KOMPAS.com - Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tasikmalaya memperingati 100 tahun perjalanan organisasi dalam kalender Masehi dengan menggelar harlah di kompleks Pondok Pesantren Darussalam, Rajapolah, Sabtu (14/2/2026).
Ribuan warga Nahdliyin memadati lokasi kegiatan sejak pagi. Barisan Muslimat, Fatayat, GP Ansor, Banser, IPNU, IPPNU hingga unsur lembaga di bawah naungan NU hadir mengikuti rangkaian acara yang berlangsung khidmat.
Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya, KH Atam Rustam, dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan satu abad bukan sekadar seremoni. Ia menyebut momentum ini sebagai titik awal penguatan gerakan di abad kedua.
Menurut dia, besarnya jumlah warga NU harus diimbangi dengan kontribusi nyata bagi masyarakat.
"Kami berharap dalam harlah ini ada peningkatan-peningkatan dalam berbagai hal. Saatnya kita bangkit dan bergerak lebih masif untuk kemaslahatan umat," ujar KH. Atam.
Baca juga: KH Imam Jazuli: Tajdid Ekologis NU Harga Mati untuk Selamatkan Bumi dari Krisis Iklim
Dalam kesempatan itu, KH Atam juga menyampaikan harapan agar rencana pembangunan pusat kegiatan NU di atas lahan hibah yang telah diberikan pemerintah daerah dapat segera direalisasikan.
"Dulu Pak Bupati sebelumnya memberikan hibah tanah, mungkin Pak Bupati Cecep sekarang bisa memberikan dukungan untuk membangun gedungnya," ungkap KH. Atam
Harapan tersebut disampaikan langsung kepada Bupati Tasikmalaya, H Cecep Nurul Yakin, yang hadir bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.
Menanggapi hal itu, Bupati Cecep menyatakan komitmennya untuk melanjutkan program yang telah dirintis sebelumnya. Ia memastikan sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi keagamaan akan terus dijaga.
"Hal baik yang sudah dilakukan oleh bupati sebelumnya, pasti akan diteruskan oleh saya sebagai pelanjutnya," ucap Cecep.
Baca juga: Pesantren di Abad Kedua NU: Berani Berubah atau Tetap di Pinggiran Kekuasaan?
Peringatan harlah juga diisi kegiatan sosial. Panitia menggelar santunan bagi anak yatim dan lansia, donor darah massal, serta pembagian ribuan porsi konsumsi bagi jamaah.
Rangkaian acara turut diisi tausiyah oleh pengasuh Pesantren Sukahideng, KH Aam Abdussalam.
Selepas seremoni, kegiatan dilanjutkan dengan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) yang membahas agenda strategis organisasi.
Forum tersebut membagi pembahasan dalam sidang Bahtsul Masail, komisi program kerja, serta komisi rekomendasi sebagai pijakan langkah di masa mendatang.
Baca juga: PWNU Jatim: Mujahadah Kubro 1 Abad NU Perkuat Persatuan dan Keutuhan NKRI
Sejumlah tokoh daerah dan pengasuh pesantren turut hadir, di antaranya pimpinan Yayasan Pesantren Cipasung dan jajaran syuriah PCNU. Acara ditutup dengan doa bersama sebagai peneguhan komitmen pengabdian.
Melalui peringatan satu abad ini, PCNU Kabupaten Tasikmalaya menegaskan kesiapan memasuki fase baru dengan penguatan organisasi, pelayanan sosial, dan kolaborasi lintas sektor demi kemajuan umat di tingkat daerah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang