Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Muhammadiyah Idul Fitri 2026 Tanggal Berapa? Ini Lebaran Berdasarkan Kalender Hijriah Global

Kompas.com, 4 Maret 2026, 21:39 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Menjelang akhir Ramadan, banyak masyarakat mulai mencari informasi: Muhammadiyah Idul Fitri 2026 tanggal berapa?

Berdasarkan perhitungan kalender yang digunakan Muhammadiyah, Idul Fitri 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Penentuan ini mengacu pada sistem hisab yang digunakan Muhammadiyah serta pengembangan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Kalender ini disusun untuk menciptakan sistem penanggalan Islam yang lebih seragam dan ilmiah sehingga bisa digunakan secara global oleh umat Islam di berbagai negara.

Baca juga: Resmi! Muhammadiyah Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh 20 Maret 2026

Muhammadiyah Gunakan Sistem Hisab

Berbeda dengan metode rukyat yang menunggu terlihatnya hilal, Muhammadiyah sejak lama menggunakan metode hisab atau perhitungan astronomi untuk menentukan awal bulan Hijriah.

Metode ini menghitung posisi bulan secara ilmiah sehingga tanggal-tanggal penting dalam Islam, seperti awal Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha, dapat diprediksi jauh hari sebelumnya.

Dalam dokumen Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) dijelaskan bahwa sistem kalender Islam berbasis perhitungan astronomi memungkinkan penentuan waktu ibadah secara lebih pasti dan presisi.

Kalender Hijriah Global Tunggal untuk Penyatuan Umat

Muhammadiyah juga mendorong penerapan Kalender Hijriah Global Tunggal, yaitu sistem kalender Islam yang berlaku serentak di seluruh dunia.

Konsep ini bertujuan mengatasi perbedaan penentuan awal bulan Hijriah yang sering terjadi antarnegara maupun antarorganisasi Islam.

KHGT dirancang sebagai kalender global berbasis hisab hakiki yang akurat dan dapat digunakan bersama oleh umat Islam di seluruh dunia.

Dengan sistem ini, diharapkan penentuan hari-hari besar Islam seperti Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha dapat dilakukan secara lebih seragam.

Kenapa Lebaran Bisa Berbeda?

Perbedaan tanggal Idul Fitri di Indonesia biasanya terjadi karena perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah.

Beberapa organisasi menggunakan rukyat hilal, sementara Muhammadiyah menggunakan hisab astronomi.

Karena metode yang berbeda, kemungkinan perbedaan tanggal Lebaran bisa saja terjadi.

Meski demikian, pemerintah melalui sidang isbat biasanya menetapkan tanggal resmi yang digunakan secara nasional.

Kapan Idul Fitri 2026 di Indonesia?

Jika mengikuti perhitungan Muhammadiyah, maka 1 Syawal 1447 H / Idul Fitri diperkirakan Jumat, 20 Maret 2026.

Baca juga: Berapa Hari Lagi Lebaran 2026? Cek Versi Kemenag dan Muhammadiyah

Namun tanggal resmi Lebaran di Indonesia tetap menunggu keputusan pemerintah melalui sidang isbat Kementerian Agama yang mempertimbangkan hasil rukyat dan hisab.

Bagi masyarakat, informasi ini bisa menjadi gambaran awal untuk mempersiapkan mudik, libur Lebaran, hingga rencana silaturahmi keluarga.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
 Jadwal Imsak dan Buka Kota Bandung Hari Ini, 5 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Kota Bandung Hari Ini, 5 Maret 2026
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Kota Jakarta Hari Ini, 5 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Kota Jakarta Hari Ini, 5 Maret 2026
Aktual
Muhammadiyah Idul Fitri 2026 Tanggal Berapa? Ini Lebaran Berdasarkan Kalender Hijriah Global
Muhammadiyah Idul Fitri 2026 Tanggal Berapa? Ini Lebaran Berdasarkan Kalender Hijriah Global
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Bogor Hari Ini 5 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Bogor Hari Ini 5 Maret 2026
Aktual
MUI Pantau 16 TV Selama Ramadan, Soroti Kesalahan Ayat hingga Konten yang Hanya Kejar Rating
MUI Pantau 16 TV Selama Ramadan, Soroti Kesalahan Ayat hingga Konten yang Hanya Kejar Rating
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Purwokerto Hari Ini 5 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Purwokerto Hari Ini 5 Maret 2026
Aktual
10.060 Jemaah Umrah Kembali, 300 Masih Tertahan, KJRI Jeddah Siaga 24 Jam
10.060 Jemaah Umrah Kembali, 300 Masih Tertahan, KJRI Jeddah Siaga 24 Jam
Aktual
Kapan Malam 17 Ramadan 2026? Ini Sejarah dan Amalan Nuzulul Qur’an
Kapan Malam 17 Ramadan 2026? Ini Sejarah dan Amalan Nuzulul Qur’an
Aktual
Malam Takbiran 2026 Bertepatan dengan Nyepi di Bali, Perayaan Tak Gunakan Pengeras Suara
Malam Takbiran 2026 Bertepatan dengan Nyepi di Bali, Perayaan Tak Gunakan Pengeras Suara
Aktual
Saat Gibran Lihat Robot Pengalir Air Wudhu Buatan Santri di Bandung...
Saat Gibran Lihat Robot Pengalir Air Wudhu Buatan Santri di Bandung...
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Yogyakarta Hari Ini 5 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Yogyakarta Hari Ini 5 Maret 2026
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Semarang Hari Ini 5 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Semarang Hari Ini 5 Maret 2026
Aktual
Daftar Tol Diskon 30 Persen Saat Mudik Lebaran 2026, Cek Ruas dan Jadwalnya
Daftar Tol Diskon 30 Persen Saat Mudik Lebaran 2026, Cek Ruas dan Jadwalnya
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Malang Hari Ini 5 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Malang Hari Ini 5 Maret 2026
Aktual
Sejarah Singkat Nuzulul Quran: Peristiwa Turunnya Wahyu Pertama kepada Nabi Muhammad SAW
Sejarah Singkat Nuzulul Quran: Peristiwa Turunnya Wahyu Pertama kepada Nabi Muhammad SAW
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com