Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ramadhan 2026: Apakah Sekolah Libur 1 Bulan Selama Puasa?

Kompas.com, 18 Januari 2026, 22:20 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah / 2026 Masehi, banyak orangtua dan pelajar bertanya: apakah sekolah akan libur selama satu bulan penuh ketika puasa 2026 dimulai?

Informasi ini penting, terutama untuk merencanakan sekolah, ibadah, dan kegiatan keluarga selama Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri.

Prediksi Awal Ramadhan 2026

Berdasarkan kalender Hijriah dan prediksi pemerintah, Ramadhan 1447 H diperkirakan jatuh pada pertengahan Februari 2026 dan berakhir sekitar pertengahan Maret 2026.

Baca juga: Niat Puasa Senin Kamis dan Mengganti Puasa Ramadhan, Bolehkah Digabung Sekaligus?

Namun, tanggal pastinya tetap menunggu hasil sidang isbat resmi di Indonesia. 

Libur Sekolah Selama Bulan Puasa?

Jawabannya: tidak otomatis libur selama satu bulan penuh untuk semua siswa sekolah di Indonesia.

Sistem libur sekolah mengikuti kalender akademik yang ditetapkan pemerintah dan dinas pendidikan daerah, bukan kalender puasa umat Islam, sebagaimana dilansir dari Antaranews.

Berdasarkan prediksi kalender pendidikan 2026, sekolah di berbagai daerah masih memiliki aktivitas belajar pada sebagian besar minggu pertama hingga pertengahan bulan puasa.

Sebagian sekolah memang memberikan libur awal Ramadhan, tetapi itu biasanya hanya beberapa hari di awal puasa, berbeda jauh dari satu bulan penuh.

Contoh Jadwal Libur Sekolah di Beberapa Wilayah

Prediksi libur sekolah awal puasa dan Idul Fitri 2026 menunjukkan variasi antar daerah, misalnya:

- DKI Jakarta: libur sekolah awal puasa sekitar beberapa hari di pertengahan Februari.

- Jawa Barat, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, dan lainnya: memiliki rentang libur yang berbeda, tetapi tidak menunjukkan libur satu bulan penuh hanya karena puasa. 

Selain libur awal Ramadhan, sekolah juga memberikan libur Hari Raya Idul Fitri dan cuti bersama pada akhir bulan puasa atau setelahnya. Libur ini bisa berlangsung sekitar beberapa hari hingga dua minggu, tetapi tetap tidak berarti sekolah libur selama satu bulan penuh dari awal hingga akhir Ramadhan.

Kenapa Tidak Satu Bulan?

Sistem pendidikan nasional Indonesia berjalan dengan kalender akademik yang terikat pada kalender pendidikan tahunan, yang mencakup:

  • Masa belajar semester ganjil dan genap
  • Jadwal ujian dan ujian akhir
  • Libur umum nasional
  • Cuti bersama

Libur puasa Ramadhan yang lebih panjang akan dipertimbangkan oleh pemerintah melalui pembahasan resmi bersama Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri, namun hingga kini keputusan itu belum berlaku untuk libur satu bulan penuh hanya karena puasa. 

Jadi Apa yang Perlu Diketahui Orang Tua dan Siswa?

1. Sekolah tidak otomatis libur selama satu bulan karena puasa.

Libur sekolah biasanya hanya diberlakukan di awal puasa dan lebih panjang saat Idul Fitri.

2. Setiap dinas pendidikan daerah bisa menetapkan jadwal libur berbeda. 

3. Libur Hari Raya Idul Fitri dapat lebih panjang — sering sekitar 7–14 hari dengan cuti bersama.

4. Pemerintah pernah mengevaluasi opsi libur panjang selama puasa, tetapi sampai sekarang kebijakan itu belum resmi diberlakukan.

Tips Menyambut Ramadhan di Sekolah

Meski tidak libur satu bulan, Ramadhan tetap bisa jadi momen istimewa bagi pelajar:

  • Atur ritme ibadah dan sekolah agar tetap seimbang.
  • Diskusikan dengan sekolah tentang fleksibilitas jadwal kegiatan fisik atau ekstra kurikuler saat puasa.
  • Gunakan libur awal puasa dan libur Lebaran untuk berkumpul keluarga dan memperkuat ibadah bersama.

Baca juga: Kalender Islam 2026: Berapa Hari Lagi Menuju Puasa Ramadhan?

Kesimpulan:

Untuk puasa 2026, sekolah tidak otomatis libur selama 1 bulan penuh. Libur sekolah akan mengikuti kalender akademik dan kebijakan pemerintah daerah, dengan libur awal puasa dan libur Idul Fitri yang biasanya lebih singkat daripada satu bulan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar