Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Waktu Paling Utama Shalat Tahajud dan Witir Menurut Sunnah Nabi

Kompas.com, 17 Januari 2026, 09:40 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Shalat malam dan witir merupakan amalan istimewa yang memiliki kedudukan tinggi dalam ajaran Islam.

Rasulullah SAW menjadikannya sebagai kebiasaan harian, bahkan mencontohkan tata waktu, jumlah rakaat, hingga keutamaannya secara rinci.

Dalam buku Sunnah Rasulullah Sehari-hari karya Syaikh Abdullah bin Hamoud Al-Furaih (2016) dijelaskan bahwa waktu shalat witir dimulai setelah shalat Isya hingga terbit fajar.

Hal ini berdasarkan sejumlah riwayat sahih dari Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha.

Baca juga: Doa Sholat Tahajud Lengkap Arab, Latin, dan Cara Mengamalkannya

Aisyah menuturkan bahwa Rasulullah SAW biasa melaksanakan shalat malam sebanyak 11 rakaat, dengan salam setiap dua rakaat dan ditutup satu rakaat witir.

Dalam riwayat lain, ia menyebut Rasulullah SAW pernah berwitir di awal malam, pertengahan, hingga akhirnya menetapkan witir pada waktu sahur.

Para ulama pun sepakat bahwa waktu shalat witir terbentang sejak Isya hingga fajar, sebagaimana ditegaskan oleh Ibnu Mundzir rahimahullah.

Sepertiga Malam Terakhir, Waktu Paling Dicintai Allah

Meski witir boleh dilakukan sepanjang malam, waktu paling utama untuk shalat malam adalah sepertiga malam terakhir.

Waktu ini memiliki keutamaan khusus, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Dawud ‘alaihis salam.

Rasulullah SAW bersabda bahwa shalat yang paling dicintai Allah adalah shalat Dawud, yaitu tidur setengah malam, bangun pada sepertiganya, lalu tidur kembali pada seperenam terakhir.

Pola ini menunjukkan keseimbangan antara istirahat dan ibadah. Untuk menghitungnya, malam dimulai sejak terbenam matahari hingga terbit fajar, lalu dibagi menjadi enam bagian.

Seorang muslim tidur pada tiga bagian pertama, bangun pada bagian keempat dan kelima untuk shalat, lalu tidur kembali pada bagian keenam.

Aisyah radhiyallahu ‘anha bahkan menyebut bahwa pada akhir malam, Rasulullah SAW pernah berada dalam keadaan tidur, menunjukkan fleksibilitas ibadah sesuai kondisi fisik.

Saat Allah Turun ke Langit Dunia

Keutamaan sepertiga malam terakhir semakin agung karena pada waktu itulah Allah SWT turun ke langit dunia, dengan cara yang sesuai dengan keagungan-Nya.

Dalam hadis sahih disebutkan, رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى turun pada sepertiga malam terakhir dan berfirman,

“Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku kabulkan. Siapa yang meminta ampun kepada-Ku, maka Aku ampuni. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri.”

Inilah waktu mustajab untuk berdoa, memohon ampunan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Tiga Tingkatan Waktu Shalat Malam

Buku tersebut juga merangkum tiga tingkatan utama waktu shalat malam:

1. Tingkatan pertama (paling utama)

Tidur setengah malam, bangun pada sepertiga malam, lalu tidur kembali pada seperenam terakhir.

2. Tingkatan kedua

Bangun dan shalat pada sepertiga malam terakhir.

3. Tingkatan ketiga

Shalat pada awal malam atau kapan saja sesuai kemampuan, terutama bagi yang khawatir tidak terbangun di akhir malam.

Rasulullah SAW bahkan mewasiatkan kepada beberapa sahabat, seperti Abu Dzar, Abu Darda, dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhum, agar shalat witir dilakukan sebelum tidur jika khawatir tidak bangun malam.

Menjaga Sunnah di Tengah Kesibukan

Shalat malam bukan hanya ibadah fisik, tetapi juga ruang dialog hamba dengan Tuhannya. Islam tidak mempersulit umatnya.

Siapa pun yang berusaha menjaga witir—baik di awal, tengah, maupun akhir malam—tetap berada dalam kebaikan sunnah Nabi SAW.

Baca juga: Sholat Tahajud Lengkap: Niat, Waktu Terbaik, Tata Cara, dan Bacaan Doa Mustajab

Sebagaimana pesan Rasulullah SAW, ibadah terbaik adalah yang dikerjakan secara konsisten, meski sedikit. Di tengah kesibukan zaman modern, shalat malam menjadi pengingat bahwa keheningan malam adalah waktu paling jujur untuk kembali kepada Allah SWT.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar