Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hilal Terlihat, Arab Saudi, UEA, dan Qatar Resmi Mulai Puasa 18 Februari 2026

Kompas.com, 17 Februari 2026, 23:20 WIB
Add on Google
Khairina

Editor

KOMPAS.com – Sejumlah negara di kawasan Teluk resmi menetapkan awal Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Keputusan ini diumumkan setelah hilal penanda bulan suci terlihat dan diverifikasi oleh otoritas keagamaan masing-masing negara pada Selasa (17/2/2026).

Dilansir Gulf News, Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, dan Qatar menjadi negara yang lebih dulu mengonfirmasi hasil rukyatul hilal tersebut.

Baca juga: Arab Saudi Resmi Tetapkan 1 Ramadhan 2026 Jatuh 18 Februari, Hilal Terlihat

Dengan penetapan ini, umat Islam di negara-negara tersebut mulai menjalankan ibadah puasa pada Rabu.

Pengumuman resmi ini sekaligus menandai dimulainya bulan yang dipenuhi ibadah, refleksi spiritual, dan penguatan solidaritas sosial.

UEA Konfirmasi Awal Ramadhan

Pemerintah UEA menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, setelah komite resmi rukyatul hilal memastikan terlihatnya bulan sabit.

Proses penetapan dilakukan melalui pengamatan tradisional yang diverifikasi oleh komite keagamaan dan astronomi.

Masyarakat di seluruh UEA kini bersiap menyambut Ramadan dengan puasa, salat Tarawih, dan berbagai kegiatan ibadah lainnya.

Baca juga: Kapan 1 Ramadhan 2026 di Arab Saudi? Ini Hasil Perhitungan Astronomi

Arab Saudi Umumkan 18 Februari

Arab Saudi juga mengonfirmasi bahwa hilal Ramadhan telah terlihat di wilayah negara itu.

Otoritas keagamaan menyatakan bahwa Rabu (18/2/2026) menjadi hari pertama puasa di Arab Saudi.

Penetapan ini dilakukan berdasarkan metode observasi resmi yang selama ini digunakan untuk menentukan awal bulan Hijriah, termasuk Ramadan dan hari raya Islam.

Qatar Ikuti Penetapan 18 Februari

Qatar secara resmi mengumumkan Rabu (18/2/2026) sebagai awal Ramadhan 1447 H.

Keputusan tersebut diambil setelah pengamatan hilal secara lokal diverifikasi oleh komite keagamaan dan astronomi negara tersebut.

Warga Qatar pun memulai persiapan menyambut bulan puasa dengan memperbanyak ibadah dan kegiatan sosial.

Baca juga: Arab Saudi Siapkan Strategi untuk Sambut Jemaah selama Bulan Ramadhan 2026

Sejumlah Negara Tetapkan 19 Februari

Di sisi lain, beberapa negara di Asia dan kawasan Timur Tengah-Afrika Utara (MENA) menetapkan Kamis, 19 Februari 2026, sebagai hari pertama Ramadan.

Perbedaan ini terjadi karena penentuan awal bulan Hijriah bergantung pada hasil rukyatul hilal di masing-masing wilayah.

Faktor visibilitas bulan dan perbedaan metode pengamatan turut memengaruhi perbedaan tanggal tersebut.

Dengan berbagai pengumuman ini, umat Islam di berbagai belahan dunia mulai memasuki Ramadan 1447 H, meskipun tidak seluruhnya pada tanggal yang sama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
9–11 Jam di Pesawat saat Haji, Ini yang Boleh dan Dilarang Jemaah
9–11 Jam di Pesawat saat Haji, Ini yang Boleh dan Dilarang Jemaah
Aktual
Suasana Masjidil Haram dan Masid Nabawi Jelang Kedatangan Jemaah Haji 2026
Suasana Masjidil Haram dan Masid Nabawi Jelang Kedatangan Jemaah Haji 2026
Aktual
Warisan Abbasiyah: Hujan Lebat Hidupkan Kolam 1.300 Tahun di Arab Saudi
Warisan Abbasiyah: Hujan Lebat Hidupkan Kolam 1.300 Tahun di Arab Saudi
Aktual
Kemenhaj-Polri Perkuat Satgas, Berantas Haji Ilegal hingga ke Daerah
Kemenhaj-Polri Perkuat Satgas, Berantas Haji Ilegal hingga ke Daerah
Aktual
Haji Tidak Selalu Mabrur, Ini Tanda dan Cara Agar Ibadah Diterima
Haji Tidak Selalu Mabrur, Ini Tanda dan Cara Agar Ibadah Diterima
Aktual
Tata Cara Shalat di Pesawat untuk Jemaah Haji, Lengkap dengan Tayamum
Tata Cara Shalat di Pesawat untuk Jemaah Haji, Lengkap dengan Tayamum
Aktual
Apa Saja Rukun Haji? Ini 6 Rukun Penentu Sah Ibadah Haji
Apa Saja Rukun Haji? Ini 6 Rukun Penentu Sah Ibadah Haji
Aktual
Kumpulan Doa Berangkat Haji Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
Kumpulan Doa Berangkat Haji Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Dari Media Sosial ke Aksi Nyata, Kisah Penyelamatan ODGJ di Banyuwangi Ini Bikin Haru
Dari Media Sosial ke Aksi Nyata, Kisah Penyelamatan ODGJ di Banyuwangi Ini Bikin Haru
Aktual
Meninggalkan Wajib Haji: Sah atau Tidak Hajinya? Ini Penjelasan Lengkap, Termasuk Denda dan Keringanannya
Meninggalkan Wajib Haji: Sah atau Tidak Hajinya? Ini Penjelasan Lengkap, Termasuk Denda dan Keringanannya
Aktual
118 Hotel Disiapkan di Madinah, Siap Tampung 103 Ribu Jemaah Haji Indonesia 2026
118 Hotel Disiapkan di Madinah, Siap Tampung 103 Ribu Jemaah Haji Indonesia 2026
Aktual
Kapan Idul Adha 2026? Cek Tanggalnya dan Potensi Libur Panjang 6 Hari
Kapan Idul Adha 2026? Cek Tanggalnya dan Potensi Libur Panjang 6 Hari
Aktual
Hadapi Cuaca Ekstrem, Ini 7 Alat Pelindung Diri Wajib Bagi Jemaah Haji
Hadapi Cuaca Ekstrem, Ini 7 Alat Pelindung Diri Wajib Bagi Jemaah Haji
Aktual
Standar Ketat Haji 2026, Makanan Jemaah Dicek 3 Kali Sehari
Standar Ketat Haji 2026, Makanan Jemaah Dicek 3 Kali Sehari
Aktual
 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede Gunakan Fast Track Haji 2026, Jemaah Lebih Cepat Lewati Imigrasi
Embarkasi Jakarta-Pondok Gede Gunakan Fast Track Haji 2026, Jemaah Lebih Cepat Lewati Imigrasi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com