Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Arti Marhaban Ya Ramadhan: Makna, Tulisan Arab, dan Filosofi Menyambut Bulan Suci

Kompas.com, 10 Februari 2026, 11:10 WIB
Khairina

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com-Menjelang bulan suci Ramadhan, umat Islam di berbagai negara menyambut kedatangannya dengan beragam tradisi dan ungkapan religius.

Salah satu ucapan yang paling sering digunakan adalah Marhaban Ya Ramadhan.

Ungkapan ini muncul dalam ceramah, spanduk, hingga media sosial sebagai penanda datangnya bulan puasa.

Penggunaan Marhaban Ya Ramadhan mencerminkan rasa gembira, kesiapan beribadah, serta penghormatan terhadap Ramadhan sebagai bulan penuh berkah.

Baca juga: Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 Resmi Kemenag dan Muhammadiyah, Ini Cara Unduhnya

Tradisi mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan juga menguat di Indonesia setiap kali Ramadhan semakin dekat. Ungkapan ini tidak sekadar menjadi salam musiman, tetapi bagian dari budaya religius masyarakat Muslim.

Namun, makna kata marhaban dalam bahasa Arab kerap belum dipahami secara utuh. Pemahaman arti marhaban menjadi penting agar ungkapan ini tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga bermakna spiritual.

Pengertian dan arti marhaban

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), marhaban merupakan kata seru yang digunakan untuk menyambut atau menghormati kedatangan seseorang dengan arti “selamat datang.”

Dalam KBBI, marhaban juga merujuk pada jenis lagu puji-pujian yang biasa dilantunkan dalam berbagai acara keagamaan.

Pengertian ini menunjukkan bahwa marhaban tidak hanya berupa ucapan, tetapi juga ekspresi kegembiraan dan penghormatan dalam konteks religius.

Baca juga: Hukum Qadha Puasa Ramadhan Setelah Nisfu Sya’ban, Ini Penjelasannya

Oleh karena itu, penggunaan kata marhaban untuk menyambut Ramadhan dimaknai sebagai ungkapan selamat datang terhadap bulan suci yang dinanti umat Islam.

Berdasarkan laman resmi Kementerian Agama Sulawesi Utara, kata marhaban berasal dari akar kata “rahb” atau “rohba” dalam bahasa Arab yang berarti luas, lapang, atau lebar.

Makna tersebut berkaitan dengan sikap menyambut tamu dengan kelapangan hati dan penuh penghormatan.

Dalam konteks Marhaban Ya Ramadhan, ungkapan ini menggambarkan kesiapan umat Islam menyambut Ramadhan dengan hati yang lapang, penuh kegembiraan, tanpa rasa risau, serta tekad memanfaatkan setiap momen Ramadhan untuk meraih ampunan Allah SWT.

Makna filosofis marhaban dalam konteks Ramadhan

Kata rohba juga dapat dimaknai sebagai tempat beristirahat bagi para musafir dalam perjalanan jauh untuk memperbaiki kendaraan dan mengisi kembali perbekalan sebelum melanjutkan perjalanan.

Makna tersebut selaras dengan filosofi Ramadhan sebagai momentum jeda untuk memperbaiki diri. Bulan puasa dipahami sebagai waktu evaluasi, baik secara jasmani maupun rohani, sebelum melanjutkan perjalanan hidup ke depan. Ramadhan menjadi kesempatan untuk meningkatkan ketakwaan, memperbaiki akhlak, dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

Baca juga: Ramadhan 1447 H Bertepatan Musim Dingin, Puasa di Arab Saudi Diprediksi Lebih Singkat

Tulisan Marhaban Ya Ramadhan dalam bahasa Arab

Penulisan yang benar untuk ungkapan Marhaban Ya Ramadhan dalam bahasa Arab adalah sebagai berikut:

مَرْحَبًا يَا رَمَضَان

Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, kalimat tersebut berarti “Selamat datang, wahai bulan Ramadhan.”

Ungkapan Marhaban Ya Ramadhan digunakan sebagai bentuk penghormatan dan kebahagiaan dalam menyambut datangnya bulan suci.

Ramadhan tidak hanya dimaknai sebagai waktu menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sebagai momen meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal kebaikan, serta memperdalam nilai spiritual dan sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Kapan Tarawih Ramadhan 2026 Dimulai? Ini Jadwal, Niat, dan Tata Caranya

Dengan mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan, umat Islam menyatakan kesiapan hati dan jiwa menyambut Ramadhan dengan penuh keikhlasan.

Ungkapan ini sekaligus memuat harapan agar Ramadhan membawa keberkahan, ampunan, dan kesempatan memperbaiki diri secara menyeluruh.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar