Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

MUI Serukan Sholat Gaib untuk Korban Banjir Bandang dan Longsor di Sumatera

Kompas.com, 28 November 2025, 12:43 WIB
Khairina

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com-Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan umat Islam di Indonesia untuk melaksanakan sholat gaib bagi para korban bencana banjir bandang dan longsor dan sejumlah wilayah di Sumatera.

MUI mendoakan agar Allah SWT meringankan beban para korban, menerima amal ibadah mereka, dan menempatkan para syuhada bencana pada derajat yang mulia di sisi-Nya.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) MUI Bidang Penanggulangan Bencana, KH Mabroer MS, menyampaikan seruan tersebut pada Jumat (29/11/2025).

“MUI menyerukan kepada seluruh umat Islam di Indonesia, khususnya, untuk menyelenggarakan sholat gaib secara serentak hari ini, Jumat, baik di mushala, masjid, pondok pesantren, maupun lembaga-lembaga pendidikan yang lain,” kata Kiai Mabroer, dilansir dari laman MUI.

Baca juga: Larangan Merusak Alam dalam Islam: 14 Ayat Alquran dan Fatwa MUI

Ia menjelaskan, sholat gaib menjadi salah satu bentuk solidaritas keagamaan dan empati umat Islam terhadap saudara-saudara yang menjadi korban bencana.

Selain mengajak umat melaksanakan sholat gaib, Kiai Mabroer juga menyerukan agar masyarakat dan lembaga sosial kemasyarakatan menjalin kerja sama erat dengan pemerintah.

Ia menekankan pentingnya koordinasi dan konsolidasi yang baik antara Basarnas, BNPB, TNI, Polri, serta elemen masyarakat lain dalam menangani dampak bencana.

Kerja sama tersebut dinilai krusial dalam proses pencarian korban yang masih hilang, penyediaan dapur umum, pemenuhan kebutuhan peralatan sekolah, serta kebutuhan dasar seperti tempat tidur dan fasilitas mandi.

“Agar supaya para korban yang notabene terputus seluruh aksesnya bisa mendapatkan prioritas, terutama dari pemberian sembako,” ujarnya.

Baca juga: MUI Tegaskan Nikah Siri Sah secara Agama tapi Diharamkan karena Timbulkan Mudarat

Kiai Mabroer menyatakan dukungan terhadap langkah cepat pemerintah pusat dalam mengirimkan bantuan melalui pesawat maupun helikopter ke wilayah terdampak.

Ia juga mengimbau masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan agar terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak berwenang di lapangan.

Tujuannya supaya penyaluran bantuan tidak salah sasaran akibat minimnya informasi serta tantangan akses di daerah bencana.

“Agar supaya semua potensi bantuan bisa terkumpul dan terkoordinasi dengan baik dan sampai ke tujuan dengan benar, jangan sampai kita salah kirim,” kata Kiai Mabroer menegaskan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com