Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Hitung THR 2026 Karyawan Swasta dan Jadwal Pencairannya

Kompas.com, 5 Maret 2026, 09:30 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menerbitkan aturan mengenai pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan bagi pekerja pada tahun 2026.

Ketentuan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/3/HK.04.00/III/2026 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2026 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

Aturan ini menjadi pedoman bagi perusahaan swasta dalam memberikan THR kepada pekerja menjelang hari raya keagamaan.

Baca juga: SE THR 2026 Resmi Terbit: Wajib Dibayar H-7, Ini Aturan dan Besarannya

Melalui surat edaran tersebut, pemerintah menegaskan bahwa pembayaran THR merupakan kewajiban pengusaha kepada pekerja.

Surat edaran tersebut juga mengatur cara perhitungan THR serta jadwal pembayaran yang wajib dipatuhi oleh perusahaan.

Ketentuan Perhitungan THR 2026

Dalam SE Menteri Ketenagakerjaan dijelaskan bahwa besaran THR yang diterima pekerja ditentukan berdasarkan masa kerja serta sistem pengupahan yang berlaku.

1. Pekerja dengan masa kerja 12 bulan atau lebih

Pekerja atau buruh yang telah memiliki masa kerja selama 12 bulan secara terus-menerus atau lebih berhak menerima THR sebesar satu bulan upah.

2. Pekerja dengan masa kerja 1–12 bulan

Bagi pekerja yang memiliki masa kerja minimal satu bulan tetapi kurang dari 12 bulan, besaran THR diberikan secara proporsional.

Perhitungannya menggunakan rumus:

masa kerja : 12 x 1 bulan upah

3. Pekerja dengan sistem kerja harian lepas

Bagi pekerja atau buruh yang bekerja dengan perjanjian kerja harian lepas, perhitungan satu bulan upah dilakukan dengan cara berikut:

Pekerja yang memiliki masa kerja 12 bulan atau lebih dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima selama 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.

Pekerja dengan masa kerja kurang dari 12 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima setiap bulan selama masa kerja.

4. Pekerja dengan sistem upah satuan hasil

Bagi pekerja yang menerima upah berdasarkan satuan hasil, perhitungan satu bulan upah dilakukan dengan mengambil rata-rata upah selama 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.

Apabila perusahaan telah menetapkan besaran THR dalam perjanjian kerja, maka nilai THR diberikan sesuai ketentuan yang tercantum dalam perjanjian tersebut.

Pekerja yang Berhak Mendapatkan THR

Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan juga mengatur pekerja yang berhak menerima THR 2026. Pekerja yang memiliki masa kerja minimal satu bulan secara terus-menerus berhak memperoleh THR.

Ketentuan tersebut berlaku bagi pekerja dengan status Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) maupun Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

Jadwal Pembayaran THR 2026

Dalam aturan tersebut, perusahaan diwajibkan membayar THR paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan.

Apabila Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada 20 Maret 2026, maka pembayaran THR dilakukan paling lambat pada 13 Maret 2026.

Kemenaker juga mengimbau perusahaan untuk membayarkan THR lebih awal dari batas waktu yang ditentukan agar pekerja dapat mempersiapkan kebutuhan menjelang hari raya.

Informasi lebih lengkap mengenai ketentuan pembayaran THR 2026 bagi karyawan swasta dapat dilihat dalam Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan yang tersedia melalui laman https://jdih.kemnaker.go.id/asset/data_puu/2026senaker003.pdf.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com