Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bulog Jajaki Pembangunan Gudang di Kampung Haji Arab Saudi, Siap Ekspor Beras Haji 2026

Kompas.com, 9 Februari 2026, 23:19 WIB
Khairina

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com-Perum Bulog menjajaki rencana pembangunan gudang logistik di kawasan Kampung Haji Arab Saudi.

Langkah ini dilakukan untuk mendukung pasokan beras nasional bagi jemaah haji dan umrah Indonesia.

Rencana tersebut sejalan dengan persiapan ekspor perdana beras premium Indonesia pada musim haji 2026.

Bulog saat ini tengah berkoordinasi dengan otoritas terkait di Arab Saudi.

Baca juga: Kemenhaj Dorong Beras Lokal untuk Konsumsi Haji 2026, Kurangi Ketergantungan Impor

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, rencana pembangunan gudang masih dalam tahap komunikasi awal.

Menurut dia, keberadaan gudang Bulog di Kampung Haji dibutuhkan untuk menjamin kelancaran logistik pangan Indonesia di Arab Saudi.

“Kami mohon diberikan ruang di Kampung Haji. Kalau nanti diizinkan kami minta ruang untuk bisa bangun gudang Bulog di sana,” kata Ahmad usai rapat koordinasi terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan di Jakarta, Senin (9/2/2026) dilansir dari Antara.

Gudang untuk Jamin Pasokan Pangan Jemaah

Ahmad menjelaskan, gudang tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi penyimpanan beras.

Pada tahap selanjutnya, fasilitas itu juga direncanakan menampung komoditas pangan lain dari Indonesia.

Keberadaan gudang dinilai penting untuk memastikan kesinambungan pasokan pangan bagi jemaah haji dan umrah.

“Sehingga nanti beras-beras kita ataupun daging-daging kita, ikan-ikan kita bisa kita simpan di gudang Bulog yang di Kampung Haji,” ujar dia.

Baca juga: Jemaah Haji 2026 Akan Makan Nasi dari Beras Petani RI, Kemenhaj Gandeng Bulog

Ekspor Perdana 2.280 Ton Beras Premium

Untuk tahap awal, Bulog menyiapkan ekspor perdana sekitar 2.280 ton beras premium.

Beras tersebut akan disalurkan ke dapur-dapur pengelola konsumsi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.

Ahmad menilai volume ekspor tersebut relatif kecil dibandingkan stok beras Bulog saat ini.

Ia menyebut stok beras Bulog saat ini mencapai sekitar 3,2 juta ton.

Dengan demikian, ekspor beras haji tersebut dipastikan tidak mengganggu pasokan beras dalam negeri.

Gudang Jadi Simpul Logistik Kampung Haji

Menurut Ahmad, gudang Bulog di Kampung Haji akan berfungsi sebagai simpul logistik.

Fasilitas tersebut diharapkan membuat distribusi pangan bagi jemaah haji dan umrah lebih terencana dan efisien.

Pembangunan gudang juga akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan.

“Minimal satu gudang itu 1.000 ton. Kalau 1.000 ton saja sudah cukup, nanti bertahap kalau memang masih dibutuhkan kita bangun lagi,” tuturnya.

Baca juga: Pemprov Sumut Percayakan Muhammadiyah Salurkan 30 Ton Beras Bantuan NGO UEA

Pemerintah Dorong Pemanfaatan Beras Nasional

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, kebijakan penggunaan beras nasional bagi jemaah haji merupakan bagian dari strategi pemanfaatan produksi dalam negeri.

Kebijakan tersebut sejalan dengan capaian swasembada pangan nasional.

Pemerintah mendorong agar kebutuhan pangan jemaah haji Indonesia dapat dipenuhi dari produksi nasional.

Ekspor beras untuk kebutuhan jemaah haji direncanakan mulai dilakukan pada pekan ketiga Februari 2026.

Pengiriman dilakukan melalui skema bisnis ke bisnis dengan pengelola dapur jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.

Pelaksanaan ekspor masih menunggu penyelesaian perizinan dan koordinasi teknis lintas kementerian dan lembaga terkait.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com