Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

MUI Pantau 16 TV Selama Ramadan, Soroti Kesalahan Ayat hingga Konten yang Hanya Kejar Rating

Kompas.com, 4 Maret 2026, 21:13 WIB
Farid Assifa

Editor

Sumber MUIDigital

KOMPAS.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan memaparkan hasil pemantauan tayangan televisi selama 10 hari pertama Ramadan 1447 H. Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan siaran Ramadan tetap menghadirkan konten yang edukatif, religius, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Wakil Sekretaris Komisi Informasi, Komunikasi dan Digital (Infokomdigi) MUI Mohammad Nur Huda mengatakan ekspose hasil pemantauan tersebut akan digelar pada Kamis (5/3/2026) di Aula Buya Hamka, Kantor MUI, Jakarta Pusat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program rutin MUI yang telah dilakukan setiap Ramadan sejak 2007.

Huda menjelaskan, pemantauan tahun ini dilakukan terhadap 16 stasiun televisi dengan melibatkan 32 pemantau yang berasal dari pengurus MUI lintas komisi serta para praktisi dan pakar komunikasi serta media.

Baca juga: MUI: Zakat Bisa Jadi Instrumen Pengurangan Pajak, Perlu Regulasi Jelas

“Pada acara expose nanti, kami akan memaparkan beberapa poin krusial mengenai catatan kritis, kepatuhan regulasi dan apresiasi program terbaik terhadap 10 hari pertama siaran Ramadhan 1447 H,” kata Huda kepada MUI Digital di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

MUI Soroti Konten Ramadan yang Hanya Kejar Rating

Menurut Huda, tim pemantau menelaah berbagai jenis program televisi yang tayang selama Ramadan.

Mulai dari sinetron religi, ceramah agama, hingga program komedi yang biasanya muncul menjelang waktu berbuka puasa maupun sahur.

Melalui pemantauan tersebut, MUI ingin memastikan tayangan Ramadan tetap menjaga nilai-nilai etika dan ajaran agama.

“Kami ingin memastikan bahwa semangat Ramadhan tidak tergerus oleh konten yang hanya mengejar rating, tetapi tidak mengabaikan adab dan tuntunan agama,” lanjut Huda.

Selain itu, pemantauan juga bertujuan mengevaluasi sejauh mana lembaga penyiaran mematuhi Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) KPI serta fatwa-fatwa MUI yang relevan.

Huda menegaskan kerja sama antara MUI dan KPI merupakan bagian dari upaya bersama untuk menciptakan ekosistem penyiaran yang sehat bagi masyarakat.

“Hasil pemantauan akan menjadi rekomendasi resmi MUI kepada KPI maupun bagi lembaga penyiaran untuk melakukan perbaikan kualitas di masa mendatang,” ungkapnya.

MUI Temukan Kesalahan Penulisan Ayat dan Hadis

Ketua Tim Pemantau Tayangan TV Ramadan 2026 Rida Hesti Ratnasari mengungkapkan, program pemantauan tahun ini memiliki sejumlah pembaruan dibandingkan tahun sebelumnya.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah ketepatan penulisan dan pelafalan ayat Al-Qur’an serta hadis dalam tayangan televisi.

Menurut Rida, dalam beberapa tayangan sebelumnya masih ditemukan kesalahan penulisan teks Arab maupun pelafalan ayat dan hadis oleh penceramah di televisi.

“Dan untuk tahun ini, kekhasan, keemuian lebih detail lagi memantau lafad-lafad dan teks ayat hadis yang diucapkan maupun dituliskan pada tayangan yang selama ini kadang luput gitu ya. Ada yang salah tulis teks dalam bahasa Arabnya, atau keliru melafadkan ayat dan hadis yang dilakukan oleh para pencerama di televisi,” kata Rida menjelaskan.

Pemantauan Tidak Hanya Saat Prime Time

Rida juga menjelaskan bahwa metode pemantauan tahun ini lebih luas dibandingkan sebelumnya.

Jika sebelumnya fokus pada waktu prime time seperti sebelum sahur atau menjelang berbuka puasa, kini pemantauan juga dilakukan pada jam tayang lain.

Menurutnya, tayangan di luar prime time juga bisa menjadi perhatian jika ditemukan indikasi pelanggaran atau ketidakpatutan.

“Instrumen yang disiapkan tidak hanya mengukur kepatuhan dan kepatutan, tetapi juga mengarah kepada apresiasi terhadap program tayangan yang kontributif dalam hal-hal yang tadi saya sebutkan,” jelasnya.

Dorong Tayangan Ramadan Lebih Edukatif

Rida berharap tayangan televisi selama Ramadan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Baca juga: MUI Kecam Serangan Israel-AS ke Iran, Jangan Sentuh Dua Kota Suci

Termasuk dengan menghadirkan nilai-nilai empati terhadap berbagai peristiwa yang terjadi di masyarakat, seperti bencana di sejumlah daerah.

“Itu juga agar Ramadhan ini memberikan nilai-nilai kebaikan yang dirasakan oleh masyarakat, bukan hanya oleh pemirsa, tetapi juga seluruh masyarakat pada umumnya,” harapnya.

Kegiatan ekspose hasil pemantauan ini rencananya akan dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Ketua KPI Pusat Ubaidillah, Wakil Ketua Umum MUI KH Cholil Nafis, Ketua MUI Bidang Infokomdigi KH Masduki Baidlowi, Ketua MUI Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Ni’am Sholeh, serta Ketua Komisi Infokomdigi MUI Hari Usmayadi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Idul Fitri 2026 Tanggal Berapa? Ini Lebaran Berdasarkan Kalender Hijriah Global
Muhammadiyah Idul Fitri 2026 Tanggal Berapa? Ini Lebaran Berdasarkan Kalender Hijriah Global
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Bogor Hari Ini 5 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Bogor Hari Ini 5 Maret 2026
Aktual
MUI Pantau 16 TV Selama Ramadan, Soroti Kesalahan Ayat hingga Konten yang Hanya Kejar Rating
MUI Pantau 16 TV Selama Ramadan, Soroti Kesalahan Ayat hingga Konten yang Hanya Kejar Rating
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Purwokerto Hari Ini 5 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Purwokerto Hari Ini 5 Maret 2026
Aktual
10.060 Jemaah Umrah Kembali, 300 Masih Tertahan, KJRI Jeddah Siaga 24 Jam
10.060 Jemaah Umrah Kembali, 300 Masih Tertahan, KJRI Jeddah Siaga 24 Jam
Aktual
Kapan Malam 17 Ramadan 2026? Ini Sejarah dan Amalan Nuzulul Qur’an
Kapan Malam 17 Ramadan 2026? Ini Sejarah dan Amalan Nuzulul Qur’an
Aktual
Malam Takbiran 2026 Bertepatan dengan Nyepi di Bali, Perayaan Tak Gunakan Pengeras Suara
Malam Takbiran 2026 Bertepatan dengan Nyepi di Bali, Perayaan Tak Gunakan Pengeras Suara
Aktual
Saat Gibran Lihat Robot Pengalir Air Wudhu Buatan Santri di Bandung...
Saat Gibran Lihat Robot Pengalir Air Wudhu Buatan Santri di Bandung...
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Yogyakarta Hari Ini 5 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Yogyakarta Hari Ini 5 Maret 2026
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Semarang Hari Ini 5 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Semarang Hari Ini 5 Maret 2026
Aktual
Daftar Tol Diskon 30 Persen Saat Mudik Lebaran 2026, Cek Ruas dan Jadwalnya
Daftar Tol Diskon 30 Persen Saat Mudik Lebaran 2026, Cek Ruas dan Jadwalnya
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Malang Hari Ini 5 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Malang Hari Ini 5 Maret 2026
Aktual
Sejarah Singkat Nuzulul Quran: Peristiwa Turunnya Wahyu Pertama kepada Nabi Muhammad SAW
Sejarah Singkat Nuzulul Quran: Peristiwa Turunnya Wahyu Pertama kepada Nabi Muhammad SAW
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Surabaya Hari Ini 5 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Surabaya Hari Ini 5 Maret 2026
Aktual
Tren Baju Gamis Lebaran 2026 Mulai Ramai: Model “Gamis Bini Orang” hingga Warna Earth Tone Jadi Favorit
Tren Baju Gamis Lebaran 2026 Mulai Ramai: Model “Gamis Bini Orang” hingga Warna Earth Tone Jadi Favorit
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com