Editor
KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia menyiapkan jalur komunikasi darurat bagi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di kawasan Timur Tengah.
Langkah ini dilakukan setelah meningkatnya eskalasi konflik menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2/2026).
Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan perlindungan terhadap WNI menjadi prioritas utama.
Karena itu, sejumlah perwakilan RI di kawasan Timur Tengah membuka layanan hotline darurat yang dapat dihubungi kapan saja.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan komunikasi tetap terjaga antara WNI dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) maupun Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di negara setempat.
Baca juga: Jemaah Umrah Terdampak Konflik Timur Tengah, Pemerintah Siapkan 10 Langkah Perlindungan
Untuk mengantisipasi perkembangan situasi, perwakilan RI di berbagai negara Timur Tengah membuka layanan hotline darurat bagi WNI.
Berikut daftar nomor kontak darurat yang dapat dihubungi:
Hotline tersebut dapat dihubungi sewaktu-waktu apabila WNI menghadapi situasi darurat.
Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri per Juni 2025, jumlah warga negara Indonesia yang berada di kawasan Timur Tengah mencapai ratusan ribu orang dan tersebar di berbagai negara.
Berikut perkiraan jumlah WNI di beberapa negara Timur Tengah:
Data tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk memperkuat koordinasi perlindungan WNI, terutama di negara-negara yang berpotensi terdampak konflik secara langsung maupun tidak langsung.
Kementerian Luar Negeri juga menyampaikan sejumlah langkah yang perlu diperhatikan oleh WNI yang berada di kawasan Timur Tengah agar tetap aman di tengah situasi yang berkembang.
WNI diminta tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti arahan dari otoritas setempat. Selain itu, warga juga diminta menjaga komunikasi secara rutin dengan perwakilan RI di negara masing-masing.
Kemlu juga mengimbau WNI untuk melaporkan diri melalui laman resmi Kemlu di kemlu.go.id serta menyimpan dokumen penting seperti paspor agar mudah diakses saat kondisi darurat.
Selain itu, masyarakat Indonesia yang berencana melakukan perjalanan melalui atau transit di kawasan Timur Tengah diminta mempertimbangkan kembali rencana perjalanannya.
“Kemlu mengimbau masyarakat Indonesia yang berencana melakukan perjalanan melalui atau transit di kawasan tersebut agar mempertimbangkan dan menunda perjalanan," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang seperti dikutip Antara, Rabu (4/3/2026).
Pemerintah memastikan pemantauan situasi terus dilakukan secara intensif. Koordinasi dengan perwakilan RI di berbagai negara juga diperkuat guna memastikan keselamatan WNI tetap menjadi prioritas.
WNI yang berada di wilayah terdampak diharapkan proaktif berkomunikasi dengan KBRI atau KJRI setempat serta tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang