Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mudik Lebaran Aman: 8 Obat yang Wajib Dibawa dan Bacaan Doa Safar

Kompas.com, 10 Maret 2026, 14:35 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Mudik Lebaran selalu menjadi momen yang ditunggu banyak orang. Setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh, perjalanan pulang ke kampung halaman terasa seperti perjalanan penuh makna untuk kembali berkumpul dengan keluarga.

Namun di balik suasana haru dan bahagia, perjalanan mudik sering kali tidak mudah. Kemacetan panjang, perubahan pola makan, kelelahan, hingga kondisi cuaca dapat memengaruhi kesehatan selama perjalanan.

Oleh karena itu, selain mempersiapkan pakaian dan perlengkapan perjalanan, ada satu hal yang tidak boleh terlupakan yaitu membawa obat-obatan penting sebagai pertolongan pertama.

Baca juga: 6.859 Masjid Ramah Pemudik Disiapkan, Kemenag Atur Mudik, Nyepi, dan Idul Fitri 2026

Obat ini bisa menjadi penyelamat ketika kondisi tubuh tiba-tiba menurun di tengah perjalanan.

Tak hanya itu, umat Islam juga dianjurkan untuk membaca doa ketika melakukan perjalanan jauh agar perjalanan tetap aman, lancar, dan mendapat perlindungan dari Allah SWT.

Berikut beberapa obat yang sebaiknya dibawa saat mudik Lebaran serta doa yang dianjurkan Rasulullah SAW ketika bepergian.

Pentingnya Membawa Obat Saat Perjalanan Mudik

Perjalanan mudik biasanya berlangsung cukup lama, bahkan bisa memakan waktu berjam-jam hingga berhari-hari tergantung jarak dan moda transportasi yang digunakan.

Menurut lembaga kesehatan dunia, Centers for Disease Control and Prevention (CDC), perjalanan jauh dapat memicu berbagai gangguan kesehatan ringan seperti mabuk perjalanan, dehidrasi, hingga gangguan pencernaan.

Selain itu, kondisi tubuh yang kelelahan juga dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga seseorang lebih rentan terserang flu atau demam.

Oleh karena itu, membawa obat dasar dalam tas perjalanan dapat membantu mengantisipasi kondisi darurat tanpa harus mencari apotek di tengah perjalanan.

Baca juga: Pendaftaran Mudik Gratis Polres Bogor 2026 Dibuka 7–8 Maret, Ini Link Registrasinya

8 Obat yang Wajib Dibawa Saat Mudik Lebaran

Berikut beberapa obat penting yang sebaiknya disiapkan sebelum berangkat mudik.

1. Obat Mabuk Perjalanan

Mabuk perjalanan atau motion sickness sering terjadi saat seseorang bepergian menggunakan mobil, kapal, pesawat, atau kereta.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kondisi ini terjadi karena adanya perbedaan antara gerakan yang dilihat mata dan sinyal yang diterima telinga bagian dalam.

Gejala yang muncul biasanya berupa:

  • mual
  • pusing
  • keringat dingin
  • muntah

Karena itu, membawa obat anti mabuk perjalanan dapat membantu mengurangi gejala tersebut selama perjalanan.

Namun perlu diingat, sebagian obat jenis ini dapat menyebabkan kantuk sehingga sebaiknya dikonsumsi pada waktu yang tepat.

2. Obat Flu dan Batuk

Kelelahan selama perjalanan sering kali membuat tubuh lebih rentan terserang flu.

Kondisi ini bisa terjadi karena hormon stres yang meningkat dapat menekan sistem kekebalan tubuh, sehingga virus lebih mudah menyerang.

Apalagi jika perjalanan dilakukan menggunakan transportasi umum yang memungkinkan terjadinya pertukaran droplet antar penumpang.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, sebaiknya siapkan obat flu dan batuk sebagai pertolongan pertama jika gejala mulai muncul.

3. Obat Lambung

Selama perjalanan mudik, pola makan biasanya berubah. Tidak sedikit orang yang terlambat makan atau justru mengonsumsi makanan yang tidak biasa.

Kondisi ini dapat memicu gangguan lambung seperti:

  • perut perih
  • asam lambung naik
  • mual

Apalagi setelah sebulan berpuasa, sistem pencernaan sedang dalam masa penyesuaian.

Membawa obat lambung bisa menjadi langkah antisipasi agar gangguan pencernaan tidak mengganggu perjalanan.

Baca juga: Tol Yogyakarta–Bawen Segmen Ambarawa–Bawen Dibuka Fungsional Saat Mudik Lebaran 2026

4. Obat Demam

Demam adalah salah satu gejala umum yang bisa muncul ketika tubuh sedang melawan infeksi.

Menurut Better Health Channel, demam terjadi ketika suhu tubuh meningkat di atas suhu normal, biasanya akibat paparan virus atau bakteri.

Meski tidak selalu menandakan penyakit serius, demam tetap perlu ditangani dengan cepat agar kondisi tubuh tidak semakin menurun.

Karena itu, obat penurun demam sebaiknya selalu tersedia dalam tas perjalanan.

5. Obat Diare

Perjalanan mudik identik dengan berbagai hidangan lezat saat bertamu ke rumah keluarga atau kerabat.

Namun perubahan jenis makanan, makanan pedas, atau kebersihan makanan yang kurang terjaga dapat memicu diare.

Jika hal ini terjadi saat perjalanan atau saat bersilaturahmi, tentu akan sangat merepotkan.

Untuk itu, membawa obat diare bisa membantu mengatasi gangguan pencernaan tersebut dengan lebih cepat.

6. Obat Alergi

Bagi sebagian orang, alergi bisa muncul secara tiba-tiba ketika terpapar debu, makanan tertentu, atau perubahan lingkungan.

Gejala alergi biasanya berupa:

  • gatal-gatal
  • ruam pada kulit
  • mata berair
  • bersin terus-menerus

Karena itu, obat antihistamin atau obat alergi penting untuk dibawa, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat alergi.

7. Obat Luka dan Perlengkapan P3K

Selain obat-obatan, perlengkapan pertolongan pertama juga sebaiknya tersedia selama perjalanan.

Beberapa perlengkapan yang bisa dibawa antara lain:

  • antiseptik atau obat merah
  • alkohol
  • kapas
  • plester luka
  • perban kecil

Perlengkapan ini dapat membantu menangani luka ringan yang mungkin terjadi selama perjalanan.

Bahkan, perlengkapan tersebut juga bisa membantu orang lain yang membutuhkan pertolongan pertama.

8. Obat Khusus Sesuai Kondisi Kesehatan

Bagi seseorang yang memiliki penyakit tertentu, membawa obat rutin adalah hal yang sangat penting.

Misalnya obat untuk penderita:

  • diabetes
  • asma
  • hipertensi
  • tuberkulosis (TBC)

Obat-obatan ini biasanya berasal dari resep dokter dan harus dikonsumsi secara teratur.

Karena itu, pastikan obat tersebut selalu dibawa dan disimpan di tempat yang mudah dijangkau selama perjalanan.

Doa Perjalanan Jauh yang Dianjurkan Rasulullah SAW

Selain mempersiapkan kebutuhan fisik selama perjalanan, umat Islam juga dianjurkan untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT ketika hendak melakukan perjalanan jauh.

Dalam buku “Doa & Zikir Mustajab untuk Muslimah” karya H. Muhammad Rahmatullah, disebutkan bahwa sahabat Abdullah bin Sarjis meriwayatkan doa yang sering dibaca Rasulullah SAW ketika melakukan perjalanan.

Doa tersebut berbunyi:

اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِي الأَهْلِ، اللَّهُمَّ اصْحَبْنَا فِي سَفَرِنَا وَاخْلُفْنَا فِي أَهْلِنَا، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمُنْقَلَبِ وَمِنْ الْحَوْرِ بَعْدَ الْكَوْنِ وَمِنْ دَعْوَةِ الْمَظْلُومِ وَمِنْ سُوءِ الْمَنْظَرِ فِي الأَهْلِ وَالْمَالِ

Allāhumma antash-shāhibu fis-safari wal-khalīfatu fil-ahl.
Allāhummaṣ-ḥabnā fī safarinā wakhlufnā fī ahlinā.
Allāhumma innī a'ūdzu bika min wa'tsā'is-safari wa kaābatil-munqalabi wa minal-ḥauri ba'dal-kauni wa min da'watil maẓlūmi wa min sū'il-manẓari fil-ahli wal-māl.

Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Teman dalam perjalanan dan Penjaga bagi keluarga yang kami tinggalkan. Ya Allah, sertailah kami dalam perjalanan kami dan jagalah keluarga kami. Aku berlindung kepada-Mu dari beratnya perjalanan, kesedihan saat kembali, dari keadaan buruk setelah baik, dari doa orang yang dizalimi, serta dari keburukan yang menimpa keluarga dan harta." (HR Tirmidzi)

Baca juga: Daftar Tol Diskon 30 Persen Saat Mudik Lebaran 2026, Cek Ruas dan Jadwalnya

Keutamaan Berdoa Saat Bepergian

Dalam buku “Al-Adzkar” karya Imam An-Nawawi, dijelaskan bahwa doa perjalanan merupakan bentuk tawakal seorang Muslim kepada Allah SWT ketika melakukan safar.

Perjalanan sering kali penuh dengan risiko yang tidak terduga, sehingga memohon perlindungan kepada Allah menjadi bagian penting dari adab perjalanan dalam Islam.

Dengan membaca doa, seorang Muslim diharapkan mendapatkan:

  • perlindungan dari bahaya
  • ketenangan hati selama perjalanan
  • keselamatan hingga kembali ke rumah

Persiapan Mudik Bukan Hanya Barang, Tapi Juga Kesehatan dan Doa

Mudik Lebaran memang identik dengan perjalanan panjang yang melelahkan. Namun dengan persiapan yang matang, perjalanan bisa terasa lebih nyaman dan aman.

Membawa obat-obatan penting dapat menjadi langkah antisipasi ketika kondisi kesehatan menurun di tengah perjalanan.

Sementara itu, membaca doa perjalanan merupakan bentuk ikhtiar spiritual agar perjalanan selalu berada dalam perlindungan Allah SWT.

Jadi sebelum berangkat mudik, pastikan semua kebutuhan sudah dipersiapkan dengan baik, mulai dari pakaian, makanan ringan, obat-obatan, hingga doa.

Dengan begitu, perjalanan pulang ke kampung halaman tidak hanya menjadi perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan yang penuh keberkahan.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com