Editor
KOMPAS.com - Menjelang penetapan awal Ramadhan 1447 Hijriah, perhatian umat Islam di berbagai negara kembali tertuju pada proses rukyatul hilal.
Tidak hanya di Indonesia, metode pemantauan hilal juga menjadi bagian penting dalam sidang isbat penentuan awal puasa di Arab Saudi.
Proses ini dilakukan untuk memastikan awal bulan Ramadhan berdasarkan penampakan bulan sabit pertama.
Arab Saudi sebagai salah satu rujukan dunia Islam turut mengumumkan ajakan resmi terkait pemantauan hilal.
Baca juga: Durasi Puasa Ramadhan 2026 Terlama dan Tersingkat di Berbagai Negara, Ini Perkiraan Waktunya
Dilansir dari Saudi Gazette, Mahkamah Agung Arab Saudi (Saudi Supreme Court) menyerukan kepada umat Islam di seluruh wilayah Kerajaan untuk mengamati dan melaporkan jika melihat hilal Ramadhan pada Selasa petang, 17 Februari 2026 yang bertepatan dengan 29 Syaban 1447 H.
Seruan tersebut disampaikan sebagai bagian dari proses penetapan awal Ramadhan 2026 di Arab Saudi.
Mahkamah Agung juga meminta siapa pun yang melihat hilal, baik dengan mata telanjang maupun menggunakan teropong, agar segera melaporkannya ke mahkamah terdekat untuk mencatat kesaksian penampakan tersebut.
Selain itu, masyarakat juga dapat menghubungi pusat pemerintahan setempat guna memperoleh bantuan untuk menuju mahkamah terdekat dan menyampaikan laporan resmi.
Mahkamah Agung juga berharap pihak-pihak yang memiliki perhatian terhadap proses rukyatul hilal, termasuk mereka yang tergabung dalam komite yang telah dibentuk di berbagai wilayah, dapat turut serta dalam pemantauan tersebut.
Partisipasi itu dinilai sebagai bentuk kontribusi yang bermanfaat bagi seluruh umat Islam, dengan harapan memperoleh ganjaran dari Tuhan.
Pengumuman ini menjadi bagian penting dalam rangkaian penentuan awal Ramadhan 1447 H, yang hasilnya akan menentukan dimulainya ibadah puasa bagi umat Islam di Arab Saudi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang