Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Grebeg Apem Jombang 2026 Diserbu Ribuan Warga, Tujuh Tumpeng Raksasa Ludes Sebelum Sambutan Usai

Kompas.com, 12 Februari 2026, 15:15 WIB
Moh. SyafiĆ­,
Farid Assifa

Tim Redaksi

JOMBANG, KOMPAS.com – Tradisi Grebeg Apem untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan kembali digelar meriah oleh Pemerintah Kabupaten Jombang, Jawa Timur, di Alun-alun Jombang, Kamis (12/2/2026) pagi.

Ribuan warga dan pelajar memadati lokasi acara sejak pagi hari. Tujuh tumpeng raksasa berisi ribuan kue apem diarak dari Kantor Pemkab Jombang menuju alun-alun sebelum akhirnya menjadi pusat perhatian massa.

Agenda tahunan ini menjadi penanda datangnya Ramadhan 1447 Hijriah sekaligus simbol kebersamaan masyarakat Kota Santri.

Tradisi Penuh Sukacita Sambut Ramadhan

Bupati Jombang, Warsubi, menegaskan bahwa Grebeg Apem merupakan tradisi masyarakat Jombang dalam menyambut bulan suci dengan rasa syukur dan kegembiraan.

Baca juga: Tarhib Ramadhan Adalah Tradisi Sunnah? Ini Penjelasan Lengkapnya

“Ini adalah tradisi masyarakat Jombang menyambut bulan suci Ramadhan, sekaligus bentuk rasa senang dan gembira masyarakat atas datangnya bulan suci ini,” ujar Warsubi di lokasi acara.

Menurutnya, Grebeg Apem bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bagian dari upaya melestarikan warisan budaya sekaligus memperkuat nilai guyub rukun di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, ia juga mengingatkan umat Islam untuk mempersiapkan diri menyambut ibadah puasa dengan penuh kesungguhan.

“Sebagai muslim yang beriman, kita memiliki kewajiban untuk senantiasa melaksanakan puasa Ramadhan dengan sungguh-sungguh,” tambahnya.

Suasana di Alun-Alun Jombang pun tampak semarak. Warga dari berbagai usia berbaur, mulai dari pelajar hingga orang tua, menyaksikan prosesi arak-arakan tujuh tumpeng raksasa yang menjadi ikon acara.

Momentum Serukan Peduli Lingkungan

Di tengah euforia tradisi, Warsubi memanfaatkan momentum berkumpulnya ribuan warga untuk menyampaikan pesan penting tentang kepedulian terhadap lingkungan.

Ia mengingatkan bahwa peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) akan jatuh pada 21 Februari mendatang. Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di Bogor pada 2 Februari 2026.

Dalam forum tersebut, diluncurkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) sebagai upaya nasional menciptakan lingkungan yang tertata dan bersih.

“Di tataran pemerintah daerah, komitmen yang sama akan kita laksanakan melalui kebijakan yang mewajibkan gerakan bersih sampah lewat Surat Edaran Bupati,” ujar dia.

“Ini bukan hanya soal membersihkan, tapi juga tanggung jawab mengurangi, memilah, dan mengolah sampah dengan benar,” tambah Warsubi.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memulai perubahan perilaku pengelolaan sampah dari lingkungan terkecil.

“Perubahan perilaku ini hendaknya dimulai bersama dari rumah, kantor, sekolah, hingga desa dan kelurahan, sehingga menjadi gerakan sosial yang masif,” imbaunya.

Tumpeng “Digrebeg” Sebelum Waktunya

Puncak acara sejatinya akan ditandai secara simbolis dengan pengambilan kue apem dari tumpeng di panggung utama untuk dibagikan kepada warga. Namun, antusiasme warga ternyata sulit dibendung.

Belum sempat prosesi simbolis dilakukan, tujuh tumpeng raksasa yang berisi ribuan apem sudah lebih dulu “digrebeg” dan diperebutkan massa—bahkan saat sambutan Bupati masih berlangsung.

Alhasil, begitu sambutan usai, tumpeng-tumpeng tersebut telah ludes tak bersisa.

Meski sedikit di luar skenario panitia, momen tersebut justru menjadi gambaran kuatnya antusiasme masyarakat dalam menyambut Ramadhan. Tradisi Grebeg Apem pun kembali menegaskan posisinya sebagai perayaan budaya dan religius yang selalu dinanti warga Jombang setiap tahunnya.

Baca juga: Tradisi Ziarah Kubur Jelang Ramadan, Jangan Sampai Melanggar Adab Ini

Dengan semangat kebersamaan dan pesan kepedulian lingkungan yang disampaikan, Grebeg Apem 2026 tak hanya menjadi pesta rakyat, tetapi juga pengingat akan pentingnya menjaga tradisi sekaligus merawat bumi bersama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Tayamum: Tata Cara, Niat, Syarat, dan Hal-Hal yang Perlu Diketahui
Tayamum: Tata Cara, Niat, Syarat, dan Hal-Hal yang Perlu Diketahui
Doa dan Niat
Dua Hafidz Muda Kaltim Wakili Indonesia di MTQ Internasional Maroko
Dua Hafidz Muda Kaltim Wakili Indonesia di MTQ Internasional Maroko
Aktual
Doa Tahajud Farrah, Santri Medan yang Lolos Beasiswa S1-S2 dan Al-Azhar Kairo
Doa Tahajud Farrah, Santri Medan yang Lolos Beasiswa S1-S2 dan Al-Azhar Kairo
Aktual
Tak Hanya Tenda dan Tali-temali, Pramuka Santri Diajak Belajar Merawat Bumi
Tak Hanya Tenda dan Tali-temali, Pramuka Santri Diajak Belajar Merawat Bumi
Aktual
Assalamualaikum Artinya Apa? Ini Tulisan, Jawaban, dan Adabnya dalam Islam
Assalamualaikum Artinya Apa? Ini Tulisan, Jawaban, dan Adabnya dalam Islam
Doa dan Niat
Mengenal Ecotheopedagogy, Cara Pendidikan Islam Menjaga Alam
Mengenal Ecotheopedagogy, Cara Pendidikan Islam Menjaga Alam
Aktual
Tahajud, PBB, hingga Api Unggun: Cara MAN 2 Bandung Bentuk Karakter Murid Baru
Tahajud, PBB, hingga Api Unggun: Cara MAN 2 Bandung Bentuk Karakter Murid Baru
Aktual
Astaghfirullah Artinya Apa? Ketahui Makna, Keutamaan, dan Tulisan Arabnya
Astaghfirullah Artinya Apa? Ketahui Makna, Keutamaan, dan Tulisan Arabnya
Doa dan Niat
Vegetarian Makin Populer di Arab Saudi, Pola Makan Warga Mulai Bergeser
Vegetarian Makin Populer di Arab Saudi, Pola Makan Warga Mulai Bergeser
Aktual
Jadwal Pengajuan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II 2026, Total Rp 4,1 Triliun
Jadwal Pengajuan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II 2026, Total Rp 4,1 Triliun
Aktual
Al-Qanun Al-Asasi Kembali Disosialisasikan, Gus Kikin: Ini Ruh NU
Al-Qanun Al-Asasi Kembali Disosialisasikan, Gus Kikin: Ini Ruh NU
Aktual
Lulusan Fakultas Syariah dan Hukum 111 PTKI Disiapkan Jadi Advokat
Lulusan Fakultas Syariah dan Hukum 111 PTKI Disiapkan Jadi Advokat
Aktual
Madrasah Bisa Ajukan BOS via Digital, Kemenag Siapkan Rp 4,1 Triliun
Madrasah Bisa Ajukan BOS via Digital, Kemenag Siapkan Rp 4,1 Triliun
Aktual
Muhaimin Iskandar: Kawasan Ekonomi Pesantren Bisa Jadi Motor Pengentasan Kemiskinan
Muhaimin Iskandar: Kawasan Ekonomi Pesantren Bisa Jadi Motor Pengentasan Kemiskinan
Aktual
Anies Kenang Habib Saggaf Aljufri: Ilmu Tinggi, Hati Rendah, Permata Umat
Anies Kenang Habib Saggaf Aljufri: Ilmu Tinggi, Hati Rendah, Permata Umat
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar