cenderung singkat namun sangat intens, sehingga dapat menyebabkan perubahan kondisi secara cepat.

Baca juga: Arab Saudi Resmi Berlakukan Denda Rp 80 Juta untuk Haji Ilegal 2026

Perspektif Alam: Cuaca Ekstrem di Wilayah Gurun

Fenomena hujan lebat di kawasan gurun seperti Arab Saudi bukanlah hal baru, namun intensitas dan sebarannya sering kali mengejutkan.

Dalam kajian klimatologi Timur Tengah, wilayah ini termasuk zona kering yang sesekali mengalami gangguan sistem tekanan udara dari Laut Merah dan Teluk Arab.

Dalam literatur Desert Climates karya Ronald R. Boyer, dijelaskan bahwa interaksi antara udara lembap dari laut dan udara panas dari daratan gurun dapat menciptakan ketidakstabilan atmosfer yang memicu badai petir intens.

Kondisi inilah yang saat ini tengah terjadi di berbagai wilayah Kerajaan.

Waspada di Tengah Perubahan Cuaca Cepat

Dengan kondisi atmosfer yang masih tidak stabil hingga akhir pekan, masyarakat di berbagai wilayah Arab Saudi diharapkan tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi secara tiba-tiba.

Bagi jutaan penduduk di wilayah terdampak, terutama di kota-kota besar seperti Riyadh dan Makkah, kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem ini.

Di tengah dinamika alam yang terus berubah, peringatan NCM menjadi pengingat bahwa keselamatan selalu bergantung pada kewaspadaan dan kepatuhan terhadap informasi resmi yang dikeluarkan otoritas terkait.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar