JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa petugas haji menjadi garda terdepan Kementerian Haji dan Umrah dalam menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Irfan Yusuf saat meninjau materi daerah kerja yang diberikan kepada petugas haji 2026 pada pekan ketiga pendidikan dan pelatihan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.
Daerah kerja yang dimaksud meliputi daker bandara, daker Madinah, dan daker Mekah.
Baca juga: Menhaj Kenang Pengalaman Bersihkan Toilet Saat Haji, Pesan Rendah Hati bagi Petugas
Irfan Yusuf menyampaikan bahwa kesiapan dan semangat kerja petugas menjadi hal utama karena peran mereka sangat menentukan layanan haji di Arab Saudi.
“Saya ingin memastikan para petugas benar-benar siap dan memiliki semangat tinggi karena mereka merupakan ujung tombak Kementerian Haji di Arab Saudi,” ujar Irfan Yusuf, Senin (26/1/2026).
Ia menilai pendalaman tugas secara spesifik di setiap daerah kerja serta waktu persiapan yang panjang menjadi bekal penting dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah.
“Kami memastikan seluruh rangkaian pelayanan dapat berjalan sebaik mungkin,” kata dia.
Baca juga: Bukan Superman, tapi Superteam: Cara Petugas Haji 2026 Siap Hadapi Puncak Haji di Armuzna
Petugas dari ketiga daerah kerja tersebut juga akan dilibatkan dalam pelayanan saat Armuzna atau puncak ibadah haji.
Petugas daker bandara akan bertanggung jawab dalam layanan di Arafah, petugas daker Mekah bertugas di Mudzalifah, dan petugas daker Madinah menjalankan peran pelayanan di Mina.
Pendidikan dan pelatihan petugas haji 2026 dijadwalkan berlangsung selama sekitar 30 hari dengan skema 20 hari pembelajaran tatap muka di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta dan 10 hari pembelajaran daring.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang