Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Tren Mukena Katun untuk Lebaran 2026: Adem, Mewah dan Praktis Dibawa

Kompas.com, 8 Maret 2026, 18:30 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, banyak muslimah mulai menyiapkan berbagai perlengkapan ibadah yang akan digunakan saat salat Id.

Selain memilih pakaian Lebaran, mukena juga menjadi salah satu item yang sering diperhatikan karena digunakan saat beribadah bersama keluarga maupun jamaah di masjid atau lapangan terbuka.

Tidak sedikit perempuan yang kini mencari model mukena yang tidak hanya nyaman dipakai, tetapi juga memiliki desain yang lebih modern.

Mukena dengan tampilan mewah namun tetap sederhana, bahan yang adem, serta ukuran yang praktis dibawa bepergian menjadi tren yang banyak diminati.

Hal ini tidak terlepas dari kondisi iklim Indonesia yang cenderung panas dan lembap. Mukena dengan bahan yang terlalu tebal atau tidak memiliki sirkulasi udara yang baik dapat membuat tubuh cepat gerah, terutama saat salat Id yang sering dilakukan di luar ruangan.

Karena itu, berbagai brand lokal mulai menghadirkan koleksi mukena yang menggabungkan bahan katun ringan, desain elegan, serta ukuran yang mudah dilipat atau disimpan dalam tas kecil.

Berikut beberapa tren mukena yang banyak direkomendasikan untuk Lebaran karena dikenal nyaman, adem, dan tetap terlihat elegan.

1. Mukena Katun Motif 2-in-1 yang Praktis

Mukena Katun Motif 2-in-1 yang PraktisAI Mukena Katun Motif 2-in-1 yang Praktis
Salah satu model mukena yang cukup populer adalah mukena katun motif dengan desain 2-in-1.

Mukena ini biasanya dilengkapi dengan resleting di bagian dagu sehingga pemakai dapat mengenakannya dari depan tanpa harus menyarungkan dari atas kepala.

Bahan katun yang digunakan dikenal lembut di kulit serta memiliki sirkulasi udara yang baik. Karena itu, mukena jenis ini sering dipilih untuk digunakan saat musim panas atau saat salat di tempat yang cukup ramai.

Selain itu, desain motif floral yang lembut membuat mukena terlihat lebih feminin. Banyak produk juga sudah dilengkapi pouch atau tas kecil sehingga mudah dibawa saat bepergian atau traveling.

Baca juga: Tren Mukena Lebaran 2026: Model 2-in-1 hingga Bahan Silk Premium Jadi Favorit Muslimah

2. Mukena Katun dengan Aksen Renda Elegan

Mukena Katun dengan Aksen Renda EleganAI Mukena Katun dengan Aksen Renda Elegan
Mukena dengan tambahan renda di bagian tepian masih menjadi favorit banyak muslimah. Sentuhan renda memberikan kesan elegan sekaligus mempercantik tampilan mukena tanpa terlihat berlebihan.

Biasanya mukena jenis ini menggunakan kombinasi bahan katun dan katun voile yang dikenal ringan serta tidak mudah membuat gerah. Motif printing pada kain juga sering dipilih agar tampilan mukena terlihat lebih hidup.

Menariknya, beberapa model mukena renda tidak menggunakan karet di bagian kepala. Desain ini dianggap lebih nyaman karena tidak menekan kepala terlalu kuat, terutama ketika dipakai dalam waktu lama seperti saat salat tarawih atau salat Id.

3. Mukena Katun Premium yang Tidak Menerawang

Mukena Katun Premium yang Tidak MenerawangAI Mukena Katun Premium yang Tidak Menerawang
Bagi sebagian orang, kenyamanan mukena tidak hanya dilihat dari bahan yang adem, tetapi juga dari ketebalan kainnya.

Mukena yang terlalu tipis terkadang membuat pemakai merasa kurang nyaman karena terlihat menerawang.

Karena itu, mukena berbahan katun premium menjadi pilihan yang cukup diminati. Bahan ini dikenal breathable atau memiliki sirkulasi udara yang baik, tetapi tetap cukup tebal sehingga tidak transparan.

Beberapa model juga dilengkapi fitur resleting di bagian dagu yang memudahkan pemakai menyesuaikan posisi mukena. Selain itu, mukena biasanya dijual dalam satu set lengkap dengan tas penyimpanan.

4. Mukena Katun Voile yang Ringan dan Tidak Mudah Kusut

Mukena Katun Voile yang Ringan dan Tidak Mudah KusutAI Mukena Katun Voile yang Ringan dan Tidak Mudah Kusut
Mukena berbahan katun voile juga menjadi salah satu tren yang banyak dicari menjelang Lebaran. Kain ini dikenal sangat ringan, adem, dan tidak mudah kusut saat dilipat.

Ukuran mukena biasanya dibuat lebih longgar agar dapat menutup tubuh dengan sempurna sekaligus memberikan ruang gerak yang nyaman saat salat.

Karena mudah dilipat dan tidak memerlukan banyak perawatan, mukena jenis ini sering dipilih oleh mereka yang aktif bepergian atau ingin membawa mukena sendiri ke masjid.

Baca juga: Mukena Pink Tren Lebaran 2026: Warna Lembut yang Elegan dan Jadi Favorit Muslimah

5. Mukena Jumbo dengan Renda Two Tone

Mukena Jumbo dengan Renda Two ToneAI Mukena Jumbo dengan Renda Two Tone

Bagi yang menyukai tampilan mukena yang terlihat lebih mewah, model mukena jumbo dengan renda two tone dapat menjadi pilihan.

Mukena ini biasanya menggunakan bahan katun foil premium yang terasa halus dan ringan saat dipakai.

Detail renda dua warna di bagian bawah mukena memberikan sentuhan estetika yang berbeda tanpa membuat desainnya terlihat terlalu ramai.

Selain itu, sistem tali ikat di bagian kepala memungkinkan pemakai menyesuaikan ukuran sesuai kenyamanan.

6. Mukena Motif Pastel dengan Aksen Rempel

Tren mukena kekinian juga menghadirkan desain dengan aksen rempel atau ruffle di bagian tepi kain. Detail ini membuat tampilan mukena terlihat lebih manis dan feminin.

Biasanya mukena jenis ini menggunakan warna pastel yang lembut seperti sage green, dusty pink atau baby blue. Warna-warna tersebut memberikan kesan segar dan tidak terlalu mencolok.

Selain tampilannya yang menarik, bahan katun yang digunakan juga tetap mengutamakan kenyamanan sehingga cocok digunakan oleh remaja maupun dewasa.

7. Mukena dengan Detail Tile dan Brokat

Mukena dengan Detail Tile dan BrokatAI Mukena dengan Detail Tile dan Brokat
Model mukena lain yang cukup populer adalah mukena dengan tambahan tile atau brokat di bagian kepala. Desain ini membuat mukena terlihat menyerupai perpaduan antara hijab dan mukena.

Hiasan renda brokat di bagian tepian kain memberikan tampilan yang anggun dan elegan. Meskipun terlihat mewah, bahan yang digunakan biasanya tetap berupa katun mikro premium yang ringan dan adem di kulit.

Mukena jenis ini sering hadir dalam ukuran jumbo all size sehingga dapat digunakan dengan nyaman oleh berbagai bentuk tubuh.

Baca juga: Tren Lebaran 2026: Baju Kurung Melayu Diburu, Geser Popularitas Gamis

Mukena Nyaman Membantu Kekhusyukan Ibadah

Dalam ibadah salat, pakaian yang dikenakan sebaiknya memberikan rasa nyaman agar tidak mengganggu konsentrasi.

Dalam buku Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa pakaian untuk salat harus menutup aurat, bersih, serta tidak menghambat gerakan saat beribadah.

Hal serupa juga dijelaskan dalam buku Ensiklopedi Fikih Wanita karya Abu Malik Kamal bahwa pakaian salat yang longgar dan tidak menimbulkan rasa panas dapat membantu seseorang lebih fokus dalam menjalankan ibadah.

Karena itu, memilih mukena yang tepat bukan hanya soal tampilan atau tren semata. Bahan yang adem, ukuran yang longgar, serta desain yang praktis dapat membantu menciptakan suasana ibadah yang lebih tenang.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, berbagai model mukena kini hadir dengan perpaduan desain modern dan bahan yang lebih nyaman.

Pilihan yang beragam tersebut membuat muslimah dapat tetap tampil elegan sekaligus merasa nyaman saat menjalankan salat Id bersama keluarga dan masyarakat.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar