Editor
KOMPAS.com - Menjelang Ramadhan 1447 Hijriah, perhatian sebagian umat Islam Indonesia kembali tertuju ke Tanah Suci.
Hal ini karena beberapa jemaah asal Indonesia telah berniat untuk melaksanakan umrah pada bulan suci tersebut.
Pemerintah Arab Saudi pun memastikan kesiapan penuh layanan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi untuk mengantisipasi lonjakan jemaah yang datang dari seluruh penjuru dunia.
Arab Saudi telah merampungkan rencana operasional terpadu Ramadhan 1447 H di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Strategi komprehensif ini dirancang untuk mengelola kepadatan jemaah pada puncak musim, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkaya pengalaman spiritual jutaan pengunjung.
Baca juga: Durasi Puasa Ramadhan 2026 Terlama dan Tersingkat di Berbagai Negara, Ini Perkiraan Waktunya
Dilansir dari Saudi Gazette, kerangka operasional di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dibangun di atas tiga pilar utama.
Ketiga pilar tersebut yakni pengelolaan aset dan fasilitas dengan peningkatan efisiensi pemeliharaan, penguatan koordinasi dengan otoritas terkait, serta peningkatan kualitas perjalanan spiritual jemaah agar layanan tetap optimal pada jam sibuk.
Rencana ini membagi area operasional secara jelas.
Di Masjidil Haram, cakupan meliputi serambi Saudi, pelataran Mataf, area Sa’i, pelataran luar, perluasan tahap kedua dan ketiga, gedung layanan, serta kompleks toilet.
Sementara di Masjid Nabawi, operasional mencakup seluruh area masjid, pelataran, fasilitas pendukung, hingga bagian atap.
Sejumlah inisiatif baru dan peningkatan sistem diterapkan guna memperkuat aspek keselamatan dan efisiensi operasional, di antaranya:
Otoritas memastikan sistem kelistrikan dan energi beroperasi dengan keandalan tinggi.
Jaringan pendingin udara dan pencahayaan diperkuat, sementara eskalator dan lift dinyatakan siap digunakan secara penuh.
Sistem audio di kedua masjid juga telah diuji dan dioptimalkan.
Program pemeliharaan, kebersihan lingkungan, peningkatan sanitasi, serta langkah kesehatan preventif ditingkatkan untuk menjaga standar keamanan dan keberlanjutan selama Ramadhan.
Peningkatan operasional di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi juga mencakup:
Upaya pengelolaan kerumunan difokuskan pada penataan area salat, koridor, dan pelataran, serta peningkatan sistem penunjuk arah dan arus pejalan kaki.
Rencana Ramadhan juga mencakup peningkatan pengalaman i’tikaf melalui pengaturan terstruktur dan penataan lingkungan.
Selain aspek logistik, rencana ini menekankan pengayaan budaya dan edukasi.
Program yang tetap berjalan meliputi Pameran Arsitektur Dua Masjid Suci, kegiatan di Kompleks Raja Abdulaziz untuk Kiswah Ka’bah, layanan distribusi Al-Qur’an, serta perluasan partisipasi relawan.
Otoritas menegaskan operasional akan berjalan pada kapasitas maksimal saat periode puncak, didukung personel terlatih dan koordinasi lintas instansi guna menjaga kualitas layanan dan kesinambungan operasional.
Rencana ini mencerminkan komitmen berkelanjutan Arab Saudi dalam meningkatkan layanan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi serta mengakomodasi pertumbuhan jumlah jemaah selama Ramadhan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang