Editor
Teks Arab & Terjemahan
الْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya, mohon pertolongan dan ampunan-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejelekan diri kita dan keburukan amal kita. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad SAW adalah hamba dan utusan-Nya.
أما بعدُ، فإن أصدقَ الحَديثِ كتابُ الله، وخيرَ الهدي هديُ نبيِّنا محمد SAW، وشرَّ الأمور مُحدثاتُها، وكلُّ محدثةٍ بدعةٌ، وكلُّ بدعةٍ ضلالةٌ.
Sesungguhnya perkataan yang paling benar adalah Kitabullah, dan petunjuk yang terbaik adalah petunjuk Nabi SAW. Sesungguhnya setiap perkara yang diada-adakan adalah bid‘ah, dan tiap bid‘ah adalah sesat.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
*Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa kepada-Nya dan janganlah sekali-kali kamu mati, kecuali dalam keadaan beragama Islam.*
(Q.S. Ali Imran: 102)
Baca juga: 5 Contoh Khutbah Jumat Jelang Ramadhan, Pintu Awal Perubahan Spiritual
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah, sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan, bulan yang ditunggu-tunggu oleh setiap muslim. Ramadhan bukan sekadar waktu di kalender, tetapi musim penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka.
Allah SWT memberikan Ramadhan sebagai anugerah terbesar untuk kita memperbaiki diri, meningkatkan ibadah, dan mengevaluasi kehidupan.
Oleh karena itu, selayaknya kita mempersiapkan diri secara ruhiyah, fisik, dan akhlak agar Ramadhan yang akan datang menjadi momen perubahan menuju pribadi yang lebih bertakwa.
Sebelum Ramadhan tiba, kita dianjurkan mengosongkan diri dari dosa dan penyesalan, serta memperbanyak istighfar.
اَللّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَىٰ عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ.
Artinya:
“Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau yang menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perjanjian-Mu dan janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang telah aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau.”
Nabi SAW bersabda bahwa Ramadhan datang di tengah bulan Sya’ban, dan beliau sering berpuasa pada bulan Sya’ban. Ini menjadi latihan rohani sebelum menjalankan puasa Ramadhan secara penuh.
Menata ulang niat ibadah kita hanya karena Allah, bukan karena adat atau kebiasaan semata.
Jamaah yang berbahagia, semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang menyambut Ramadhan dengan kesiapan batin, kebersihan hati, dan niat yang tulus. Selawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad SAW.
Teks Arab & Terjemahan
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar. (Q.S. al-Ahzab: 70)
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah, Ramadhan adalah musim amal salih. Ketika bulan Ramadhan tiba, pahala dilipatgandakan:
Rasulullah SAW bersabda bahwa “barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaqun Alaih)
Jadi, kita tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan hawa nafsu, iri hati, dan amarah.
اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبارك لنا في رمضان
Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan berkahilah kami di bulan Ramadhan.
Doa ini menunjukkan kegembiraan dan kesiapan seorang muslim menyambut Ramadhan dengan penuh harapan kepada ridha Allah.
Di bulan ini, shalat tarawih berkumpul di masjid, Al-Qur’an dibaca berulang-ulang, dan sedekah mengalir deras.
Ini adalah waktu untuk memperbaiki kebiasaan, memperkuat hubungan dengan Allah, dan memperkuat persaudaraan antar muslim.
Supaya Ramadhan lebih bermakna, mari kita gunakan sisa waktu saat ini untuk memperbanyak:
Jamaah yang dimuliakan Allah, mari kita sadari bahwa Ramadhan yang sebenarnya bukan sekadar satu bulan—melainkan momentum perubahan diri menuju hamba yang lebih bertakwa.
Baca juga: Khutbah Jumat 6 Februari 2026: Menyambut Ramadhan dengan Hati yang Siap
Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita, menerima amal ibadah kita, dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang memperoleh rahmat dan kemenangan di bulan suci Ramadhan.
أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
(Aku mengatakan ini, dan aku memohon ampun kepada Allah untuk diriku dan untuk kalian; maka mohonlah ampun kepada-Nya, sesungguhnya Dia Maha Pengampun Maha Penyayang.)
اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ، وَأَعِنَّا عَلَىٰ صِيَامِهِ وَقِيَامِهِ، وَتَقَبَّلْهُ مِنَّا يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِي هَذَا الشَّهْرِ مِنَ الْمَغْفُورِ لَهُمْ، وَاجْعَلْنَا مِنْ عُتَقَائِكَ مِنَ النَّارِ، وَمِنَ الْمَقْبُولِينَ أَعْمَالُهُمْ.
اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ النِّفَاقِ، وَأَعْمَالَنَا مِنَ الرِّيَاءِ، وَأَلْسِنَتَنَا مِنَ الْكَذِبِ، وَأَعْيُنَنَا مِنَ الْخِيَانَةِ، إِنَّكَ تَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ.
اللَّهُمَّ وَفِّقْنَا لِتِلَاوَةِ الْقُرْآنِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ، وَاجْعَلْهُ لَنَا شَافِعًا يَوْمَ نَلْقَاكَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ، وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang