KOMPAS.com – Menjelang datangnya bulan suci, umat Islam kerap melantunkan doa “Allahumma Ballighna Ramadhan”.
Doa ini bukan sekadar ungkapan harapan, melainkan refleksi kerinduan spiritual agar dipertemukan kembali dengan bulan penuh ampunan.
Tradisi membaca doa tersebut lazim dilakukan sejak bulan Rajab dan Sya’ban sebagai bentuk persiapan ruhani menyambut Ramadhan.
Lalu, apa arti sebenarnya dari “Allahumma Ballighna Ramadhan” dan apa keutamaannya?
Baca juga: Arti Marhaban Ya Ramadhan, Kareem, dan Mubarak, Mana yang Tepat?
Secara bahasa, frasa “Allahumma Ballighna Ramadhan” berarti “Ya Allah, sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan.”
Maknanya adalah memohon umur panjang, kesehatan, dan kesempatan agar dapat kembali menjalankan ibadah di bulan suci.
Dalam riwayat yang populer disebutkan bahwa ketika memasuki bulan Rajab, Muhammad SAW berdoa:
Allahumma baarik lanaa fii Rajaba wa Sya’baana wa ballighnaa Ramadhaana.
Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan.
Riwayat ini disebutkan dalam sejumlah kitab hadis, di antaranya dinisbatkan kepada Al-Bukhari, dan banyak dikutip dalam literatur keislaman klasik maupun kontemporer.
Dalam buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, dijelaskan bahwa doa tersebut menjadi bagian dari amalan menyambut Ramadhan agar seorang Muslim tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga siap secara iman.
Baca juga: Ramadhan 2026 Mulai 19 Februari? Ini Penetapan Resmi Sejumlah Negara
Ramadhan bukan sekadar pergantian bulan dalam kalender Hijriah. Ia adalah momentum turunnya Al-Qur’an dan dilipatgandakannya pahala.
Allah SWT berfirman:
Yaa ayyuhalladziina aamanuu kutiba ‘alaikumush shiyaamu kamaa kutiba ‘alalladziina min qablikum la’allakum tattaquun.
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah [2]: 183)
Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama Ramadhan adalah membentuk ketakwaan. Maka doa agar dipertemukan dengan Ramadhan mengandung harapan besar, diberi peluang memperbaiki diri.
Dalam buku Doa dan Dzikir Sepanjang Tahun karya Hamdan Hamedan, dijelaskan bahwa doa menyambut Ramadhan mencerminkan kesadaran seorang hamba akan nilai waktu dan kesempatan. Tidak semua orang yang hidup di Rajab akan sampai pada Ramadhan.
Membaca doa ini berarti menyiapkan diri jauh hari sebelum Ramadhan tiba. Dalam kajian ulama klasik seperti yang dijelaskan Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Lathaif Al-Ma’arif, para sahabat bahkan berdoa selama enam bulan agar dipertemukan dengan Ramadhan dan enam bulan berikutnya agar amalnya diterima.
Ini menunjukkan bahwa Ramadhan diposisikan sebagai puncak ibadah tahunan.
Doa tersebut bukan hanya tentang usia, tetapi juga tentang kualitas hidup. Umur panjang tanpa keberkahan tidak akan bernilai.
Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Shahih Bukhari dan Shahih Muslim:
“Setiap amal anak Adam dilipatgandakan. Satu kebaikan dibalas sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat. Kecuali puasa, ia untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”
Hadis ini menegaskan betapa besar nilai Ramadhan. Maka wajar jika seorang Muslim memohon agar dipertemukan dengannya.
Baca juga: 40 Ucapan Selamat Ramadhan 2026 dalam Bahasa Inggris dan Artinya untuk Unggahan Media Sosial
Kerinduan adalah tanda iman. Dalam Ar-Raheeq Al-Makhtum karya Safiur Rahman Mubarakpuri, disebutkan bahwa Rasulullah SAW menyambut Ramadhan dengan kabar gembira kepada para sahabat, karena di dalamnya terdapat pintu surga yang dibuka dan pintu neraka yang ditutup.
Doa “Allahumma Ballighna Ramadhan” menjadi ekspresi kerinduan tersebut.
Ramadhan dan Keistimewaannya dalam Al-Qur’an
Keagungan Ramadhan ditegaskan dalam firman Allah SWT:
Syahru Ramadhaanal ladzii unzila fiihil Qur’an.
“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an.” (QS. Al-Baqarah [2]: 185)
Selain itu, terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan:
Lailatul qadri khairum min alfi syahr.
“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr [97]: 3)
Ayat-ayat ini memperkuat alasan mengapa umat Islam dianjurkan memohon agar diberi kesempatan menjumpai Ramadhan.
Baca juga: Khutbah Jumat 13 Februari 2026: Menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan Hati Gembira
Secara teologis, doa ini mencerminkan tiga hal, kesadaran akan keterbatasan hidup, pengakuan bahwa segala sesuatu berada di tangan Allah, serta harapan untuk memperbaiki diri.
Dalam konteks kehidupan modern yang penuh distraksi, membaca “Allahumma Ballighna Ramadhan” menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan rutinitas tahunan biasa.
Ia adalah kesempatan emas untuk kembali pada Al-Qur’an, memperbanyak sedekah, menghidupkan shalat malam, dan meraih ampunan.
“Allahumma Ballighna Ramadhan” bukan sekadar kalimat pendek yang dilafalkan menjelang bulan suci.
Ia adalah doa penuh makna, harapan untuk umur yang berkah, iman yang meningkat, dan kesempatan memperbaiki diri.
Sebagaimana firman Allah SWT:
La’allakum tattaquun.
Agar kamu bertakwa.
Ramadhan adalah perjalanan menuju ketakwaan. Dan doa ini adalah langkah awal untuk memulainya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang