Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bukan Sekadar Hewan, Mengapa Unta Begitu Penting di Arab Saudi?

Kompas.com, 17 Januari 2026, 09:56 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Di Arab Saudi, unta bukan sekadar hewan ternak. Ia adalah simbol budaya, penopang ekonomi, sekaligus saksi hidup perjalanan panjang peradaban yang tumbuh dari kerasnya padang pasir.

Bagi pengunjung yang ingin memahami Arab Saudi lebih dalam—melampaui gedung pencakar langit dan proyek-proyek megah—unta menjadi pintu masuk paling autentik untuk mengenal identitas Kerajaan.

Dari penopang hidup hingga gaya hidup modern

Selama berabad-abad, unta berperan penting dalam kelangsungan hidup masyarakat Arab. Di bentang alam yang kering dan ekstrem, unta menjadi alat transportasi utama, sumber pangan, dan mitra setia dalam perjalanan jauh.

Baca juga: Hasil Pemeriksaan Medis Baik, Raja Salman Tinggalkan RS di Riyadh

Menurut Saudi Press Agency (SPA), susu unta sejak lama menjadi makanan pokok masyarakat gurun, baik saat menetap maupun bepergian, karena kandungan gizinya yang tinggi.

Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) bahkan mengakui susu unta sebagai pangan sehat yang relevan secara global.

Warisan itu kini berevolusi menjadi industri modern. Merek dairy Sawani & Noug—yang berafiliasi dengan Public Investment Fund—mengolah susu unta menjadi produk kontemporer seperti es krim dan minuman beraroma misk, mengubah sumber bertahan hidup menjadi bagian dari gaya hidup masa kini.

Pengakuan dunia terhadap budaya unta

Peran unta juga mendapat pengakuan internasional. Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan 22 Juni sebagai World Camel Day dan menjadikan 2024 sebagai International Year of Camelids, menyoroti kontribusi unta terhadap ketahanan pangan dan warisan budaya dunia.

Arab Saudi menjadi salah satu negara paling aktif dalam upaya tersebut, menegaskan posisi unta sebagai elemen penting dalam identitas peradaban Kerajaan.

Pilar Ekonomi yang Terus Tumbuh

Secara ekonomi, peran unta tetap signifikan. Kementerian Kebudayaan Arab Saudi mencatat populasi unta di Kerajaan mencapai lebih dari 2,1 juta ekor, dengan sekitar 1,8 juta di antaranya dimiliki oleh lebih dari 80 ribu orang.

Sektor unta berkontribusi sekitar 50 miliar riyal Saudi per tahun bagi perekonomian nasional. Di sejumlah lelang bergengsi, khususnya di wilayah Hail, unta ras langka bahkan terjual hingga lebih dari 11 juta riyal Saudi per ekor.

Pemerintah juga telah menginvestasikan lebih dari 1 miliar riyal Saudi untuk riset, pembiakan, dan pengembangan produksi unta—tanda komitmen jangka panjang terhadap sektor ini.

Festival, Kontes Kecantikan, dan Balapan

Bagi wisatawan, festival unta menawarkan pengalaman budaya yang mendalam. King Abdulaziz Camel Festival memadukan warisan, kompetisi, dan hiburan dalam skala besar.

Kontes kecantikan unta—resmi dikenal sebagai King Abdulaziz Mazayen al-Ibl Award—menilai unta berdasarkan standar estetika tertentu, sementara ajang balap digelar di lintasan khusus.

Salah satu edisi Crown Prince Camel Festival bahkan tercatat dalam Guinness World Records dengan partisipasi 21.637 ekor unta, mencerminkan besarnya antusiasme masyarakat.

Hingga 2024, Arab Saudi memiliki empat festival unta utama: King Abdulaziz Camel Festival, King Salman Camel Racing Festival, Crown Prince Camel Festival, dan Festival Janadriyah.

Simbol Iman, Sejarah, dan Sastra

Dalam sejarah Islam, unta memiliki makna spiritual yang mendalam. Unta Nabi Muhammad SAW, Al-Qashwa, berhenti di lokasi yang kemudian menjadi Masjid Nabawi di Madinah—menjadikannya bagian dari narasi suci Islam.

Sejarawan mencatat Raja Abdulaziz, pendiri Kerajaan Arab Saudi, memiliki kelompok unta terkenal bernama Al-Raimat, termasuk unta kesayangannya, Al-Duwaila. Para penyair Arab klasik seperti Al-A‘sha juga mengabadikan unta dalam karya sastra mereka.

Julukan “kapal padang pasir” bukan tanpa alasan. Secara historis, unta mampu membawa muatan hingga 400 kilogram di jalur perdagangan kuno, termasuk Jalur Sutra.

Ilmu Pengetahuan dan Pelestarian

Riset ilmiah tentang unta terus berkembang. International Camel Organization yang berbasis di Riyadh fokus pada penelitian genom dan peningkatan kesejahteraan unta.

Sementara itu, otoritas kesehatan hewan Saudi melakukan pemeriksaan ketat di setiap festival untuk mencegah penyakit dan menjaga kesehatan kawanan.

Lebih dari Sekadar Hewan

Unta juga dikenal memiliki sistem komunikasi unik melalui suara yang berbeda-beda, mencerminkan kondisi fisik dan psikologisnya. Penelitian modern menunjukkan unta memiliki kecerdasan sosial dan daya ingat yang beragam.

Upaya pelestarian kini tak hanya menjaga populasinya, tetapi juga mempertahankan nilai budaya dan pengetahuan yang melekat pada hewan ini.

Baca juga: 3 Teori Fisika yang Kerap Dikaitkan dengan Peristiwa Isra Miraj

Pengalaman Hidup, Bukan Peninggalan Masa Lalu

Di Arab Saudi, unta bukan artefak sejarah. Ia adalah bagian dari kehidupan yang terus bergerak—dari lintasan balap, festival budaya, hingga produk susu modern.

Mengalami budaya unta berarti memahami bagaimana masa lalu Arab Saudi terus membentuk identitasnya hari ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar