Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tol Yogyakarta–Bawen Segmen Ambarawa–Bawen Dibuka Fungsional Saat Mudik Lebaran 2026

Kompas.com, 5 Maret 2026, 09:04 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Kompas.tv

KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum akan mengoperasikan secara fungsional Jalan Tol Yogyakarta–Bawen pada segmen SS Ambarawa–JC Bawen selama periode Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.

Ruas tol sepanjang 4,98 kilometer tersebut dibuka sementara untuk membantu kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Pengoperasian dilakukan secara situasional menyesuaikan kondisi lalu lintas di lapangan dan diharapkan dapat mengurangi kepadatan kendaraan pada jalur utama di wilayah tersebut.

Baca juga: Tol Fungsional Prambanan–Purwomartani Dibuka Gratis saat Mudik dan Balik Lebaran 2026

Mengutip unggahan akun Instagram resmi Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) @pupr_bpjt, jalur fungsional tersebut hanya dapat dilintasi kendaraan Golongan I non-bus, seperti sedan, minibus, dan jeep.

"Jalur dibuka secara situasional dengan skema satu jalur satu arah, berdasarkan diskresi kepolisian menyesuaikan tingkat kepadatan lalu lintas di lapangan," tulis BPJT, dikutip Kamis (5/3/2026).

Skema Operasional Tol Yogyakarta–Bawen pada Lebaran 2026

Pada periode arus mudik, kendaraan akan menggunakan Jalur A. Kendaraan dari Tol Semarang–Solo akan keluar melalui Gerbang Tol Bawen dan melanjutkan perjalanan menuju Akses Ambarawa melalui Ramp 4 SS Ambarawa.

Sementara itu, pada arus balik kendaraan akan menggunakan Jalur B. Kendaraan dari arah Ambarawa dapat masuk melalui Ramp 1 SS Ambarawa menuju Bawen.

Pengaturan buka-tutup jalur fungsional dilakukan menyesuaikan kondisi lalu lintas di lapangan, termasuk melihat panjang antrean kendaraan yang terjadi.

Progres Pembangunan Tol Yogyakarta–Bawen

Secara keseluruhan, pembangunan Jalan Tol Yogyakarta–Bawen masih terus berlangsung di sejumlah seksi.

Untuk Seksi 1 yang mencakup ruas JC Sleman–SS Banyurejo, progres konstruksi telah mencapai 89,23 persen. Sementara itu, Seksi 6 ruas SS Ambarawa–JC Bawen mencatat progres pembangunan sebesar 89,93 persen.

Adapun Seksi 2 ruas SS Banyurejo–SS Borobudur dan Seksi 3 ruas SS Borobudur–SS Magelang masih dalam tahap konstruksi. Seksi 4 ruas SS Magelang–SS Temanggung saat ini berada pada tahap pembebasan lahan, sedangkan Seksi 5 ruas SS Temanggung–SS Ambarawa juga masih dalam proses pengerjaan.

Kesiapan Operasional dan Keamanan

Sebagai operator jalan tol, PT Jasamarga Jogja Bawen telah menyiapkan sejumlah petugas siaga untuk mengantisipasi potensi gangguan teknis selama masa operasional fungsional.

Selain itu, kendaraan operasional serta personel yang kompeten juga disiagakan guna mendukung penanganan kondisi darurat apabila diperlukan.

Berbagai fasilitas pendukung juga telah dipastikan dalam kondisi siap, seperti rambu lalu lintas, marka jalan sementara, penerangan jalan, barrier pengaman, serta perlengkapan keselamatan lainnya.

BPJT mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintasi jalur fungsional tersebut. Pengguna jalan juga diminta mematuhi pengaturan lalu lintas, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta memantau informasi resmi guna menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan selama mudik Lebaran 2026.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Pesantren Rasa Korporasi: BIMA Melejit dengan 3 Kampus, 5.000 Santri, hingga Jaringan 16 Negara
Pesantren Rasa Korporasi: BIMA Melejit dengan 3 Kampus, 5.000 Santri, hingga Jaringan 16 Negara
Aktual
Tradisi Keberangkatan Haji di Lombok Timur, Rogoh Kocek untuk Hias Rumah Demi Ungkapan Rasa Syukur
Tradisi Keberangkatan Haji di Lombok Timur, Rogoh Kocek untuk Hias Rumah Demi Ungkapan Rasa Syukur
Aktual
5.997 Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Hotel Hanya 50 Meter dari Masjid Nabawi
5.997 Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Hotel Hanya 50 Meter dari Masjid Nabawi
Aktual
Nenek di Bojonegoro Jadi Korban Penipuan Berkedok Berangkat Haji, Emas 34 Gram Raib
Nenek di Bojonegoro Jadi Korban Penipuan Berkedok Berangkat Haji, Emas 34 Gram Raib
Aktual
PPIH Solo Jelaskan Alur Layanan Jemaah Haji 2026 di Asrama Donohudan, Kini Dilayani Satu Pintu
PPIH Solo Jelaskan Alur Layanan Jemaah Haji 2026 di Asrama Donohudan, Kini Dilayani Satu Pintu
Aktual
5 dari 10 Jemaah Haji Embarkasi Solo yang Tertunda Berangkat Karena Sakit Sudah Pulih dan Siap Terbang
5 dari 10 Jemaah Haji Embarkasi Solo yang Tertunda Berangkat Karena Sakit Sudah Pulih dan Siap Terbang
Aktual
Hampir 6.000 Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Diingatkan Waspada Cuaca Panas
Hampir 6.000 Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Diingatkan Waspada Cuaca Panas
Aktual
Menhaj Lepas 200 Petugas Haji ke Makkah, Tekankan Layanan Maksimal untuk Jemaah
Menhaj Lepas 200 Petugas Haji ke Makkah, Tekankan Layanan Maksimal untuk Jemaah
Aktual
Kurban 7 Kambing vs 1 Sapi, Mana Lebih Besar Pahalanya? Ini Kata Ulama
Kurban 7 Kambing vs 1 Sapi, Mana Lebih Besar Pahalanya? Ini Kata Ulama
Aktual
Apa Itu Hadyu? Ini Hukum, Jenis, dan Syaratnya dalam Haji
Apa Itu Hadyu? Ini Hukum, Jenis, dan Syaratnya dalam Haji
Aktual
Mengapa Shalat Jumat Pertama di Lembah? Ini Kisah Wadi Ranuna
Mengapa Shalat Jumat Pertama di Lembah? Ini Kisah Wadi Ranuna
Aktual
Imigrasi Gagalkan 13 WNI Haji Ilegal, Pengawasan Diperketat
Imigrasi Gagalkan 13 WNI Haji Ilegal, Pengawasan Diperketat
Aktual
Asal-usul Merpati di Makkah, Benarkah Tak Pernah Kotori Ka'bah?
Asal-usul Merpati di Makkah, Benarkah Tak Pernah Kotori Ka'bah?
Aktual
Masuk Makkah Kini Wajib Izin, Ini 6 Golongan yang Dikecualikan
Masuk Makkah Kini Wajib Izin, Ini 6 Golongan yang Dikecualikan
Aktual
Kapan Shalat Jumat Pertama Kali Dilaksanakan? Berawal dari Hijrah Nabi
Kapan Shalat Jumat Pertama Kali Dilaksanakan? Berawal dari Hijrah Nabi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com