KOMPAS.com – Memasuki bulan suci Ramadhan 2026, umat Islam kembali menjalankan ibadah puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Di tengah aktivitas harian, tidak sedikit masyarakat Jakarta dan sekitarnya yang masih berada di perjalanan saat waktu Maghrib tiba.
Karena itu, penyedia layanan transportasi umum seperti Transjakarta, KRL Commuter Line, MRT Jakarta, hingga LRT mengatur ketentuan khusus terkait buka puasa di dalam area maupun armada mereka.
Aturan ini bertujuan memberi kenyamanan bagi penumpang yang berpuasa sekaligus menjaga ketertiban dan kebersihan fasilitas publik.
Berikut aturan lengkap berbuka puasa selama Ramadhan 2026 di transportasi umum Jakarta, dihimpun dari akun resmi masing-masing operator.
Dikutip dari Instagram resmi @infotije, berikut ketentuan berbuka puasa di Transjakarta selama Ramadhan 2026:
Kebijakan ini memberi ruang bagi penumpang untuk menyegerakan berbuka puasa tanpa mengganggu kenyamanan pengguna lain.
Baca juga: Bagaimana Hukum Sengaja Tidak Puasa Ramadhan Tanpa Sebab? Ini Penjelasan Ulama
Dilansir dari Instagram resmi @commuterline, berikut aturan berbuka puasa di KRL selama Ramadhan 2026:
Yang diperbolehkan:
Yang tidak diperbolehkan:
Hal-hal yang harus diperhatikan:
KAI Commuter juga menyediakan beberapa water station bagi yang ingin membatalkan puasa di area stasiun secara gratis dengan membawa tumbler atau tempat minum lainnya.
Dikutip dari Instagram resmi @mrtjktinfo, berikut ketentuan berbuka puasa di MRT Jakarta:
Yang diperbolehkan:
Yang tidak diperbolehkan:
Hal-hal yang harus diperhatikan:
Aturan ini menegaskan bahwa MRT tetap mengutamakan kebersihan dan kenyamanan bersama.
Baca juga: BI Bali Gandeng 6 Bank untuk Penukaran Uang Selama Ramadhan 2026, Ini Jadwal dan Lokasinya
Dilansir dari Instagram resmi @lrt_Jabodebek, berikut ketentuan berbuka puasa selama Ramadhan 2026:
Air minum gratis tersedia di seluruh stasiun LRT Jabodebek, serta musala di setiap stasiun.
Dikutip dari Instagram resmi @lrtjkt, berikut ketentuan berbuka puasa di dalam LRT Jakarta:
Baca juga: BI Sulsel Buka 120 Titik Penukaran Uang Baru Selama Ramadhan 2026, Cek Lokasi dan Jadwalnya
Dalam ajaran Islam, menyegerakan berbuka puasa saat waktu Maghrib tiba merupakan sunnah yang dianjurkan.
Rasulullah SAW bersabda:
لا يزال الناس بخير ما عجلوا الفطر
Lā yazālun nāsu bikhairin mā ‘ajjalul fithr.
Artinya: “Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR Bukhari dan Muslim)
Anjuran ini menunjukkan bahwa berbuka tepat waktu bukan hanya kebutuhan fisik, tetapi juga bagian dari tuntunan syariat.
Dalam buku Fiqh Puasa karya Yusuf Al-Qaradawi dijelaskan bahwa menyegerakan berbuka mencerminkan kepatuhan pada perintah Allah serta keseimbangan dalam beribadah, tidak berlebih-lebihan dalam menahan diri setelah waktu yang ditentukan berakhir.
Berikut lima doa berbuka puasa yang diriwayatkan dalam berbagai hadits:
Allahummalakasumtu wabika aamantu wa’alarizqika afthortu birohmatikaya ar-hamarrahimin.
Artinya: “Ya Allah Dzat yang Maha Pemurah dari segalanya, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rizki dan kasih sayang-Mu aku berbuka.”
Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu, wa tsabatal ajru in syaa Allah.
Artinya: “Telah hilang dahaga, dan telah basah tenggorokan, dan telah ditetapkan pahala insya Allah.”
Alhamdulillahilladzi a’aananii fashamtu, wa razaqanii faafthartu.
Artinya: “Segala puji bagi Allah yang menolongku maka aku dapat berpuasa, dan yang telah memberiku rezeki sehingga aku dapat berbuka.”
Allahumma shumnaa, wa ‘alaa rizqika aftharnaa, fataqabbal Minna innaka antas samii’ul ‘aliim.
Artinya: “Ya Allah, karena Kamu kami berpuasa, dan dengan rizki-Mu kami berbuka, maka terimalah (puasa) kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.”
Allahumma inni asaluka birahmatikallatii wasi’at kulla syaiin antaghfira lii.
Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu, agar Engkau mengampuniku.”
Ramadhan tidak hanya melatih kesabaran, tetapi juga etika sosial. Mengutip buku Adab dalam Islam karya Abdul Aziz bin Fathi As-Sayyid Nada, menjaga kebersihan dan ketertiban di ruang publik termasuk bagian dari akhlak seorang Muslim.
Karena itu, mengikuti aturan berbuka puasa di transportasi umum bukan hanya soal kepatuhan terhadap operator layanan, tetapi juga bentuk tanggung jawab sosial.
Di tengah mobilitas tinggi warga Jakarta, berbuka puasa di perjalanan memang kerap tak terhindarkan.
Namun dengan memahami aturan dan tetap menjaga adab, ibadah tetap terjaga, kenyamanan publik pun terlindungi.
Ramadhan 2026 menjadi momentum bukan hanya memperbaiki hubungan dengan Allah, tetapi juga memperkuat kepedulian terhadap sesama, bahkan di dalam bus, kereta, atau stasiun yang padat sekalipun.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang