Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

SNMB Madrasah Unggulan 2026/2027 Tembus 36.973 Pendaftar, Kemenag Sebut Kepercayaan Publik Meningkat

Kompas.com, 16 Februari 2026, 11:16 WIB
Add on Google
Khairina

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com-Minat pelajar untuk melanjutkan pendidikan di madrasah unggulan pada Tahun Ajaran 2026/2027 meningkat signifikan melalui Seleksi Nasional Murid Baru (SNMB) yang digelar Kementerian Agama.

Sebanyak 36.973 siswa tercatat mendaftar dan menyelesaikan proses unggah berkas secara daring hingga penutupan pendaftaran.

Seleksi nasional tersebut berlangsung pada 14–15 Februari 2026 di beberapa titik lokasi dengan sistem berbasis digital.

Kementerian Agama menyebut tingginya jumlah pendaftar mencerminkan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap mutu pendidikan madrasah.

Baca juga: Pendaftaran Murid Baru Madrasah 2026/2027 Dibuka, Ini Jadwal dan Ketentuannya

Rincian Pendaftar Jalur Tes dan Prestasi

Dari total 36.973 pendaftar SNMB Madrasah Unggulan 2026/2027, sebanyak 36.126 siswa mendaftar melalui jalur tes.

Sebanyak 30.342 peserta dinyatakan lulus verifikasi administrasi, sementara 5.781 peserta tidak memenuhi persyaratan.

Tiga peserta lainnya masih dalam proses verifikasi administrasi.

Selain jalur tes, terdapat 404 pendaftar melalui jalur prestasi.

Hasil verifikasi menunjukkan 127 peserta telah memenuhi ketentuan administrasi, sedangkan 277 peserta belum lolos seleksi administrasi.

Baca juga: Kemenag Buka Seleksi Nasional Madrasah Unggulan 2026/2027, Ini Jadwal dan Kuotanya

Kemenag: Madrasah Kini Jadi Pilihan Utama

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menyatakan tingginya partisipasi peserta menjadi indikator meningkatnya kepercayaan publik terhadap madrasah unggulan.

Saat meninjau pelaksanaan Computer Based Test (CBT) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Solo, ia menegaskan posisi madrasah semakin kuat sebagai pilihan pendidikan menengah.

“Madrasah saat ini tidak lagi menjadi alternatif, tetapi sudah menjadi pilihan masyarakat. Kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan madrasah unggulan terus meningkat dari tahun ke tahun,” ujarnya, Minggu (15/2/2026), dilansir dari Kemenag.

Seleksi Digital dan Transparan

Direktur KSKK Madrasah, Nyayu Khodijah, menjelaskan seluruh tahapan seleksi SNMB Madrasah Unggulan dilaksanakan secara transparan melalui sistem digital.

Proses tersebut mencakup seleksi jalur prestasi serta tes berbasis Computer Based Test (CBT).

Pendekatan digital dinilai meningkatkan akuntabilitas dan memastikan proses seleksi berjalan objektif.

Baca juga: Kemenag Siapkan Delapan Madrasah untuk Bertransformasi Menjadi MAKN

Target Cetak Generasi Unggul dan Berintegritas

Peningkatan jumlah pendaftar SNMB Madrasah Unggulan 2026/2027 memperkuat posisi madrasah sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik.

Madrasah juga menekankan pembentukan karakter dan nilai keagamaan sebagai fondasi pendidikan.

Melalui seleksi nasional ini, pemerintah menargetkan lahirnya generasi unggul yang kompetitif sekaligus berintegritas di masa depan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
MUI Tawarkan Solusi Lebih Manusiawi atas Ikan Sapu, Jangan Dikubur Hidup-hidup
MUI Tawarkan Solusi Lebih Manusiawi atas Ikan Sapu, Jangan Dikubur Hidup-hidup
Aktual
Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus dengan Teknologi Italia, Target Operasi 2028
Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus dengan Teknologi Italia, Target Operasi 2028
Aktual
Cerita Haru Petugas Haji Pertama Injakkan Kaki di Tanah Suci, Siap Layani Jemaah
Cerita Haru Petugas Haji Pertama Injakkan Kaki di Tanah Suci, Siap Layani Jemaah
Aktual
Hadiri Halalbihalal IKA PMII, Cak Imin: PMII Harus Terus Naik Kelas
Hadiri Halalbihalal IKA PMII, Cak Imin: PMII Harus Terus Naik Kelas
Aktual
Ulama Ini Jelaskan Keutamaan Baca 70 Ribu Kali Zikir Fidak untuk Ahli Kubur
Ulama Ini Jelaskan Keutamaan Baca 70 Ribu Kali Zikir Fidak untuk Ahli Kubur
Aktual
Niat Puasa Senin Kamis, Doa Berbuka, dan Keutamaan Menurut Hadits
Niat Puasa Senin Kamis, Doa Berbuka, dan Keutamaan Menurut Hadits
Doa dan Niat
Doa-Doa Walimatussafar Haji Lengkap untuk Calon Jemaah, Keluarga, dan Tamu Undangan
Doa-Doa Walimatussafar Haji Lengkap untuk Calon Jemaah, Keluarga, dan Tamu Undangan
Doa dan Niat
Fakta Gua Safarwadi Tasikmalaya, Wisata Religi yang Disebut Punya Jalan Tembus ke Mekkah
Fakta Gua Safarwadi Tasikmalaya, Wisata Religi yang Disebut Punya Jalan Tembus ke Mekkah
Aktual
Mengenal Multazam di Masjidil Haram: Letak, Keutamaan, dan Tata Cara Berdoa yang Dianjurkan
Mengenal Multazam di Masjidil Haram: Letak, Keutamaan, dan Tata Cara Berdoa yang Dianjurkan
Aktual
423 Tenaga Pendukung PPIH Disiapkan, Perkuat Layanan Jemaah Haji 2026
423 Tenaga Pendukung PPIH Disiapkan, Perkuat Layanan Jemaah Haji 2026
Aktual
Wamenhaj: 30 Persen Jemaah Haji Reguler 2026 Berprofesi Sebagai Petani
Wamenhaj: 30 Persen Jemaah Haji Reguler 2026 Berprofesi Sebagai Petani
Aktual
Kisah Ukasyah bin Mihshan, Sahabat Nabi yang Dijanjikan Surga Tanpa Hisab
Kisah Ukasyah bin Mihshan, Sahabat Nabi yang Dijanjikan Surga Tanpa Hisab
Aktual
Muslimat NU Surati PBB agar Hentikan Perang, Khofifah: Seruan untuk Perdamaian Dunia
Muslimat NU Surati PBB agar Hentikan Perang, Khofifah: Seruan untuk Perdamaian Dunia
Aktual
Muktamar NU 2026 Disorot, Gus Kikin: Kembalikan ke Qanun Asasi dan Perkuat Ukhuwah
Muktamar NU 2026 Disorot, Gus Kikin: Kembalikan ke Qanun Asasi dan Perkuat Ukhuwah
Aktual
Cara Gunakan Toilet di Pesawat, Jemaah Haji Harus Tahu
Cara Gunakan Toilet di Pesawat, Jemaah Haji Harus Tahu
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com