Editor
KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengajak masyarakat dunia menjadikan Ramadhan sebagai momentum membangun perdamaian global.
Seruan tersebut disampaikan dalam pesan resmi menyambut awal Ramadhan yang diunggah di laman resmi PBB pada Senin (16/2/2026).
Dalam pesannya, Guterres menekankan bahwa bulan suci Ramadhan membawa nilai harapan, refleksi, dan solidaritas.
Ia mengajak seluruh pihak menjadikan Ramadhan sebagai inspirasi untuk menciptakan dunia yang lebih adil dan damai.
Baca juga: Kapan 1 Ramadhan 2026 di Arab Saudi? Ini Hasil Perhitungan Astronomi
“Semoga Bulan Suci ini menginspirasi kita untuk bekerja sama membangun dunia yang lebih damai, dermawan, dan adil bagi seluruh umat manusia,” katanya, seperti dikutip dari Antara.
Menurut Guterres, bagi umat Muslim, Ramadhan merupakan momen sakral untuk berefleksi dan berdoa. Ia menyebut bulan suci tersebut mencerminkan tujuan mulia tentang harapan dan perdamaian.
Meski demikian, Guterres menilai nilai-nilai Ramadhan masih terasa jauh dari kenyataan bagi sebagian masyarakat dunia.
Ia menyoroti berbagai konflik dan krisis kemanusiaan yang masih berlangsung di sejumlah wilayah.
“Dari Afghanistan hingga Yemen, dari Gaza hingga Sudan dan wilayah lainnya, masyarakat masih menderita karena konflik, kelaparan, pengungsian, diskriminasi, dan lain sebagainya,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa konflik, kelaparan, serta pengungsian masih menjadi tantangan besar yang memerlukan perhatian dan solidaritas global.
Guterres menyatakan bahwa Ramadhan membawa semangat solidaritas dan perdamaian.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya kerap melakukan kunjungan solidaritas kepada komunitas Muslim selama Ramadhan dan bahkan turut berpuasa.
Ia pun mengajak masyarakat internasional meneladani pesan Ramadhan dengan menjembatani perbedaan dan menghadirkan bantuan bagi mereka yang membutuhkan.
“Di tengah masa sulit dan terpecah ini, marilah kita meneladani kembali pesan abadi Ramadhan. Untuk menjembatani perbedaan. Untuk menghadirkan bantuan dan harapan kepada mereka yang menderita. Serta untuk melindungi hak dan martabat setiap orang,” kata dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang