Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dua Gereja Katolik Terbesar di Dubai Dibuka Penuh, Umat Bisa Beribadah

Kompas.com, 2 Juli 2026, 09:19 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Dua gereja Katolik terbesar di Dubai, St. Mary's Catholic Church di Oud Metha dan St. Francis of Assisi Catholic Church di Jebel Ali, resmi kembali beroperasi secara penuh setelah beberapa bulan menerapkan pembatasan aktivitas sebagai langkah pencegahan keselamatan.

Kebijakan pembukaan 100 persen tersebut mulai berlaku pada 1 Juli 2026, menyusul arahan terbaru dari Community Development Authority (CDA), otoritas yang membidangi pengembangan masyarakat di Dubai.

Pengumuman itu disambut antusias oleh ribuan umat Katolik yang selama beberapa bulan terakhir harus mengikuti pembatasan dalam pelaksanaan ibadah maupun kegiatan gereja.

Dalam pemberitahuan kepada para jemaat, St. Mary's Catholic Church menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima informasi resmi mengenai pencabutan pembatasan tersebut.

Baca juga: Polisi Dubai Tutup Jalan Tol demi Bantu Mobil Mogok, Videonya Viral

"Atas nama Pastor Paroki Fr. Leny Supe Escalada, OFMCap., kami dengan sukacita menginformasikan bahwa Community Development Authority telah memberitahukan pembukaan gereja secara 100 persen mulai hari ini, 1 Juli 2026," demikian keterangan gereja kepada para jemaat.

Pihak gereja menambahkan bahwa pengumuman resmi secara lengkap akan segera disampaikan kepada seluruh umat.

Sementara itu, St. Francis of Assisi Catholic Church juga mengumumkan dimulainya kembali seluruh kegiatan paroki.

"Menindaklanjuti arahan terbaru, gereja kini kembali dibuka untuk melanjutkan seluruh aktivitas," tulis pihak gereja melalui akun media sosial resminya.

Meski seluruh aktivitas kembali berjalan normal, gereja tetap mengimbau para jemaat agar menjaga sikap saling menghormati, saling peduli, serta mematuhi aturan yang masih berlaku selama mengikuti ibadah.

Pembatasan Berlaku Sejak April

Pembukaan penuh ini sekaligus mengakhiri kebijakan pembatasan sementara yang mulai diberlakukan sejak April 2026.

Saat itu, berbagai kegiatan di area gereja, khususnya aktivitas luar ruangan dan pertemuan jemaat, dihentikan guna menghindari kepadatan dan menjaga keselamatan.

Selain itu, misa akhir pekan yang bersifat wajib hanya dapat diikuti oleh umat berusia 18 tahun ke atas.

Seluruh jemaat juga diwajibkan melakukan pendaftaran secara daring melalui situs resmi gereja sebelum mengikuti misa.

Anak-anak maupun pengunjung yang belum terdaftar tidak diperkenankan memasuki area gereja selama masa pembatasan berlangsung.

Bagi umat yang tidak memperoleh kuota kehadiran, gereja menyediakan layanan siaran langsung (livestreaming) agar mereka tetap dapat mengikuti perayaan misa dari rumah.

Aktivitas Paroki Kembali Normal

Dengan dicabutnya pembatasan tersebut, umat Katolik kini dapat kembali mengikuti seluruh kegiatan gereja, mulai dari misa harian, pertemuan komunitas, kegiatan pelayanan, hingga berbagai aktivitas pembinaan umat.

Kedua gereja berharap momentum pembukaan kembali ini dapat menghidupkan kembali kehidupan paroki yang sempat dibatasi selama beberapa bulan terakhir.

Baca juga: Dubai Resmi Buka Pantai Privat Khusus Perempuan 24 Jam, Dilarang Foto dan Dijaga Teknologi Canggih

Pihak gereja juga mengajak seluruh jemaat untuk terus menjaga semangat kebersamaan, saling menghargai, dan mendukung terciptanya suasana ibadah yang aman dan nyaman bagi semua.

Pembukaan penuh dua gereja terbesar di Dubai ini menjadi kabar menggembirakan bagi komunitas Katolik di Uni Emirat Arab yang kini dapat kembali menjalankan kehidupan beriman dan kegiatan pastoral secara normal.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar