Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

UIN Bandung Tembus 5 Jurusan Hukum Terbaik di Indonesia

Kompas.com, 26 Januari 2026, 06:53 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Kabar membanggakan datang dari Jurusan Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Program studi ini masuk peringkat kelima terbaik di Indonesia versi Times Higher Education (THE) World University Rankings (WUR) by Subject 2026 untuk kategori hukum.

Pemeringkatan yang dirilis THE pada 21 Januari 2026 itu menempatkan UIN Bandung sebagai Jurusan Hukum terbaik di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), sekaligus berada pada kelompok peringkat dunia 301–400.

Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rosihon Anwar, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian tersebut.

Baca juga: 7 PTKIN Tembus 100 Besar Kampus Nasional Versi Webometrics Awal 2026

“Alhamdulillah. Prestasi ini hasil dari kerja kolektif seluruh sivitas akademika, mulai dari dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, pimpinan fakultas hingga jurusan, yang secara konsisten menjaga mutu akademik, penguatan riset, tata kelola pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing global berbasis rahmatan lil alamin,” ujarnya dilansir dari situs Kemenag, Sabtu (24/1/2026).

Menurut Rosihon, capaian ini menunjukkan bahwa UIN Bandung mampu beradaptasi dengan standar internasional tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Senada, Dekan FSH UIN Bandung Fauzan Ali Rasyid, didampingi Ketua dan Sekretaris Jurusan Ilmu Hukum E Hasbi Nassaruddin dan Dian Rachmat Gumelar, menegaskan bahwa prestasi ini menjadi motivasi besar bagi seluruh sivitas akademika.

“Fakultas Syariah dan Hukum kembali menorehkan capaian membanggakan dengan meraih Top 1 Jurusan Hukum PTKIN serta Top 5 Jurusan Hukum di Indonesia,” katanya.

Kriteria Penilaian THE untuk Bidang Hukum

Pemeringkatan THE WUR by Subject menggunakan indikator yang sama dengan THE WUR secara umum, tetapi dengan bobot khusus untuk bidang hukum, meliputi:

  • Pengajaran: reputasi pengajaran, rasio dosen-mahasiswa, rasio doktor, dan pendapatan institusi
  • Lingkungan penelitian: reputasi, pendapatan, dan produktivitas riset
  • Kualitas penelitian: dampak sitasi, kekuatan dan keunggulan riset
  • Industri: kemitraan industri dan paten
  • Perspektif internasional: keterlibatan mahasiswa, dosen, dan kolaborasi internasional

Capaian ini menjadi bukti komitmen FSH UIN Bandung dalam memperkuat kualitas akademik, riset, serta tata kelola pendidikan hukum yang berdaya saing global.

### 11 Kampus dengan Jurusan Hukum Terbaik di Indonesia Versi THE WUR 2026

Berikut daftar 11 universitas Indonesia yang masuk pemeringkatan hukum versi THE WUR 2026:

1. UGM (201–250 dunia)

2. UNS (201–250 dunia)

3. Undip (301–400 dunia)

4. UII (301–400 dunia)

5. UIN Sunan Gunung Djati Bandung (301–400 dunia)

6. Unair (301–400 dunia)

7. UMY (301–400 dunia)

Baca juga: Riset Internasional 2025: UIN Sunan Kalijaga Jadi PTKI Paling Produktif di Indonesia

8. Unnes (301–400 dunia)

9. Unpad (301–400 dunia)

10. UB (301–400 dunia)

11. UI (301–400 dunia)

Prestasi ini diharapkan menjadi pemantik semangat untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mengharumkan nama UIN Sunan Gunung Djati Bandung di tingkat nasional dan internasional.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar