Editor
KOMPAS.com - Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama resmi meluncurkan EMIS 4.0 GTK Madrasah, platform baru yang kini menggantikan sistem Simpatika.
Kehadiran Emis GTK Kemenag versi terbaru ini menandai babak baru pengelolaan data guru dan tenaga kependidikan (GTK) madrasah secara nasional.
Peluncuran ini dilakukan bersamaan dengan dimulainya periode pendataan EMIS Semester Genap Tahun Ajaran 2024/2025 yang sudah berjalan sejak 6 Januari 2025.
Baca juga: Sejarah Kantor Kemenhaj di Thamrin: 63 Tahun Jadi Aset Kemenag, Kini Beralih Kepemilikan
Direktur GTK Madrasah, Thobib Al Asyhar, menegaskan bahwa EMIS 4.0 dirancang untuk meningkatkan kualitas tata kelola data.
"EMIS 4.0 dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan data GTK Madrasah. Kami berharap seluruh operator dan pihak terkait dapat segera menyesuaikan diri dengan sistem baru ini," ungkap Thobib di Jakarta, dilansir dari situs resmi Kemenag, Rabu (15/1/2025).
Peralihan dari Simpatika ke EMIS 4.0 dilakukan secara penuh. Artinya, seluruh proses pendataan GTK madrasah kini tidak lagi menggunakan sistem lama.
Ketua Tim Kerja Data Sistem Informasi dan Humas, Asrul Jauhari, menegaskan bahwa migrasi data sudah resmi diberlakukan.
"Bagi operator yang belum memiliki akun EMIS GTK, segera daftarkan diri Anda. Proses ini akan membutuhkan persetujuan secara berjenjang dalam lingkup aplikasi," ujar Asrul.
Aplikasi EMIS 4.0 GTK Madrasah dapat diakses melalui laman resmi:
[https://emis.kemenag.go.id]
Seluruh operator pada semua jenjang pendidikan madrasah diimbau segera melakukan pendataan dan validasi sesuai kewenangan masing-masing.
Tak hanya itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama di setiap provinsi juga diminta untuk meneruskan informasi ini ke Kantor Kemenag Kabupaten/Kota serta lembaga pendidikan madrasah di wilayahnya.
Ketua Sub Tim EMIS, Akrom, menjelaskan bahwa data GTK Madrasah memiliki peran krusial dalam berbagai layanan administrasi dan profesional guru.
Beberapa layanan penting yang bergantung pada data EMIS GTK antara lain:
Tanpa data yang valid dan terverifikasi dalam sistem EMIS GTK Kemenag, proses administrasi tersebut berpotensi terhambat.
Karena itu, validasi dan pembaruan data menjadi sangat krusial pada awal semester ini.
Untuk memastikan implementasi berjalan lancar, Kemenag juga menyediakan layanan dukungan teknis. Operator yang mengalami kendala dapat memanfaatkan:
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat adaptasi operator terhadap sistem baru sekaligus meminimalisasi kesalahan input data.
Peluncuran EMIS 4.0 GTK Madrasah menjadi bagian dari transformasi digital layanan pendidikan di bawah naungan Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah.
Dengan sistem yang lebih terintegrasi dan modern, EMIS 4.0 diharapkan mampu:
Kementerian Agama juga menyediakan berbagai layanan informasi melalui portal resminya di [https://kemenag.go.id/layanan], termasuk regulasi, agenda nasional, publikasi digital, dan berita pusat maupun daerah.
Selain itu, masyarakat dapat mengikuti saluran resmi Kementerian Agama melalui WhatsApp Channel untuk mendapatkan pembaruan informasi terbaru.
Baca juga: Aset Gedung Kantor Kemenag di Thamrin Resmi Beralih ke Kementerian Haji dan Umrah
Dengan diberlakukannya EMIS GTK Kemenag versi 4.0 ini, para operator madrasah di seluruh Indonesia diharapkan segera melakukan penyesuaian dan memastikan seluruh data GTK telah terinput serta tervalidasi dengan benar.
Momentum awal Semester Genap 2024/2025 menjadi waktu krusial untuk memastikan tidak ada kendala dalam layanan administratif guru dan tenaga kependidikan madrasah ke depan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang