Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Indonesia Raih Juara I MTQ Internasional Al-Ameed 2026 di Irak, Qari Cilik dari NTB Ukir Prestasi

Kompas.com, 7 Februari 2026, 08:49 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Indonesia kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional melalui ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).

Dalam MTQ Internasional Al-Ameed ke-3 yang digelar di Karbala, Republik Irak, peserta asal Indonesia meraih Juara I kategori anak-anak.

Capaian ini mengharumkan nama bangsa di forum tilawah Al-Qur’an dunia.

Dilansir dari laman Kemenag, MTQ Internasional Al-Ameed diselenggarakan oleh Komite Tinggi Atabah Huseiniyah, Karbala, Irak, pada 22 Januari hingga 5 Februari 2026, bertepatan dengan bulan Syakban 1447 Hijriah.

Ajang ini diikuti para qari terbaik dari berbagai negara dan dikenal memiliki standar penilaian yang ketat.

Baca juga: Jateng Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional XXXI 2026, Gus Yasin: Digelar September

Daftar Peserta Indonesia dan Capaian Prestasi

Indonesia mengirimkan peserta pada kategori dewasa dan anak-anak dengan hasil sebagai berikut:

Kategori Anak-Anak

  • M. Zian Fahrezi (Kota Bima, Nusa Tenggara Barat) – Juara I
  • Muhammad Iqbal (Kota Batam, Kepulauan Riau) – semifinal

Kategori Dewasa

  • Maman Setiawan (Provinsi Sulawesi Barat) – tahap penyisihan
  • Reza Maulana Nurdin (Kota Bogor, Jawa Barat) – semifinal
  • Mahfud Abdul Aziz (Kabupaten Lumajang, Jawa Timur) – semifinal

Para peserta terpilih setelah melalui seleksi video bacaan yang dinilai panitia.

Dari ratusan pengirim video, 35 peserta dewasa dan 15 peserta anak-anak dipanggil untuk bertanding langsung di Irak dengan seluruh biaya ditanggung pemerintah Irak.

Kemenag Beri Apresiasi

Kementerian Agama Republik Indonesia menyampaikan apresiasi atas capaian peserta Indonesia dalam ajang MTQ Internasional Al-Ameed 2026.

Prestasi ini dinilai mencerminkan keberhasilan pembinaan tilawah Al-Qur’an yang dilakukan secara berkelanjutan, khususnya sejak usia dini.

“Keberhasilan M. Zian Fahrezi meraih juara pertama menjadi capaian tertinggi Indonesia dalam ajang ini dan menunjukkan keberhasilan pembinaan tilawah Al-Qur’an sejak usia dini di Indonesia. Saat ini Zian berusia 11 tahun dan masih duduk di kelas IV SD,” ujar Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama Republik Indonesia Muchlis M Hanafi di Bandara Internasional Baghdad, Jumat (6/2/2026).

“Ajang MTQ Internasional Al-Ameed dikenal memiliki standar penilaian yang ketat, mencakup aspek tajwid, fashahah, kualitas suara, penguasaan maqamat, serta adab tilawah,” tambahnya.

Menurut Muchlis, Kementerian Agama menyampaikan apresiasi kepada para peserta, pembina, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan MTQ.

Prestasi ini menegaskan eksistensi Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan seni baca Al-Qur’an di dunia.

“Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus mencintai, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur’an, serta memperkuat peran MTQ sebagai sarana pembinaan keagamaan dan penguatan karakter bangsa,” tandasnya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Cimahi Siapkan Layanan Haji Satu Atap, Pembangunan Gedung Capai 57 Persen
Cimahi Siapkan Layanan Haji Satu Atap, Pembangunan Gedung Capai 57 Persen
Aktual
Kiai Miftachul Akhyar Ungkap Alasan Para Wali Tetap Berwirid meski Punya Karamah
Kiai Miftachul Akhyar Ungkap Alasan Para Wali Tetap Berwirid meski Punya Karamah
Aktual
Pemuda NU Asal Lumajang Raih Rekor Muri lewat Buku 1.062 Halaman
Pemuda NU Asal Lumajang Raih Rekor Muri lewat Buku 1.062 Halaman
Aktual
Wamenhaj Dahnil Usul Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji, Ini Alasannya
Wamenhaj Dahnil Usul Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji, Ini Alasannya
Aktual
Batas Maksimal Sholat Dhuha Sampai Jam Berapa? Jangan Sampai Terlewat Waktu Zuhur
Batas Maksimal Sholat Dhuha Sampai Jam Berapa? Jangan Sampai Terlewat Waktu Zuhur
Aktual
Gus Kikin Minta Santri Kuasai Teknologi dan Ekonomi, Jangan Hanya Fokus Ilmu Agama
Gus Kikin Minta Santri Kuasai Teknologi dan Ekonomi, Jangan Hanya Fokus Ilmu Agama
Aktual
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh November 2027, Niat, dan Keutamaannya
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh November 2027, Niat, dan Keutamaannya
Aktual
Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo dan Karanganyar, Wagub Jateng Pastikan Anak-anak Didampingi
Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo dan Karanganyar, Wagub Jateng Pastikan Anak-anak Didampingi
Aktual
Prabowo Salurkan Bantuan untuk Pesantren Gontor, Berharap Santri Jadi SDM Unggul
Prabowo Salurkan Bantuan untuk Pesantren Gontor, Berharap Santri Jadi SDM Unggul
Aktual
Menag Sebut Ekonomi Syariah RI seperti Raksasa Tidur, Soroti Potensi Masjid
Menag Sebut Ekonomi Syariah RI seperti Raksasa Tidur, Soroti Potensi Masjid
Aktual
Surat Santri untuk Prabowo: Jangan Biarkan Biaya Kuliah Menghalangi Cita-cita
Surat Santri untuk Prabowo: Jangan Biarkan Biaya Kuliah Menghalangi Cita-cita
Aktual
Kisah Abdullah bin Jahsy, Sahabat yang Dipercaya Nabi Memimpin Ekspedisi Nakhlah
Kisah Abdullah bin Jahsy, Sahabat yang Dipercaya Nabi Memimpin Ekspedisi Nakhlah
Aktual
Jemaah Haji Lansia di Manggarai Barat Kini Bisa Urus Paspor di Kantor Kemenhaj
Jemaah Haji Lansia di Manggarai Barat Kini Bisa Urus Paspor di Kantor Kemenhaj
Aktual
Wamenhaj Sebut Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji
Wamenhaj Sebut Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji
Aktual
Jika Utang Negara Tidak Lunas, Apakah Rakyat Bakal Menanggung Dosanya di Akhirat?
Jika Utang Negara Tidak Lunas, Apakah Rakyat Bakal Menanggung Dosanya di Akhirat?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar