Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Alasan Muhammadiyah Pakai KHGT Tetapkan 1 Ramadhan hingga Beda dengan Pemerintah

Kompas.com, 19 Februari 2026, 11:55 WIB
Farid Assifa

Editor

Sumber MUIDigital

KOMPAS.com - Pimpinan Pusat Muhammadiyah mulai menerapkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) untuk penetapan awal Ramadhan 1447 Hijriah.

Langkah ini merupakan konsekuensi metodologis dari konsistensi penggunaan hisab dalam penentuan waktu ibadah.

Pengembangan Pemikiran Keislaman

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Dr Hamim Ilyas, menjelaskan penggunaan KHGT adalah hasil akhir dari proses ijtihad yang panjang dan konsisten.

"Komitmen tajdid Muhammadiyah dalam penentuan awal bulan Hijriah diwujudkan melalui penggunaan hisab. Dari situ, lahir kebutuhan akan sistem kalender yang lebih menyeluruh dan bersifat global," kata Kiai Hamim Ilyas dilansir MUI Digital, Kamis (19/2/2026).

Baca juga: Pakai KHGT, Awal Ramadhan 2026 Muhammadiyah Beda dengan Turki, Ini Penjelasannya

Menurutnya, penerapan KHGT bukan keputusan yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari pengembangan pemikiran keislaman yang berbasis pada ilmu pengetahuan dan kepastian perhitungan astronomis.

Dengan pendekatan tersebut, Muhammadiyah berupaya menghadirkan sistem penanggalan yang akurat dan berlaku lintas wilayah.

"KHGT perlu dikembangkan menjadi sistem yang universal, pasti, dan dapat digunakan dalam jangka panjang. Ini bagian dari pembaruan agar umat memiliki kepastian dalam menjalankan kehidupan keagamaan maupun sosial," tambahnya.

Tajdid dan Relevansi Zaman

Kiai Hamim menegaskan tajdid dalam konteks ini bukan berarti meninggalkan tradisi, melainkan memperkuat prinsip-prinsip syariat melalui pendekatan yang lebih sistematis dan rasional.

Baca juga: Lebaran Tanggal Berapa 2026? Ini Jadwal Idul Fitri 1447 H Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa Islam memiliki kemampuan untuk terus berkembang dan relevan dengan tuntutan zaman.

Penerapan KHGT pada 1447 H menegaskan peran Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan yang mendorong pembaruan dalam sistem keagamaan demi terwujudnya tata kehidupan umat yang lebih tertib, terencana, dan berorientasi pada masa depan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com