Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenag Hadirkan Program Joyful Ramadhan untuk Perkuat Harmoni Sosial dan Kebangsaan

Kompas.com, 10 Februari 2026, 15:44 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Kementerian Agama menyiapkan rangkaian program Joyful Ramadhan untuk mengisi bulan suci dengan kegiatan keagamaan yang berdampak pada penguatan spiritual, sosial, dan kebangsaan.

Program ini dirancang sebagai momentum strategis untuk mendekatkan umat Islam dengan ajaran agamanya sekaligus memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat.

Pemerintah memandang momen ibadah bulan suci Ramadhan bukan hanya sebagai ibadah individual, tetapi juga ruang transformasi kolektif yang produktif dan inklusif.

Baca juga: Jelang Ramadhan 2026, Kemenag Latih Kreator dan Influencer Muda Soal Pengamatan Hilal

Program Joyful Ramadhan sebagai Momentum Transformasi

Dilansir dari Antara, Staf Khusus Menteri Agama Ismail Cawidu menegaskan bahwa Ramadhan dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat hubungan umat dengan nilai-nilai keagamaan.

“Kita mengambil momentum untuk memacu bagaimana agar kedekatan antara umat dengan agamanya, khususnya umat Islam, dapat semakin terbukti,” ujar Ismail Cawidu di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Menurut Ismail, Ramadhan diposisikan sebagai ruang transformasi ritual, spiritual, sosial, dan kebangsaan, bukan semata-mata ibadah individual.

“Ramadhan memiliki makna ibadah yang menggembirakan, kebersamaan sosial, dan produktivitas keberagaman yang berdampak pada penguatan moderasi beragama, harmoni sosial, serta pelayanan publik keagamaan yang humanis,” kata dia.

Konsep Ibadah yang Menggembirakan dan Inklusif

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad menjelaskan bahwa konsep Joyful Ramadhan menekankan ibadah yang dilaksanakan dengan rasa gembira karena mengandung nilai rahmah, ketenangan, dan optimisme.

Selain itu, Ramadhan juga dipandang sebagai ruang penguatan solidaritas, kepedulian, dan inklusivitas sosial melalui berbagai aktivitas edukatif dan solutif bagi masyarakat.

Tiga Fokus Program Bimas Islam

Dari sisi kelembagaan, Ramadhan menjadi momentum penting bagi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam untuk mengoptimalkan perannya melalui tiga fokus utama.

Ketiganya meliputi penguatan layanan keberagamaan, literasi keislaman yang mencerahkan, serta pemberdayaan sosial dan ekonomi umat.

Dalam penguatan layanan keberagamaan, Bimas Islam mengoptimalkan peran masjid sebagai pusat ibadah dan pemberdayaan umat, Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai simpul pembinaan keluarga sakinah, serta penyuluh agama sebagai agen literasi keagamaan.

“Standar layanan selama Ramadhan mencakup bimbingan ibadah, konsultasi keluarga, serta edukasi zakat, wakaf, dan filantropi,” ujar Abu Rokhmad.

Dakwah Ramadhan yang Moderat dan Bertanggung Jawab

Pada aspek literasi keislaman, dakwah Ramadhan diarahkan pada narasi yang ramah, moderat, dan menolak hoaks serta ekstremisme.

Konten dakwah digital Ramadhan dipantau agar disajikan secara bertanggung jawab dan selaras dengan koridor moderasi beragama.

“Seluruh konten dakwah digital Ramadhan dipantau agar disajikan secara bertanggung jawab dan sejalan dengan koridor moderasi beragama,” kata Abu Rokhmad.

Ia juga menyebutkan bahwa Bimas Islam mendorong kajian tematik Ramadhan yang mencakup isu keluarga, ekonomi, dan kebangsaan, serta memperkuat kolaborasi dengan ulama, akademisi, dan komunitas Islam.

Pemberdayaan Sosial dan Ekonomi Umat

Pada aspek pemberdayaan sosial dan ekonomi, Ramadhan dimanfaatkan untuk optimalisasi zakat, infak, sedekah, dan wakaf produktif.

Program seperti bazar Ramadhan, gerakan berbagi, serta dukungan bagi UMKM berbasis masjid digalakkan sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan spiritual dan material.

Abu Rokhmad berharap Joyful Ramadhan mampu memberikan dampak nyata, mulai dari peningkatan kualitas ibadah dan akhlak, menguatnya solidaritas sosial, hingga tumbuhnya ekonomi umat melalui filantropi produktif.

“Ramadhan juga berdampak pada penguatan moderasi dan harmoni kebangsaan, termasuk keterlibatan lintas agama dalam semangat kebersamaan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Joyful Ramadhan mencerminkan kehadiran Kementerian Agama sebagai pelayan umat, penggerak harmoni, dan penjaga nilai-nilai keagamaan yang damai.

“Kami berharap Ramadhan melahirkan umat yang saleh secara spiritual, kuat secara sosial, dan berkontribusi nyata bagi bangsa Indonesia,” katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Khutbah Jumat 15 Mei 2026: Waspada Terjangkit Virus Takabur
Khutbah Jumat 15 Mei 2026: Waspada Terjangkit Virus Takabur
Aktual
Khutbah Jumat 15 Mei 2026: Kurban Mengajarkan Kepedulian dan Pengorbanan
Khutbah Jumat 15 Mei 2026: Kurban Mengajarkan Kepedulian dan Pengorbanan
Aktual
Pejabat Kemenhaj Ikut Dorong Kursi Roda Jamaah Haji, Pastikan Layanan Ramah Lansia dan Disabilitas
Pejabat Kemenhaj Ikut Dorong Kursi Roda Jamaah Haji, Pastikan Layanan Ramah Lansia dan Disabilitas
Aktual
Masjid Tan’im Jadi Lokasi Favorit Jamaah Haji Indonesia Ambil Miqat Umrah Sunah
Masjid Tan’im Jadi Lokasi Favorit Jamaah Haji Indonesia Ambil Miqat Umrah Sunah
Aktual
27 Ribu Liter Air Zamzam untuk Jemaah Haji Aceh Tiba di Asrama Haji Embarkasi Aceh
27 Ribu Liter Air Zamzam untuk Jemaah Haji Aceh Tiba di Asrama Haji Embarkasi Aceh
Aktual
Jemaah Haji Embarkasi Makassar Latihan Jalan Kaki ke Jamarat Jelang Puncak Haji di Mina
Jemaah Haji Embarkasi Makassar Latihan Jalan Kaki ke Jamarat Jelang Puncak Haji di Mina
Aktual
Waspada Cuaca Ekstrem Saudi, Jemaah Haji 2026 Diminta Minum Air Tiap 10 Menit
Waspada Cuaca Ekstrem Saudi, Jemaah Haji 2026 Diminta Minum Air Tiap 10 Menit
Aktual
Saudi Hukum 48 Pelanggar Haji Ilegal, Denda Capai Rp 430 Juta
Saudi Hukum 48 Pelanggar Haji Ilegal, Denda Capai Rp 430 Juta
Aktual
Hukum Sebut Nama Orang Saat Kurban Idul Adha, Sunnah atau Riya?
Hukum Sebut Nama Orang Saat Kurban Idul Adha, Sunnah atau Riya?
Aktual
Idul Adha 2026 Berpotensi Serentak, Ini Prediksi BRIN, Pemerintah, NU, & Muhammadiyah
Idul Adha 2026 Berpotensi Serentak, Ini Prediksi BRIN, Pemerintah, NU, & Muhammadiyah
Aktual
Haji 2026 Siap Digelar, Saudi Andalkan AI dan 20 Ribu Masjid Disiapkan
Haji 2026 Siap Digelar, Saudi Andalkan AI dan 20 Ribu Masjid Disiapkan
Aktual
Imigrasi Sulsel Manjakan Calon Jemaah Haji dengan Layanan Eazy Passport
Imigrasi Sulsel Manjakan Calon Jemaah Haji dengan Layanan Eazy Passport
Aktual
Mendadak Pusing dan Lemas di Udara, Calon Jemaah Haji Sumenep Diinfus di Pesawat
Mendadak Pusing dan Lemas di Udara, Calon Jemaah Haji Sumenep Diinfus di Pesawat
Aktual
Kurban untuk Diri Sendiri atau Orang Tua, Mana yang Harus Didahulukan? Ini Penjelasannya
Kurban untuk Diri Sendiri atau Orang Tua, Mana yang Harus Didahulukan? Ini Penjelasannya
Aktual
Hari Tasyrik: Pengertian, Larangan Puasa, dan Amalan yang Dianjurkan dalam Islam
Hari Tasyrik: Pengertian, Larangan Puasa, dan Amalan yang Dianjurkan dalam Islam
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com